Pernah gak sih kamu merasa penat banget sama bisingnya klakson kota dan tumpukan pekerjaan yang gak ada habisnya? Rasanya pengen kabur sejenak ke tempat yang cuma ada suara gemericik air, kicauan burung liar, dan udara sejuk yang bikin paru-paru langsung segar. Nah, Air Terjun Moramo adalah destinasi ekowisata air terjun bertingkat (cascade) setinggi 100 meter yang terletak di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
📌 Ringkasan Cepat (Quick Facts): Air Terjun Moramo Sulawesi Tenggara
| Sekilas Info Wisata | Detail Panduan Lapangan |
| 📍 Lokasi Administratif | Desa Sumber Sari, Kec. Moramo, Kab. Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara |
| 🌲 Kawasan Konservasi | Hutan Suaka Alam Tanjung Peropa (Luas: ±38.937 Hektare) |
| 🌊 Keunikan Utama | Tinggi 100 m dengan 67 undakan batu kapur anti-licin (7 kolam bidadari & 60 teras kecil) |
| 🚗 Akses dari Kendari | ±60–70 km atau 1,5 – 2 jam berkendara darat dari Kota Kendari / Bandara Haluoleo |
| 🥾 Jarak Trekking | ±1,5 km jalan kaki (20–30 menit) melewati jalur keramik, jembatan, dan tangga hutan |
| 🎟️ Harga Tiket Masuk Agustus 2026 | Lokal: Rp10.000/orang | Mancanegara: Rp20.000 – Rp50.000/orang |
| 🕒 Jam Operasional | Senin – Minggu, pukul 07.00 – 17.00 WITA |
| ⭐ Rekomendasi Waktu | Pagi hari (08.00–10.00 WITA) saat weekdays; kembali sebelum pukul 16.30 WITA |
Berada di dalam kawasan konservasi Suaka Alam Tanjung Peropa seluas 38.937 hektare, surga tersembunyi ini punya 67 undakan batuan kapur bebas lumut yang aman kamu panjat langsung di tengah aliran airnya. Belum lama ini, tim kami dari travels.id baru saja kembali dari Konawe Selatan buat membuktikan sendiri kenapa tempat ini sampai dijuluki “Nirwana dari Tanjung Peropa”.
Penasaran gimana serunya perjalanan kami menembus hutan purba, berapa biaya yang harus kamu siapkan, sampai rahasia mendaki tebing air tanpa takut kepeleset? Yuk, Sobat Travels ID, ikuti catatan perjalanan lengkap kami di bawah ini!
Sejarah Unik dan Legenda Mistis Air Terjun Moramo
Sebelum kita bahas keseruan main airnya, ada cerita menarik yang kami dapat saat ngobrol santai bareng warga lokal di Desa Wisata Sumbersari Konawe Selatan. Siapa sangka, Air Terjun Moramo Sulawesi Tenggara yang sekarang begitu terkenal ini dulunya tersembunyi rapat di tengah belantara hutan dan baru ditemukan secara gak sengaja!
1. Ditemukan Transmigran Jawa Saat Menjerat Anoa (1980–1990)
Sekitar tahun 1980 hingga 1982, seorang warga transmigran asal Jawa yang bermukim di Desa Sumber Sari masuk membuka hutan untuk memasang jerat anoa. Di tengah keheningan hutan itulah, ia mendengar gemuruh air dan menemukan formasi batuan bertingkat yang luar biasa indah ini.
Pemerintah daerah kemudian mulai membuka akses jalan menuju lokasi pada tahun 1989. Tepat pada tanggal 29 Desember 1989, kawasan wisata ini diresmikan dan akhirnya dibuka penuh untuk umum pada tahun 1990.
2. Mitos Pemandian 7 Bidadari Kahyangan dan Etika di Hutan
Masyarakat sekitar punya cerita turun-temurun yang bikin bulu kuduk agak merinding sekaligus takjub. Konon, kejernihan Air Terjun Moramo adalah tempat turunnya para bidadari dari kahyangan untuk mandi dan bersuka ria. Ketujuh undakan kolam besar yang ada di sini dipercaya sebagai tempat berendam khusus bagi ketujuh bidadari tersebut.
