Taman Nasional Ujung Kulon: Deskripsi, Sejarah dan 12 Tempat Wisata
Wisata Taman Nasional Ujung Kulon Banten merupakan Taman Nasional pertama di Indonesia yang diresmikan UNESCO tahun 1991 dan juga sebagai warisan alam dunia yang dilindunginya. Taman Nasional Ujung Kulon Banten terletak di ujung Pulau Jawa Bagian Barat dengan luas 122.965 hektar. Tempat ini meliputi Gunung Krakatau dan beberapa pulau kecil seperti Pulau Peucang dan Pulau Handeuleum. Batas tersebut di mulai dari Ujung Kulon sampai dengan Samudra Hindia.
Taman Nasional Ujung Kulon juga merupakan habitat asli Badak bercula satu yang menjadi lambang dan binatang yang dilindungi. Awalnya, Taman Nasional Ujung Kulon Banten merupakan kawasan pertanian, namun pada tahun 1883 terjadi letusan gunung Krakatau yang menghancurkan kawasan oleh gelombang Tsunami dengan ketinggian sekitar 15 meter.
Untuk pertama kalinya, Taman Nasional Ujung Kulon Banten diperkenalkan ke masyarakat luas oleh seorang ahli Botani asal Jerman yang bernama F.Junghun tahun 1848 dimana kawasan tersebut merupakan laboratorium flora dan fauna yang sangat kaya sebelum terjadinya letusan Gunung Krakatau.
Secara letak geografis dan administratif, objek wisata Taman Nasional Ujung kulon Banten ini berada dalam dua kecamatan yaitu, kecamatan Sumur dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten. (06˚52’17”S 105˚02’32E) dan (06˚30’43”S 105˚37’37”E) merupakan letak secara geografisnya.
Ekosistem daratan yang terdiri dari Hutan Hujan Tropik dengan dataran rendah meliputih Gunung Honje, Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Peucang dan Pulau Panaitan. Ekosistem perairan laut yang terdiri dari berbagai jenis dan karakter terumbu karang meliputi wilayah perairan Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Handeuleum, Pulau Peucang dan Pulau Panaitan.
Dan yang terakhir adalah ekosistem Pesisir Pantai yang merupakan kawasan Hutan Mangrove yang banyak ditemukan di sana, tepatnya di bagian timur laut Semenanjung Ujung Kulon. Dari ketiga tipe dan karakter ekosistem yang ada, terdapat hubungan ekologi yang tidak dapat terpisahkan dan satu sama lain saling ketergantungan dalam menumbuhkan dan membangun proses ekologi alam yang sempurna.
Berdasarakan karakter dan tipe ekosistem yang ada di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon Banten, beberpa jenis tumbuhan dapat ditemukan di sana. Itulah sebabnya Taman Nasional Ujung kulon juga dijadikan sebagai laboratorium hidup yang kaya dan berkarakter.
Hutan yang terdapat di Taman Nasional ini juga memiliki beraneka ragam jenis tanaman, seperti Jukut Kiara, Kanyere Laut, Tarum Laut, Pandan Duri, dan Pandan Bidur adalah jenis tanaman lain yang tumbuh di dekat garis pantai. Lebih dalam lagi, di hutan pantai juga bisa ditemukan tanaman Cente, Waru, Waru Laut, Babakoan, Taritih, Pulus, Langkap, dan gebang. Bahkan di pantai bagian selatan dapat di temukan jenis tanaman seperti Ketapang, Kampis Cina, Nyamplung, Poh-pohan, Malapari, Cantigi Laut dan Lampeni. Semua jenis tumbuhan tersebut hidup subur sejauh mata memandang.
Tentu saja bila berpergian ke daerah Pantai kita kan menemukan jenis tanaman Mangrove, selain berfungsi sebagai penahan dan pemecah gelombang laut, Hutan Mangrove juga bisa mencegah terjadinya abrasi laut. Tanaman Mangrove dapat ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon Banten dengan berbagai jenis, seperti Pasi-padi, apai-api, bakau-bakau, Bogem, dan Pedada serta terkadang dapat ditemukan jenis Paku laut yang tumbuh di perairan payau, biasanya akan tumbuh subur di muara sungai Payau.
