Situs Megalitikum Gunung Padang : Sejarah, Daya Tarik dan Tiket Masuk 2025

Gunung Padang adalah sebuah situs megalitik yang terletak di wilayah Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Situs kuno ini dikenal sebagai salah satu peninggalan zaman prasejarah yang sangat berharga. Menurut Ramadina dalam analisisnya, Gunung Padang adalah punden berundak yang berasal dari zaman megalitikum.

Luas dari kompleks utama  Situs Gunung Padang sendiri kurang lebih 900 meter persegi  dan terletak pada ketinggian 885 mdpl dan areal situs Situs Gunung Padang sekitar 3 hektar yang membuat kawasan wisata ini merupakan kawasan punden berundak terbesar di Asia Tenggara.

Pastinya bagi anda yang ingin merasakan kawasan candi berundak dengan bentuk yang unik, akan membuat anda betah untuk berlama lama atau berfoto selfie, selain berwisata menikmati keindahan Situs Gunung Padang, anda juga dapat menikmati alat musik yang juga ditemukan di kawasan Situs Gunung Padang, yaitu Batu berbentuk persegi panjang dengan permukaan atas yang bergelombang, dan setiap kali salah satu gelombangnya dipukul, akan menghasilkan bunyi yang berbeda dari gelombang lainnya.
Di Situs Gunung Padang terdapat sumur Cikahuripan yang berarti air kehidupan yang memiliki daya tarik sendiri untuk para pengunjung yang datang ke kawasan ini. Selain itu juga dapat mengobati segala macam penyakit baik fisik maupun penyakit batin.

Sejarah Gunung Padang

Sejarah Gunung Padang dimulai sejak awal abad ke-20 ketika pertama kali ditemukan oleh N. J. Krom pada tahun 1914. Pada saat itu, situs ini belum disebut dengan nama Gunung Padang. Krom hanya menyebutkan bahwa lokasi tersebut berada di dekat Gunung Melati. Penemuan lebih mendalam mengenai Gunung Padang sebagai situs prasejarah dimulai sekitar tahun 1979 ketika Pusat Penelitian Arkeologi Nasional melakukan penelitian lebih lanjut. Mereka menemukan bahwa Gunung Padang adalah sebuah punden berundak, sebuah konstruksi batu besar yang digunakan pada zaman megalitikum.

Bukit ini diyakini sebagai tempat pemujaan yang dibangun dari bebatuan kekar kolom yang terbentuk melalui proses alam. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, situs ini mengalami kerusakan akibat erosi, tumbuhan liar, dan aktivitas wisata.

Pada awalnya, Gunung Padang dianggap sebagai situs biasa hingga tahun 2011 ketika peneliti mulai melakukan pengeboran dan analisis lebih mendalam. Dari pengeboran dan pengujian laboratorium, ditemukan pasir putih halus yang diperkirakan digunakan pada zaman dahulu untuk meredam guncangan gempa. Penelitian lebih lanjut membuktikan bahwa struktur situs ini jauh lebih tua dan lebih luas dari Candi Borobudur, yang sebelumnya dianggap sebagai situs megalitikum terbesar di Indonesia.

Daya Tarik Wisata Gunung Padang

Instagram by :@akang_hans

1. Struktur Punden Berundak Terbesar di Asia Tenggara

Salah satu daya tarik utama Gunung Padang adalah strukturnya yang merupakan punden berundak terbesar di Asia Tenggara. Bentuk undakan ini terdiri dari batuan vulkanik yang tersusun rapi, menciptakan kesan megah dan misterius. Struktur ini mencerminkan kecanggihan teknik konstruksi yang telah berkembang di masa prasejarah.

2. Fenomena Suara Musikal dan Cahaya

Gunung Padang dikenal dengan fenomena suara-suara musikal yang bisa terdengar terutama saat senja. Alunan suara ini diduga berasal dari gesekan angin dengan batuan yang tersusun unik. Selain itu, pada malam-malam tertentu, ada fenomena cahaya yang misterius, menambah kesan supranatural dan eksotis dari situs ini.

3. Pemandangan Alam yang Indah

Selain nilai sejarah dan arkeologinya, Gunung Padang juga menawarkan pemandangan alam yang memukau. Dari puncak situs, pengunjung dapat menikmati pemandangan hamparan hijau pegunungan dan hutan yang menyejukkan mata. Keindahan alam sekitar membuatnya menjadi tempat yang sempurna untuk fotografi dan meditasi.

4. Jejak Peradaban Kuno

Mengunjungi Gunung Padang berarti mendalami sejarah dan kebudayaan peradaban kuno. Situs ini memberikan wawasan tentang kehidupan dan kepercayaan masyarakat pada masa prasejarah. Banyak peneliti meyakini bahwa situs ini berfungsi sebagai tempat ritual atau ibadah masyarakat kuno.

5. Akses Pelatihan dan Edukasi

Di Gunung Padang, tersedia berbagai program wisata edukasi yang bisa diikuti oleh pelajar, mahasiswa, dan peneliti. Program ini memberikan informasi lebih mendalam tentang arkeologi, sejarah, dan nilai-nilai budaya situs Gunung Padang. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan sembari menikmati keindahan situs.

6. Petualangan dan Eksplorasi

Bagi pecinta petualangan, perjalanan menuju Gunung Padang menawarkan pengalaman yang seru. Jalur menanjak dengan pemandangan yang bervariasi, dari perkebunan hingga hutan, akan memuaskan jiwa petualang setiap pengunjung. Setibanya di puncak, semua kelelahan akan terbayarkan dengan keindahan dan aura magis dari situs ini.