Uniknya lagi, saat kami tiba di lokasi sekitar pukul sembilan pagi ketika sinar matahari mulai menembus celah kanopi pohon, bias pelangi beneran muncul tepat di atas percikan air terjun! Warga lokal percaya pelangi itu adalah jejak selendang bidadari.
Karena lokasinya berada di hutan tua yang masih dijaga kearifan lokalnya, warga setempat selalu mengingatkan kita buat menjaga adab. Jangan berkata kasar, jangan sombong, dan pantang berbuat tak senonoh selama berada di dalam kawasan hutan.
7 Daya Tarik Utama Air Terjun Moramo yang Bikin Kami Terpukau
Begitu kaki kami sampai di titik utama air terjun, rasa capek jalan kaki langsung menguap gitu aja. Pemandangan di depan mata bener-bener gak masuk akal indahnya. Ini 7 pesona utama yang bakal kamu temukan di sana:
1. Formasi Cascade 67 Undakan (7 Kolam Utama & 60 Undakan Kecil)
Lupakan bayangan air terjun vertikal yang jatuhnya curam dan bikin ngeri. Air Terjun Moramo punya bentuk bertingkat-tingkat (cascade) menyerupai tangga raksasa setinggi kurang lebih 100 meter. Kalau kamu pernah main ke Air Terjun Piala di Luwuk Banggai, bentuk trap airnya mirip banget, tapi skala Moramo ini jauh lebih megah!
Totalnya ada 67 undakan batu yang dialiri air jernih dari hulu Sungai Biskori di Pegunungan Tambolosu, Desa Ulusena. Dari 67 tingkat itu, ada 7 undakan berukuran besar yang membentuk kolam renang alami berarus tenang dengan kedalaman sedang, sementara 60 undakan kecil lainnya memancarkan buih-buih air putih yang super menyegarkan.
2. Sensasi Memanjat Batuan Kapur Anti-Licin & Gradasi Warna Air
Ini bagian paling seru yang wajib Sobat Travels ID coba sendiri! Biasanya, batu di air terjun itu penuh lumut dan licin banget kalau diinjak, kan? Nah, di Air Terjun Moramo, kami melepas sandal gunung dan langsung memanjat tebing airnya dengan bertelanjang kaki (barefoot).
Ajaibnya, permukaan batuannya kesat dan punya daya cengkeram alami! Secara ilmiah, aliran air Sungai Biskori melewati formasi batuan granit, marmer, dan batu kapur (limestone) dengan kandungan kalsium (kapur) serta sulfur alami yang sangat tinggi. Kandungan mineral inilah yang bikin lumut gak bisa tumbuh sama sekali.
Kalau kamu perhatikan lebih dekat, warna airnya juga punya gradasi unik. Di beberapa titik tampak sedikit keabu-abuan karena endapan mineral kapur, sementara di kolam lainnya berwarna hijau zamrud yang jernih banget. Dinginnya air yang memijat pundak pas kita duduk di sela undakan? Bikin gak mau pulang!
3. Berdiri di Atas Cadangan Marmer Terbesar di Dunia
Saat kamu melangkah di atas bebatuan Air Terjun Moramo Sulawesi Tenggara, kamu sebenarnya sedang menginjak salah satu harta karun geologi terbesar di bumi. Berdasarkan survei geologi, perut bumi di kawasan Suaka Alam Tanjung Peropa menyimpan cadangan batu marmer mencapai sekitar 860 miliar meter kubik! Angka ini menjadikannya salah satu deposit batuan marmer terbesar di dunia.
4. Naungan Pohon Purba Berusia 280 Tahun Lebih
Selama berada di lokasi, mata kami terus dimanjakan sama rimbunnya kanopi hutan hujan tropis yang seolah belum terjamah waktu. Di sekitar aliran air terjun, berdiri kokoh pepohonan hutan raksasa yang usianya sudah mencapai lebih dari 280 tahun. Bahkan, ada pemandangan super eksotis berupa pohon besar yang tumbuh tepat di tengah-tengah membelah aliran undakan air terjun!