Hutan hujan tropik yang meliputi dataran rendah Unjung Kulon seperti Pulau Peudang, Pulau Panaitan dan Gunung Honje bisa dikunjungi sembari melihat berbagai jenis tanaman seperti Langkap, Nibung, aren, Sayar, Jambe, Bingbing, Rotan, Kaman, dan gebang serta beberapa jenis tumbuhan tropik lainya.
Fauna yang hidup di kawasan wisata Taman Nasional Ujung Kulon Banten salah satunya adalah Badak Jawa, hewan bercula satu ini dengan kulit tebal dan kaku merupakan identitas dan hewan yang dilindungi. Di samping itu, kita juga dapat menemukan berbagai jenis hewan yag hidup di sana seperti Surili, Owa Jawa, anjing Hutan, Banteng Rusa, Babi Hutan dan beberapa predator seperti Macan Tutul, Macan Dahan, Luwak dan masih banyak lagi.
Keberadaan mereka semakin hari semakin berkurang dan hampir punah. Bahkan dari beberapa jenis hewan dapat dikatakan musnah. Oleh sebab itu, penting untuk dilakukan penjagaan yang ketat dalam menjaga ekosistem di Taman Nasional tersebut. Untuk alasan itulah kenapa taman nasional ini didirikan, sekaligus menyadarkan kita semua bahwa hewan haruslah dijaga keberadaannya.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, disebutkan bahwa kawasan Taman Nasional sangatlah luas dan terdiri atas berbagai macam pulau dengan karakter yang berbeda-beda, di antaranya ada Pulau Panaitan yang terletak di ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, gulungan ombak yang besar membuat karakter dari pulau tersebut sangat cocok sebagai wahana Surfing. Dengan luas 17.000 hektar yang dipisakan oleh selat sempit, pulai Panaitan menawarkan keindahan alam yang berbeda dengan pulau lain yang berada di kawasan Taman nasional. Di pulau ini pun terdapat sebuah Arca Ghanesa beserta benda-benda unik lainnya.
Pulau lainnya adalah Pulau Handeuleum yang memiliki luas area wisata kurang lebih 220 hektar. Pulau ini juga memilki keistimewan berupa banyaknya hewan rusa dan hutan mangrove yang subur sehingga bisa menjadi pemandangan alam yang tidak membosankan. Di pulau ini kita juga bisa mengunjungi Sungai Cigenter dengan menggunkan Kano untuk menuju kawasan Padang rumput di kawasan Cikabeumbeum. Jika Anda mengunjungi Taman Nasional yang satu ini, Anda akan memperoleh liburan yang menarik, mendidik, dan mengasyikkan, bukan?
| Baca: Green Canyon Pangandaran: Ulasan, Harga Tiket Maret 2025, dan Hotel Terdekat
Tempat Wisata Ujung Kulon Pangandaran
Taman Nasional Ujung Kulon, yang terletak di ujung barat pulau Jawa, menawarkan serangkaian kegiatan wisata yang memikat bagi para pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Berikut adalah deskripsi lengkap dan detail dari sembilan tempat wisata utama di Taman Nasional Ujung Kulon yang dapat dijelajahi:
- Pulau Peucang
Pulau ini dijuluki sebagai ‘Dream Island’ oleh pengunjung karena keindahannya yang memukau. Pulau ini menawarkan aktivitas snorkeling dan diving untuk menikmati keindahan alam bawah laut yang kaya akan karang dan ikan-ikan tropis. Para wisatawan juga bisa berinteraksi dengan rusa dan monyet ekor panjang yang berkeliaran bebas di pulau. Tersedia penginapan dan visitor centre yang memudahkan pengunjung yang ingin menginap. Selain itu, terdapat aktivitas hiking menuju Karang Copong di bagian utara pulau untuk menikmati matahari terbenam. Para pengunjung dapat menikmati banyak paket trip dengan beragam fasilitas seperti penginapan, makan 5 kali sehari, barbeque, snorkeling, dan lain-lain. Tarif rata-rata untuk menikmati keindahan Pulau Peucang adalah sekitar Rp 750.000 per orang. - Pulau Badul
