Harga Tiket Masuk Petirtaan Jolotundo 2025
Informasi Wisata Petirtaan Jolotundo 2025 | |
---|---|
Lokasi | Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. |
Harga Tiket Masuk | Rp 10.000 ( dewasa), Rp 7000 (anak-anak) Parkir Motor Rp 5000, parkir mobil Rp 10.000,- |
Waktu Buka | 07.00 – 17.00 |
Fasilitas/ Obyek Wisata | Bangunan peninggalan sejarah kerajaan, Pemandian air segar |
Petirtaan Jolotundo bangunan air atau mungkin tempat pemandian yang dibuat sebelum jaman Majapahit, berlokasi di desa Seloliman Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, terletak lereng Gunung Bekal salah satu puncak Gunung Penanggungan. Jarak dari Kota Surabaya ± 55 Km, dapat dicapai dengan kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat. Wisata Petirtaan Jolotundo mirip dengan bangunan candi dan mungkin juga dulu adalah sebuah candi, karena banyak bongkahan batu bekas bangunan yang disusun rapi.
| Baca : Pemandian Sendang Sipandu
Petirtaan Jolotundo berukuran panjang : 16, 85 m, lebar : 13,52 m, dan kedalaman : 5,20 m. terbuat dari batu Andesit yang dipahat halus. Dua data yang sangat penting yang berhubungan dengan kepurbakalaan ini adalah angka 997 M yang dipahatkan disebelah kanan dan tulisan Gempeng dipahatkan disebelah kiri dinding belakang. Disitu juga terdapat tulisan disudut tenggara. Dalam catatan sejarah putri Guna Priya Dharmadari daerah jawa menikah raja Udayana dari Bali . Dari perkawinan tersebut lahirlah Airlangga pada 991 M. jadi dinding yang ada di petirtaan merupakan pembuatan petirtaan Jolotundo yang dipersiapkan Udhayana pada tahun 997 M. Dengan demikian petirtaan jolotundo merupakan monument cinta kasih untuk menyambut kelahiran Prabu Airlangga.
| Baca : Harga Tiket Masuk Pemandian Air Panas Cangar Batu
Disekitar Tempat pemandian, terlihat bongkahan batu peninggalan bermacam dimensi sudah dikumpulkan secara apik dalam satu tempat spesial. Mestinya bongkahan batu tersebut ialah bagian bangunan dari peninggalan petirtaan jolotundo jaman dahulu, tetapi sebab belum dikenal gimana wujud sesungguhnya hingga proses rekonstruksinya belum dapat dicoba. Sebagian diantara bongkahan tersebut, terlihat coba disusun membentuk sesuatu bagian bangunan. Sisa pebakaran dupa diiringi bermacam sisa bunga-bunga khas pedupa-an, terlihat berantakan didepannya. Nampaknya ditempat ini masih banyak warga yang melaksanakan tirakat ataupun semedi dengan maksud serta tujuan tertentu.
Air petirtaan Jolotundo diyakini masyarakat sekitar sebagai air yang bertuah, jika seseorang minum atau mandi di pancuran airnya dapat menentramkan pikiran, serta dipercaya dapat membuat awet muda. Tak heran jika pengunjung yang datang ke tempat ini pasti tidak melewatkan untuk mandi atau sekadar cuci muka, tidak lupa membawa airnya untuk dibawa pulang. Konon dahulu ketika Raja Airlangga masih muda, beliau pernah singgah ke daerah Jolotundo untuk menenangkan jiwanya, beliau mandi di sumber air tersebut dan merasa tentram jiwanya ketika selesai mandi.