5. Rumah Satwa Endemik Wallacea dan Ribuan Kupu-Kupu Hutan
Berada di kawasan konservasi seluas hampir 40.000 hektare di bawah pengawasan BKSDA Sulawesi Tenggara bikin tempat ini kaya akan biodiversitas. Hutan ini adalah rumah asli bagi satwa endemik Sulawesi seperti anoa (Bubalus sp.), babi rusa, kuskus, burung rangkong (julang Sulawesi), hingga monyet hitam Sulawesi (Macaca ochreata).
Hal paling magis yang kami lihat langsung di sepanjang tepian sungai adalah kerumunan ribuan kupu-kupu hutan berwarna-warni. Mereka beterbangan bebas di sekitar wajah kami dan hinggap bergerombol di atas batu-batu basah buat mengisap mineral dari air berkapur. Rasanya beneran kayak masuk ke negeri dongeng!
6. Desa Wisata Multietnis Peraih 50 Besar ADWI
Jangan cuma fokus sama air terjunnya, Sobat Travels ID! Gerbang masuk kawasan ini, yaitu Desa Wisata Air Terjun Moramo Sumbersari, pernah menembus 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 dan dikunjungi langsung oleh Menparekraf Sandiaga Uno yang terpukau berat sama keasriannya.
Desa Sumber Sari ini unik karena dihuni oleh perpaduan masyarakat lokal Suku Tolaki dan warga transmigran (Jawa, Bali, dan Sunda) yang hidup berdampingan dengan harmonis. Kalau kamu datang bersama rombongan atau pas ada festival desa, Pokdarwis setempat sering menampilkan akulturasi kesenian keren—mulai dari Tari Lulo (Molulo) khas Sultra sampai seni kuda lumping dan gamelan!
7. Kuliner Lokal Sinonggi & Oleh-Oleh Gula Aren Moramo
Habis kedinginan berenang di air terjun, paling nikmat memang wisata kuliner di area desa wisata. Ibu-ibu UMKM dan PKK di Desa Sumber Sari menyajikan olahan tradisional khas Sulawesi Tenggara seperti Sinonggi (olahan sagu kenyal dengan kuah ikan segar berbumbu kuning yang asam-pedas), keripik pisang, keripik singkong, hingga gula merah/aren asli Moramo yang manis legit buat kamu bawa pulang sebagai oleh-oleh.
Cerita Trekking Kami Menuju Puncak: Lewat Apa Saja?

Deretan anak tangga beton membelah rimbunnya Hutan Suaka Alam Tanjung Peropa | Google Map/Kontributor Abdul Aziz Abdillah Putra Dalle (Doels Dalle)
Biar kamu punya bayangan nyata sebelum berangkat, kami mau cerita jujur soal medan jalan kakinya. Dari area parkiran kendaraan sampai ke titik utama Air Terjun Moramo, kamu gak bisa naik motor atau mobil lagi. Kita harus jalan kaki (trekking) menyusuri hutan.
Berapa jauh jaraknya? Di papan informasi dan catatan pengelola sering tertulis antara 1,2 km hingga 2 km (rata-rata sekitar 1,5 kilometer). Waktu tempuh jalan santai sambil foto-foto adalah sekitar 20 hingga 30 menit. Lelah? Lumayan bikin keringetan! Tapi jalurnya udah nyaman banget karena dikelola dengan baik:
Jalur Keramik Motif Marmer & Sungai Hijau: Di awal perjalanan, kamu bakal menapaki jalan setapak yang sudah dilapisi keramik bermotif bebatuan marmer. Rasanya kayak lagi jalan di taman pribadi! Di sebelah jalur ini mengalir sungai kecil berair jernih kehijauan lengkap dengan deretan gazebo buat istirahat.
Menyeberangi Jembatan Gantung & Jembatan Sungai: Tak jauh melangkah, kami melewati sebuah jembatan gantung dengan suara gemuruh arus air deras di bawahnya, disusul dua jembatan penghubung lainnya. Dari atas jembatan ini, kamu sudah bisa melihat trap-trap air terjun kecil yang jernih banget.
Bangunan PLTMH Mikrohidro & Bangunan Tua Terlilit Akar: Di tengah jalur hutan, kami menemukan sebuah bangunan kecil lengkap dengan plakat peresmian dan pipa besi raksasa. Ternyata, derasnya air di sini dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) untuk memutar turbin listrik! Agak naik ke atas lagi, ada pemandangan estetik berupa bangunan tua tak terpakai yang dindingnya sudah dililit akar-akar pohon hutan.