Dikenal sebagai pulau dengan ukuran mini, Pulau Badul memberikan sensasi memiliki pulau pribadi bagi pengunjungnya. Terletak masih dalam satu wilayah dengan Pulau Peucang, pengunjung harus menyewa speedboat dan berenang sekitar 25 meter melewati terumbu karang untuk sampai ke pulau ini. - Padang Penggembalaan Cidaon dan Cibunar
Setelah menyeberangi Pulau Peucang dengan boat, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar 250 meter untuk sampai ke padang penggembalaan ini. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan banteng yang sedang merumput dan burung merak, terutama di pagi hari. Untuk keamanan, pengamat diharapkan menggunakan teropong dari menara pandang. Spot ini juga menawarkan pemandangan matahari terbenam yang menawan. Tempat ini ideal bagi penyuka trekking. Jalur trekking dari Cidaon ke Cibunar melintasi hutan pantai dan hutan hujan dataran rendah alami dimana pengunjung dapat melihat beragam burung dan vegetasi. Sesampai di Cibunar, pengunjung akan disuguhi pemandangan banteng yang merumput seperti di Cidaon - Pantai Daplangu
Destinasi wisata ini terletak dekat dengan pintu masuk wisata Ujung Kulon, di Desa Sumur. Pantai Daplangu dapat dicapai tanpa perlu menyewa perahu. Di dekat pantai ini terdapat Villa Sarang Badak yang menawarkan penginapan dengan harga terjangkau. - Gua Sanghyang Sirah
Tempat wisata sejarah ini berkaitan dengan legenda Kiansantang dari Kerajaan Pajajaran. Selama bulan Maulid dan Muharram, gua ini sering dikunjungi oleh banyak peziarah. - Kepulauan Handeuleum
Terdiri dari beberapa pulau kecil, kepulauan ini menawarkan hutan bakau dan kekayaan biota seperti burung dan reptil. Aktivitas kayaking di sungai-sungai seperti Sungai Cigenter tepat dilakukan di sini, dengan highlight pada pemandangan air terjun bertingkat di ujung sungai. - Pulau Panaitan
Pulau ini terkenal dengan spot penyelamannya di perairan yang jernih dan tawarkan keindahan pantai yang juga cocok untuk surfing, terutama di lokasi bernama One Palm Point. - Pulau Oar
Pulau ini menawarkan keaslian alam yang belum tersentuh oleh tangan manusia. Mengunjungi Pulau Oar menjanjikan pemandangan yang tak akan mengecewakan. Perjalanan ke pulau ini dimulai dari Desa Sumur dengan menyewa perahu nelayan lokal dengan biaya sekitar Rp 200.000, belum termasuk biaya snorkeling. - Sumber Air Panas Cibiuk
Di lokasi ini, pengunjung dapat mandi di air panas yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Letaknya tak jauh, hanya dua kilometer dari Tamanjaya. - Sungai Cigenter
Menggunakan sampan untuk menjelajahi Sungai Cigenter menawarkan petualangan yang memacu adrenalin. Perjalanan dimulai dari Desa Paniis, Pandeglang, dengan menyewa perahu lokal seharga Rp 1.500.000 untuk pulang pergi. Pengunjung bisa merasakan seperti berada di hutan Amazon dengan kemungkinan bertemu ular dan hewan liar lainnya. - Habitat owa Jawa di Curug Cikacang
Tempat ini penting untuk penelitian dan pendidikan lingkungan karena dihuni oleh owa Jawa serta menyediakan habitat untuk berbagai spesies lainnya. Aktivitas utama di sini adalah trekking dan pengamatan satwa. - Pulau Umang
Terakhir, Pulau Umang menawarkan pasir putih yang bersih dan air laut yang bening seperti kristal. Lokasinya yang berada di sebelah Pulau Oar membuat kedua pulau ini dapat dikunjungi bergantian. Pulau Umang ideal bagi mereka yang mencari ketenangan dan keindahan alam.
| Baca: Pulau Burung Serang: Surga Burung Migrasi & Nikmati Kuliner di Rumah Apung
Taman Nasional Ujung Kulon ini menawarkan kombinasi unik dari petualangan alam, interaksi satwa, serta pengalaman budaya yang menjadikan kunjungan ke sana tak terlupakan.