Pulau Manado Tua Titik Menyelam Terbaik Di Taman Laut Bunaken Manado
Pulau Manado Tua adalah salah satu dari gugusan pulau yang membentuk Taman Nasional Bunaken di Sulawesi Utara, Indonesia. Pulau ini dapat dicapai dengan kapal motor dalam waktu sekitar satu jam dari Kota Manado, dengan jarak sekitar 10 mil laut. Selain Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua juga menawarkan pesona bawah laut yang memukau dan keindahan alam yang khas. Salah satu daya tarik utama adalah daratannya yang berbentuk gunung, dengan puncak menjulang hingga 655 meter di atas permukaan laut (Mdpl).
Terletak di Teluk Manado, Pulau Manado Tua masuk dalam wilayah Kecamatan Bunaken Kepulauan, Kota Manado. Pulau ini memiliki luas sekitar 89.065 hektar dan garis pantai sepanjang 12.280 meter. Uniknya, pulau ini berbentuk gunung yang berstatus aktif, dengan puncak yang mencapai ketinggian 655 mdpl, serta tanda-tanda aktivitas gunung berapi yang ditemukan pada kedalaman 150 kaki di bawah laut.
Sejarah Pulau Manado
Sejarah Pulau Manado Tua sangat kaya, dikenal sejak tahun 1514 sebagai asal mula peradaban di Kota Manado. Penduduk awal pulau ini adalah suku Minahasa dan imigran dari Filipina, yang kemudian pindah ke wilayah Wenang, yang sekarang dikenal sebagai Kota Manado, pada tahun 1523. Nama “Manado Tua” mulai digunakan setelah tahun 1682, saat wilayah daratan Wenang di Minahasa yang menghadap pulau ini diberi nama Manado.
Kisah Masa Kolonial di Pulau Manado Tua
Pulau Manado Tua, yang terletak di Sulawesi Utara, Indonesia, dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dan situs sejarah penting di wilayah Bumi Nyiur Melambai. Pulau ini merupakan salah satu dari lima pulau yang membentuk Taman Nasional Bunaken, bersama dengan Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage, dan Pulau Nain. Terletak di sebelah barat laut Kota Manado, pulau ini dapat dicapai melalui perjalanan perahu dari kota tersebut.
Nama “Manado Tua” bermakna “Manado Tua” secara harfiah dalam Bahasa Indonesia, melambangkan sejarah panjang pulau ini sebagai lokasi pemukiman kuno jauh sebelum berkembangnya Kota Manado modern. Pulau ini dianggap sebagai cikal bakal Kota Manado, dengan kepercayaan masyarakat lokal bahwa nenek moyang mereka berasal dari pulau ini.
Pulau Manado Tua telah menjadi tempat pemukiman manusia selama berabad-abad. Bukti arkeologis menunjukkan adanya jejak pemukiman kuno yang mungkin telah ada sejak zaman prasejarah. Suku Minahasa, kelompok etnis asli Sulawesi Utara, dikenal telah tinggal di pulau ini sejak lama, mengembangkan kehidupan berbasis pertanian dan perikanan, serta memanfaatkan tanah subur dan kekayaan laut yang melimpah di sekitar pulau.
Pada era kolonial, Manado Tua menjadi pusat perdagangan penting. Lokasinya yang strategis di jalur pelayaran antara Asia dan Eropa menjadikannya sebagai titik persinggahan kapal-kapal dagang. Pulau ini juga merupakan bagian dari wilayah yang diperebutkan oleh kekuatan kolonial seperti Portugis, Spanyol, dan Belanda. Belanda akhirnya berhasil menguasai wilayah ini, dan menjadikannya bagian dari Hindia Belanda.
Selama Perang Dunia II, Manado Tua dan sekitarnya menjadi medan pertempuran antara pasukan Sekutu dan Jepang, berkat posisinya yang strategis di Laut Sulawesi. Setelah perang, pulau ini kembali di bawah kontrol Indonesia.
Kini, Pulau Manado Tua dikenal sebagai destinasi wisata utama di Sulawesi Utara. Keindahan alamnya, terutama terumbu karang yang spektakuler dan kehidupan laut yang beragam, menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Pulau ini juga menjadi bagian penting dari Taman Nasional Bunaken, yang didirikan pada tahun 1991, untuk melindungi ekosistem laut dan terumbu karang di sekitarnya.
Daya Tarik Pulau Manado Tua
1. Gunung Berapi Bawah Laut
Pulau Manado Tua mungkin dikenal oleh banyak orang karena puncaknya yang berbentuk gunung tidak aktif, namun daya tarik sebenarnya tersembunyi di bawah permukaan lautnya. Di kedalaman sekitar 150 meter, terdapat gunung berapi yang masih aktif, memberikan nuansa menantang bagi para penyelam. Struktur gunung berapi ini memiliki kemiringan bervariasi, mulai dari 5 hingga 30 meter, menciptakan lingkungan bawah laut yang dinamis. Selain itu, kawasan ini dibelah oleh dinding karang yang megah dengan kedalaman antara 25 hingga 40 meter, memanjang hingga dasar laut. Di sekitar gunung berapi ini juga terdapat gua-gua besar yang menambah keindahan dan kompleksitas ekosistem bawah laut. Para penyelam dapat menjelajahi gua-gua ini, menikmati pemandangan menakjubkan sekaligus keunikan geologi kawasan tersebut. Semua elemen ini menjadikan Pulau Manado Tua sebagai destinasi yang kaya akan keindahan alam dan tantangan bagi penggemar diving.