Jalur Cor Beton Berlubang & Dua Pilihan Tangga Puncak: Memasuki etape terakhir, jalan keramik berganti menjadi cor beton dengan lubang saluran air di bagian tengahnya. Nah, tepat sebelum sampai di puncak utama Air Terjun Moramo, kamu bakal dihadapkan pada dua lajur anak tangga. Lajur sebelah kiri adalah tangga lama yang kemiringannya cukup curam, sedangkan di sebelah kanan sudah dibangun tangga baru yang lebih landai dan ramah di lutut. Saran kami: ambil tangga yang kanan ya!
Info Lokasi, Harga Tiket Air Terjun Moramo, dan Jam Buka Terbaru
Buat memudahkan kamu menyusun rencana perjalanan dan bujet, kami sudah merangkum seluruh data Agustus 2026 hasil kunjungan kami dalam tabel berikut:
| Kategori Informasi | Rincian Detail Terbaru |
| Alamat Lengkap | Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara |
| Kawasan Konservasi | Hutan Suaka Alam / Suaka Margasatwa Tanjung Peropa (Luas: 38.937 Hektare) |
| Jarak dari Kota Kendari / Bandara | ± 60 – 70 kilometer ke arah tenggara (1,5 – 2 jam perjalanan darat) |
| Harga Tiket Air Terjun Moramo (Lokal) | Rp10.000 per orang (belum termasuk retribusi parkir kendaraan) |
| Harga Tiket Wisatawan Mancanegara | Rp20.000 – Rp50.000 per orang |
| Jam Operasional | Setiap Hari (Senin – Minggu), pukul 07.00 – 17.00 WITA (maksimal keluar area 18.00 WITA) |
| Rekomendasi Durasi Kunjungan | 2 – 3 jam di lokasi air terjun (total setengah hari pergi-pulang dari Kendari) |
Catatan Jujur Soal Fasilitas di Lapangan (Reality Check)
Kami gak mau cuma kasih cerita manisnya aja, Sobat Travels ID. Secara umum, fasilitas dasar di kawasan Desa Wisata Sumbersari Konawe Selatan ini sudah memadai: ada parkiran luas yang muat bus maupun mobil, mushola, balai desa, gazebo di sepanjang jalur trekking, serta toilet umum.
Tapi ada dua kekurangan yang wajib kamu antisipasi:
Pertama, gak ada warung makan di titik air terjun! Di sepanjang jalur trekking hutan sejauh 1,5 km sampai ke puncak air terjun, kamu gak bakal menemukan satu pun penjual minuman atau makanan. Kios UMKM warga cuma ada di area luar dekat gerbang/parkiran, dan itu pun kadang banyak yang tutup kalau kamu datang di hari kerja (weekdays).
Kedua, kondisi ruang ganti di atas cukup sederhana. Toilet dan kamar bilas yang berada di dekat area air terjun terkadang kurang terawat dan lembap. Kalau kamu tipe yang pemilih soal kamar mandi, trik paling nyaman adalah sudah memakai baju renang/dry-fit dari hotel sebagai dalaman, lalu baru bilas bersih saat turun kembali di area parkiran bawah atau di homestay warga.
Soal Penginapan: Di dalam hutan suaka alam tentu tidak ada hotel. Kalau kamu pengen menginap dekat lokasi, kamu bisa menyewa Homestay milik warga Desa Sumber Sari yang dikelola Pokdarwis dengan harga terjangkau, atau kembali menginap di hotel-hotel pusat Kota Kendari.
Rute dan Panduan Transportasi Menuju Air Terjun Moramo
Gimana cara paling gampang, aman, dan hemat buat sampai ke sana? Titik keberangkatan utamanya adalah Kota Kendari atau Bandara Haluoleo (KDI) yang letaknya memang sudah berada di wilayah Kabupaten Konawe Selatan. Kalau kamu terbang dari Jakarta (sekitar 2,5–3 jam penerbangan), Surabaya, atau Makassar, pilihlah penerbangan pagi hari.
