Sam Poo Kong Dilengkapi Patung Cheng Ho Tertinggi Di Dunia

Sam Poo Kong Dilengkapi Patung Cheng Ho Tertinggi Di Dunia

Pada pertengahan tahun 2011, patung Cheng Ho terbesar di dunia—tinggi 10,7 meter—dimasukkan ke dalam Kelenteng Sam Poo Kong, menambah keindahan arsitektur dan ornamennya. Berbagai pembenahan yang dilakukan telah menjadikan Kelenteng Sam Poo Kong sebagai tempat wisata yang harus dikunjungi di Semarang.

Kelenteng Sam Poo Kong mudah dijangkau karena berada di daerah Simongan, tidak jauh dari Tugu Muda. Tempat yang masih berfungsi sebagai tempat ibadah ini menawarkan wisata budaya, sejarah, dan arsitektur. Untuk menambah kesan, pengunjung dapat mengambil foto dengan pakaian adat Cina yang dapat disewa di lokasi.

Menurut situs web Pemerintah Kota Semarang, kompleks Sam Po Kong diperkirakan berdiri sejak abad ke-15 setelah Sam Po Tay Djien atau Zheng Ho, juga dikenal sebagai Laksamana Cheng Ho, tiba di Jawa dengan tujuan menjaga persahabatan. Pendataran dilakukan di pelabuhan Simongan pada awal abad ke-15.

Pada bulan Oktober 1724, memperingati pendaratannya dan mengucapkan terima kasih kepada Sam Po Tay Djien karena telah melindungi penduduk dari bahaya. Dilaporkan dua puluh tahun sebelumnya bahwa petir menyambar gua yang dianggap sebagai tempat tinggal sebelumnya Sam Po. Tak lama kemudian, gua tersebut dibangun kembali. Di dalamnya, Sam Po dan empat anak buahnya, yang dibawa dari Tiongkok, tinggal. Pada perayaan tahun 1724, emperan di depan gua juga dibangun.

Perbaikan kedua dilakukan pada tahun 1879 setelah perbaikan pertama. Ini diprakarsai dan didanai oleh hartawan Oei Tjie Sien, bapak dari Oie Tiong Ham. Hoo Yam Loo, pemegang pakta madat yang merugi, meninggalkan wilayah tersebut. Tidak jelas apa yang ditambahkan pada renovasi kedua ini, karena hanya setelah selesai kompleks tersebut akan dibuka untuk umum.

Atas inisiatif Lie Hoo Soen, kompleks Sam Po dipugar kembali pada tahun 1937. Setelah itu, ada beberapa penambahan, seperti taman suci, gapura, dan selasar yang disebut Pat Sian Loh sebagai penghubung antara Klenteng Sam Po dengan bagian makam Kyai Jurumudi. Komplek Sam Po menerima listrik pada zaman pendudukan Jepang, tetapi sejak saat itu, tempat itu tidak terawat.

Pada tahun 1950, bagaimanapun, perbaikan dilakukan lagi; gapura beton baru dibuat agar lebih kokoh, taman bunga di halaman belakang klenteng dengan dua paseban bernama Wie Wan Ting dan Tiang Lok Ting, dan dua pat kwa ting, atau gazebo berbentuk segi delapan.

Pada awal tahun 1800-an, sebelum penyempurnaan yang dilakukan pada tahun 2011, kompleks tersebut telah dibangun dengan fokus pada gerbang klenteng dan ruang pemujaan lainnya, serta sarana akomodasi dan lainnya. Sejarah panjang itulah yang memungkinkan Sam Poo Kong menjadi apa yang dia sekarang.

Leave A Comment