2. Perairan yang Dilindungi
Perairan di sekitar Pulau Manado Tua dikenal karena kejernihannya yang luar biasa, berkat tidak adanya polusi atau limbah, yang biasanya merusak ekosistem laut. Pulau ini mendapatkan perlindungan ketat dari berbagai jenis aktivitas penangkapan ikan yang dapat merusak, termasuk penangkapan ikan dengan pancing dan penggunaan bahan peledak yang merusak terumbu karang. Perlindungan ini diterapkan melalui regulasi ketat yang melarang segala bentuk penangkapan ikan yang dapat mengancam keragaman hayati lautnya. Selain itu, terumbu karang di sekitar pulau ini dipantau dan dijaga dengan baik oleh berbagai organisasi konservasi dan pemerintah, memastikan bahwa habitat penting ini tetap utuh dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Hal ini menjadikan Pulau Manado Tua sebagai surga bawah laut yang ideal bagi para penyelam dan pecinta alam yang mencari pengalaman laut yang murni dan tidak terganggu.
3. Keanekaragaman Biota Laut
Di Pulau Manado Tua terdapat biota laut yang jarang dijumpai, seperti berbagai jenis ikan hias, dugong, dan lumba-lumba. Selain itu, puluhan jenis terumbu karang yang menawan juga menambah daya tarik pulau ini. Airnya yang jernih membuat pemandangan bawah laut semakin indah dan mengundang banyak wisatawan.
4. Berkaitan dengan Suku Bowontehu
Pulau Manado Tua juga memiliki sejarah yang berkaitan dengan Suku Bowontehu, yang diperkirakan sudah ada di pulau ini sejak tahun 1623. Dahulu, pulau ini dihuni oleh Suku Bowontehu dan dikenal sebagai Manarow, yang merupakan etnis Sangir Tua.
5. Wisata Sejarah
Selain menawarkan wisata alam yang indah, Pulau Manado Tua juga menyediakan wisata sejarah. Di puncak gunung besar di pulau ini terdapat peninggalan sejarah penting berupa tiga tugu yang menurut beberapa sumber merupakan penanda makam raja-raja Bawontehu. Terdapat beberapa tokoh penting yang dimakamkan di sini, termasuk Raja Mokodkedug, Wulrangkalrangi, dan Mokodompis.
6. Wisata Alam
Pulau Manado Tua tidak hanya menawarkan keindahan bawah laut yang memikat, tetapi juga menyimpan berbagai potensi menarik di darat yang patut dieksplorasi. Pulau ini memiliki hutan lindung yang menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna endemik, yang menjadikannya tempat ideal bagi para pencinta alam dan pengamat satwa liar. Selain itu, Pulau Manado Tua juga dihiasi oleh sejumlah pantai eksotis yang menawarkan panorama menakjubkan dan keunikan masing-masing. Pantai Raja (Apeng Datu) dan Pantai Istana Wakil Raja (Apeng Gugu) dikenal dengan pasir putihnya yang lembut dan air laut yang jernih. Pantai Apeng Salah dan Batu Layar (Batu Senggo) menambah daftar destinasi yang wajib dikunjungi dengan formasi batuan yang khas dan pemandangan yang instagramable.
7. Pemandangan dari Atas Gunung
Dari puncak gunung, para pengunjung dapat menikmati pemandangan lampu-lampu yang menyala pada malam hari serta matahari terbit di pagi hari. Dari ketinggian ini, bentuk Pulau Bunaken tampak menyerupai kapak dan terlihat dengan jelas Kota Manado di kejauhan.
Meskipun kedua spot ini sangat menarik untuk dijelajahi, sangat disayangkan bahwa sudah satu tahun tidak ada wisatawan yang mengeksplorasi gunung Manado Tua.
8. Kekayaan Hutan Manado Tua
Hutan di sekitar Gunung Manado Tua memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa dan kaya akan tanaman budidaya. Beberapa tanaman yang dominan di area ini meliputi kelapa, pala, cengkeh, singkong, dan pisang, serta berbagai jenis tanaman hortikultura lainnya. Penduduk setempat memanfaatkan tanaman-tanaman ini sebagai sumber utama mata pencarian mereka. Misalnya, kelapa diolah menjadi kopra, minyak kelapa, dan berbagai produk turunan lainnya, sementara pala dan cengkeh sering kali dijual sebagai rempah-rempah berkualitas tinggi. Singkong diolah menjadi tepung tapioka atau produk makanan sehari-hari, sedangkan pisang sering dijual baik dalam kondisi segar maupun diolah menjadi berbagai camilan khas. Selain bercocok tanam, masyarakat juga terlibat dalam kegiatan lain seperti perikanan dan pariwisata, membuat ekonomi di sekitar Gunung Manado Tua cukup beragam dan dinamis.