Dari Kendari menuju Desa Sumber Sari (sekitar 60–70 km), kondisi jalan raya sebagian besar sudah beraspal mulus melewati pemandangan pedesaan dan perbukitan. Namun, mendekati wilayah Kecamatan Moramo, kami masih menemui beberapa titik jalan yang bergelombang dan berlubang.
Berikut perbandingan moda transportasi darat yang bisa kamu pilih sesuai gaya traveling kamu:
| Moda Transportasi | Rute & Titik Berangkat | Kelebihan & Kekurangan di Lapangan | Cocok Untuk |
| Sewa Mobil + Sopir Lokal | Bandara Haluoleo / Hotel Kendari langsung ke Parkiran Moramo | Paling praktis & aman. Sopir lokal hafal titik jalan berlubang, kamu bisa tidur di mobil setelah capek trekking, dan hemat kalau patungan (sharing cost) 4–6 orang. | Keluarga, rombongan teman, wisatawan luar pulau |
| Sewa Sepeda Motor | Pusat Kota Kendari langsung ke Parkiran Moramo | Paling hemat & fleksibel. Enak buat menikmati angin perbukitan Konawe Selatan, tapi wajib waspada cuaca hujan dan pastikan isi bensin full sejak dari Kendari. | Solo traveler, pasangan, backpacker |
| Angkutan Umum (Pete-Pete) + Ojek | Kota Kendari $\rightarrow$ Jalan Poros Desa Sumber Sari $\rightarrow$ Ojek ke Gerbang | Kurang praktis. Angkutan umum lokal jurusan Moramo/Lapuko hanya lewat di jalan raya desa. Kamu harus jalan kaki lagi 1–2 km atau ngojek ke loket, dan angkutan sore hari sangat jarang. | Petualang yang punya banyak waktu luang |
4 Insider Tips (Tips Rahasia) dari Tim Travels ID
Biar liburanmu ke Air Terjun Moramo gak berakhir zonk atau kerepotan di jalan, simpan 4 tips rahasia hasil pengalaman kami di lapangan ini:
Jangan Tertipu “Batu Bebas Lumut” Saat Memilih Alas Kaki: Memang benar tebing batu kapur di air terjunnya gak berlumut dan gak licin. Tapi ingat, jalur trekking sejauh 1,5 km menuju ke sana terbuat dari lantai keramik dan cor beton yang berada di bawah naungan pohon hutan yang lembap! Kalau habis turun hujan, lantai keramik di jalur jalan kakinya lumayan licin. Tetap pakai sandal gunung atau sepatu trekking anti-selip selama di perjalanan, lalu lepas saat kamu mau memanjat undakan air terjun.
Wajib Download Offline Maps Sebelum Keluar dari Kendari: Begitu kendaraanmu mulai masuk mendekati kawasan hutan Suaka Alam Tanjung Peropa, sinyal seluler dan internet bakal timbul-tenggelam bahkan hilang total di titik air terjun. Kalau kamu nyetir sendiri (lepas kunci) atau naik motor, pastikan sudah mengunduh peta offline rute Kendari–Moramo di ponselmu.
Rumus Waktu Terbaik (Datang Pagi di Hari Kerja & Pulang Sebelum Jam 16.30 WITA): Di akhir pekan (weekend), tempat ini jadi lokasi piknik favorit warga lokal sehingga kolamnya bakal penuh sesak. Datanglah pada hari biasa (weekdays) pukul 08.00–09.30 WITA. Selain sepi berasa kolam pribadi, cahaya matahari pagi di sela pohon bikin foto-fotomu magis banget. Pastikan juga kamu sudah turun dan meninggalkan parkiran maksimal pukul 16.30 WITA, karena jalan poros Moramo menuju Kendari sangat minim lampu penerangan jalan di malam hari.
Sedia Uang Tunai Kecil, Dry Bag, dan Payung Lipat: Karena sinyal internet susah di area loket, transaksi pembayaran harga tiket Air Terjun Moramo (Rp10.000/orang) dan parkir mutlak menggunakan uang tunai. Jangan lupa bawa dry bag atau waterproof pouch buat melindungi HP saat kamu memanjat ke undakan ke-7, plus payung lipat atau jas hujan tipis karena cuaca mikro di hutan hujan tropis bisa berubah mendadak.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Traveler (FAQ)
Di mana letak Air Terjun Moramo dan berapa jam dari Kota Kendari?