7. Wisata Akhir Pekan

Tempat ini sangat ideal sebagai destinasi wisata akhir pekan bersama keluarga dan sahabat. Kegiatan seperti mendaki, piknik, dan belajar bersama di alam terbuka menjadikan kunjungan ke Gunung Padang penuh keseruan dan makna.

Dengan keunikan dan kekayaan daya tariknya, Situs Megalitikum Gunung Padang tidak hanya menjadi semacam jendela ke masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi dan rekreasi masa kini.

Keunikan Zona dan Teras

Instagram by :@akang_hans

Situs Megalitikum ini terletak dalam zona inti yang mencakup area seluas 4.000 meter persegi dan terdiri atas lima teras, dan terletak di ketinggian 1.000 Mdpl. Secara keseluruhan, area situs ini terbagi menjadi tiga bagian: zona inti, penyangga, dan pengembangan dengan luas total 29,1 hektare.

Teras I

Di Teras I, terdapat batu gamelan dan batu masigit yang dipercaya sebagai tempat penyambutan tamu. Batu gamelan mengeluarkan lima nada (Da Mi Na Ti La) saat dipukul.

Teras II

Teras II memiliki permukaan yang 4 meter lebih tinggi dari teras sebelumnya dan dilengkapi dengan batu kursi yang menyerupai tempat duduk, diperkirakan sebagai tempat musyawarah para raja-raja. Selain itu, terdapat juga batu tapak yang konsepnya mirip dengan Prasasti Kerajaan Tarumanegara.

Teras III

Di Teras III terdapat batu kujang dan batu maung. Batu kujang memiliki bekas goresan yang membentuk siluet senjata khas Jawa Barat, sedangkan batu maung memiliki cekungan yang terlihat seperti bekas tapak kaki harimau.

Teras IV

Teras ini hanya memiliki satu batu yang mencolok, disebut batu kanuragan, dan diyakini sebagai tempat pengujian adu kekuatan.

Teras V

Di situs Gunung Padang, terdapat beberapa gugus batu yang tertata rapi yang dikenal sebagai batu singgasana. Formasi batu ini dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai tempat di mana raja duduk dan berbaring. Batu-batu ini biasanya diatur dalam susunan tertentu yang menunjukkan status pentingnya. Tidak jauh dari formasi batu singgasana, di bagian belakangnya, terdapat batu pandaringan. Batu pandaringan ini diyakini berfungsi sebagai tempat penyimpanan atau penempatan persembahan.

Kontroversi

Situs Gunung Padang sempat menjadi kontroversi karena ada yang menyatakan bahwa situs ini adalah piramida yang lebih tua dibanding peradaban Mesir atau Mesopotamia. Beberapa penelitian memperkirakan usia situs ini sekitar 5200 tahun sebelum masehi. Namun, studi yang dilakukan oleh Prof. Dr. Danny Hilman Natawidjaja sempat ditarik dari publikasi jurnal ilmiah karena dianggap membuat simpulan yang keliru.

Tiket masuk

Situs ini berjarak sekitar 29 kilometer dari pusat kota Cianjur dan membutuhkan waktu sekitar 59 menit untuk mencapainya. Akses jalan menuju situs cukup baik dengan beton yang memadai, menjadikannya tempat wisata unggulan Cianjur tahun 2025. Pengunjung dikenakan biaya tiket masuk Situs Megalitikum Gunung Padang Maret 2025 sebesar Rp 10.000.

Lokasi dan Rute

Lokasi : Desa Karyamukti, Kecamatan. Campaka, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat 43263

Panduan Rute

Berikut adalah rute ke Situs Megalitikum Gunung Padang, yang beralamat di Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43263:

Dari Jakarta:

  1. Via Tol Jagorawi & Tol Bocimi:
    • Masuk ke Tol Jagorawi menuju Bogor.
    • Ambil exit Tol Ciawi ke Bogor Selatan, lanjutkan ke Tol Bocimi.
    • Keluar di Exit Cigombong, ikuti jalan menuju Sukabumi.
    • Dari Sukabumi, ikuti jalur menuju Cianjur dan ikuti petunjuk arah ke Situs Gunung Padang.
  2. Via Jalur Puncak:
    • Masuk ke Tol Jagorawi dan keluar di Puncak Pass.
    • Lanjutkan perjalanan menuju Cianjur.
    • Setelah sampai di Cianjur, arahkan perjalanan ke Terminal Cianjur.
    • Lanjutkan ke arah Kec. Campaka hingga menemukan petunjuk ke Situs Gunung Padang.

Dari Bandung:

  1. Jalur Cipatat – Rajamandala:
    • Dari Bandung, ambil jalur keluar ke Padalarang.
    • Lanjutkan ke Cipatat dan kemudian Rajamandala.
    • Ikuti rute ke arah Cianjur dan menuju Kecamatan Campaka.
    • Patuhi rambu yang menunjuk ke arah Gunung Padang.
  2. Alternatif melalui Kota Bandung:
    • Keluar dari Bandung melalui arah Cimahi.
    • Masuk ke jalur Cianjur melalui Cipatat.
    • Ikuti rambu menuju Kecamatan Campaka dan cari arah menuju Gunung Padang.
Sebagai warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah, Situs Megalitikum Gunung Padang tidak hanya menawarkan pemandangan yang menakjubkan tetapi juga kesempatan untuk menyelam lebih dalam ke masa lalu. Terletak di Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, situs ini memancarkan keajaiban arkeologi yang menantang pemahaman konvensional kita tentang zaman megalitik dan peradaban kuno di Nusantara. Dengan misteri yang masih menyelubungi fungsi maupun asal-usulnya, Gunung Padang setia menanti untuk dieksplorasi dan dihargai, memberikan setiap pengunjung pengalaman mendalam yang berakar pada kebesaran dan kerumitan sejarah leluhur kita.