9. Keanekaragaman Hayati Pulau Manado Tua
Biota Laut
Biota laut yang ditemui di sekitar pulau ini antara lain:
-
- Bobara
- Ikan kelelawar
- Tuna
- Ikan kuning
- Ikan kupu-kupu
- Angel fish
- Raja bao
- Ikan pari
- Ikan kakak tua
- Barakuda sirip hitam
- Ikan napoleon
- Ikan badut
- Big emperors
Di beberapa titik penyelaman juga kadang-kadang dijumpai hiu ekor putih, hiu abu-abu, dan hiu martil.
Terumbu Karang di Pulau Manado Tua
Terumbu karang di perairan Pulau Manado Tua ditemukan dari kawasan dangkal hingga kedalaman lebih dari 50 meter di sepanjang lereng landai. Karang-karang tersebut menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan, anemon, bintang laut, dan udang.
| Baca : Rumah Alam Manado Adventure Park : Atraksi, Aktivitas & Harga Tiket 2025
Akses dan Pendakian
Untuk mencapai Pulau Manado Tua, diperlukan perjalanan laut selama kurang lebih dua jam. Sementara itu, pendakian ke puncak gunung dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam hingga mencapai signase “Manado Tua Island”.
Gunung Manado Tua sangat cocok bagi para pemula yang ingin mencoba olahraga hiking. Meskipun jalurnya menantang, jarak pendakian yang harus ditempuh adalah 1.500 meter, memberikan sensasi adrenalin yang sebanding dengan track pendakian lainnya.
Ada beberapa jalur yang bisa dilalui pendaki menuju puncak Manado Tua. Jalur pendakian yang dimulai dari Kelurahan Manado Tua II memiliki panjang jalur sejauh 1.500 meter hingga mencapai area signage. Sedangkan, jalur pendakian dari Kelurahan Manado Tua I hingga ke signage panjangnya sekitar 2.300 meter. Sepanjang perjalanan, pendaki akan disuguhi pemandangan indah Teluk Manado serta pemandangan punggung Pulau Bunaken.
| Baca : Danau Ranowangko Tempat Wisata Alternatif Di Tomohon
Wisata di Sekitar Pulau Manado Tua
Pulau Manado Tua berada dekat dengan pulau-pulau lain seperti Bunaken, Siladen, Mantehage, dan Naen yang bersama-sama membentuk kawasan Taman Laut. Di kawasan Pulau Manado Tua, terdapat lima lokasi penyelaman, yaitu:
- Muka Gereja (Bualo)
- Negeri
- Tanjung Kopi
- Pangalingan
- Benny’s Point
Hanya penyelam berlisensi yang diperbolehkan menyelam di kawasan ini karena arus perairan yang cukup kuat.
Wisata Darat
Selain wisata bawah laut, Pulau Manado Tua juga memiliki sejumlah objek wisata darat, di antaranya:
- Hutan lindung
- Kawasan kuburan Raja Mokodokek, Raja Mokodompis, dan Raja Wulangkalangi
- Pantai Raja atau Apeng Datu, bekas istana Raja Manakalangi
- Pantai Apeng Gugu, pantai istana wakil raja
- Pantai Apeng Salah
- Batu Senggo atau Batu Layar
- Batu Kadera
- Pangilolong atau batu tempat peristirahatan
- Bua Alo, ibu kota kelurahan Manado Tua
Di bagian lain pulau ini, terdapat Batu Kadera, sebuah batu yang sering dimanfaatkan sebagai tempat istirahat lokal (Pangilolong). Kawasan ini dikenal sebagai tempat yang cocok untuk bersantai sambil menikmati suasana alami. Pusat pemerintahan lokal berada di Bua Alo, yang juga dikenal sebagai Bualo, ibu kota Kelurahan Manado Tua Dua. Kawasan ini penting sebagai pusat administrasi dan juga memiliki daya tarik tersendiri dengan suasana pedesaannya yang tenang dan ramah. Semua elemen ini menjadikan Pulau Manado Tua sebagai destinasi yang kaya akan keindahan alam dan kebudayaan, menarik bagi wisatawan yang mencari pengalaman liburan yang komprehensif dan berkesan.
Pulau Manado Tua adalah permata tersembunyi yang menawarkan perpaduan sempurna antara keindahan bawah laut yang memukau, kekayaan alam daratan yang terjaga, serta pesona budaya lokal yang unik. Dengan perairannya yang jernih dan kehidupan laut yang beragam, pulau ini menjadi surga bagi para penyelam dan pecinta alam. Keberadaan hutan lindung dan pantai-pantainya yang eksotis semakin menambah daya tarik destinasi ini bagi para wisatawan. Ditambah lagi, keramahan penduduk lokal dan keunikan tempat-tempat bersejarah seperti Bua Alo atau Batu Kadera memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Semua keistimewaan ini membuat Pulau Manado Tua menjadi pilihan sempurna bagi mereka yang mencari liburan yang kaya akan petualangan, keindahan, dan ketenangan.