Air Terjun Moramo terletak di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jaraknya sekitar 60 hingga 70 kilometer dari pusat Kota Kendari maupun Bandara Haluoleo, dengan waktu tempuh berkendara darat sekitar 1,5 hingga 2 jam.
Kenapa bebatuan di Air Terjun Moramo tidak licin saat dipanjat?
Aliran air yang berasal dari Sungai Biskori di Pegunungan Tambolosu melewati batuan kapur (limestone) dan marmer dengan kadar kalsium serta sulfur alami yang sangat tinggi. Kandungan mineral ini mencegah tumbuhnya lumut di seluruh 67 undakan batu, sehingga permukaannya kesat dan aman dipijak langsung.
Berapa jauh jalan kaki dari parkiran ke lokasi utama Air Terjun Moramo?
Dari area parkir kendaraan, pengunjung harus berjalan kaki (trekking) menyusuri jalur hutan sejauh 1,2 hingga 2 kilometer (rata-rata 1,5 km) atau sekitar 20–30 menit perjalanan santai melewati jalan setapak berkeramik, jembatan gantung, dan anak tangga.
Berapa harga tiket masuk Air Terjun Moramo Agustus 2026?
Harga tiket Air Terjun Moramo untuk wisatawan domestik sangat terjangkau, yaitu Rp10.000 per orang, sedangkan untuk wisatawan mancanegara berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000 per orang. Kawasan wisata ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WITA.
Siap Menjelajahi “Nirwana dari Tanjung Peropa” Berikutnya?
Menjelajahi Air Terjun Moramo bukan cuma soal berburu foto instagramable di atas 67 undakan batu kapurnya, tapi juga soal merasakan langsung keajaiban ekosistem Suaka Alam Tanjung Peropa yang masih begitu murni. Perpaduan air sejuk yang mengalir di atas cadangan marmer raksasa, tarian ribuan kupu-kupu hutan, sampai hangatnya sambutan warga Desa Wisata Sumbersari Konawe Selatan bikin perjalanan 2 jam dari Kendari terbayar lunas tanpa sisa!
Satu pesan penting dari kami buat Sobat Travels ID yang mau ke sana: karena kita wajib membawa bekal makanan dan minuman sendiri ke dalam hutan, pastikan semua bungkus plastik dan botol minumanmu dibawa turun kembali, ya. Jangan tinggalkan apa pun selain jejak kaki di tanah Moramo.
Gimana, Sobat Travels ID? Udah siap memasukkan Air Terjun Moramo Sulawesi Tenggara ke dalam bucket list liburanmu tahun ini, atau jangan-jangan kamu udah pernah merasakan sendiri sensasi memanjat 7 kolam bidadarinya? Tulis cerita, pengalaman, atau pertanyaanmu di kolom komentar di bawah, ya! Jangan lupa share artikel ini ke travel buddy yang mau kamu ajak basah-basahan bareng ke Konawe Selatan!
Artikel Terbaru
Pernah gak sih kamu merasa penat banget sama bisingnya klakson kota dan tumpukan pekerjaan yang gak ada habisnya? Rasanya pengen kabur sejenak ke tempat yang cuma ada suara gemericik air, kicauan burung liar, dan udara [...]
Halo Sobat Travels ID! Pernah gak sih kepikiran bawa keluarga liburan ke Bali, tapi pas ngecek harga tiket pesawat berempat, langsung tarik napas panjang dan berujung tutup browser? Kebayang dong, tiket pesawat Jakarta-Bali saat musim [...]
Menemukan akomodasi yang pas untuk liburan keluarga di pusat kota Bandung sering kali menjadi dilema tersendiri. Di satu sisi, Anda menginginkan lokasi yang strategis dan dekat dengan pusat keramaian seperti Jalan Braga. Di sisi lain, [...]
Pulau Putri Belinyu Bangka : Salah Satu Pulau Terbaik dan Paling Populer di Bangka
Pantai Siuri : Pantai yang Sangat Unik Dengan Pasir Emas Berkilauan di Poso
Informasi harga tiket, penginapan, hotel, kuliner, jam buka dan fasilitas tempat wisata







