Pernahkah kamu merasa penat dengan rutinitas kota yang bising, lalu membayangkan berdiri di padang terbuka yang sunyi dengan angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah?
Bayangkan aroma rumput basah bercampur tanah kapur yang khas seusai gerimis, hamparan bukit hijau bergelombang sejauh mata memandang, dan birunya langit tanpa sekat gedung bertingkat. Rasanya seperti ditarik masuk ke dunia dongeng masa kecil yang damai.
Nah, tempat seperti itu benar-benar ada di dunia nyata. Kenalkan, Bukit Teletubbies Nusa Penida.
Destinasi ini adalah kawasan perbukitan kars unik di Desa Tanglad, Nusa Penida Timur, Kabupaten Klungkung, Bali. Bukit ini menyuguhkan deretan gundukan tanah membulat berbalut padang rumput alami yang persis dengan latar serial legendaris empat boneka warna-warni era 90-an.
Bosan dengan pantai berpasir putih atau tebing karang terjal yang membuat lutut gemetar? Bukit Teletubbies Nusa Penida menawarkan pelarian visual yang menyegarkan mata sekaligus menenangkan jiwa.
Berikut catatan perjalanan lengkap dan jujur dari kami saat menjelajahi perbukitan ajaib ini!
Rahasia Nama di Balik Gundukan Hijau: Dari Bukit Gamal, Bukit Bluhbuh, Sampai Teletubbies
Kebayang gak, sebelum dinamai seperti serial kartun anak-anak, tempat ini punya sejarah lokal yang sangat bersahaja?
Penduduk asli di Desa Tanglad dan Desa Sekartaji sejak dulu mengenalnya dengan nama Bukit Gamal. Alasan penamaannya sederhana: perbukitan ini dulunya dipenuhi rimbunnya pohon gamal. Sejak berpuluh tahun lalu, para peternak lokal mendaki bukit setiap pagi untuk memangkas daun gamal sebagai pakan sapi, kambing, dan babi peliharaan mereka.
Menariknya, bukit ini tercatat secara formal dalam data inventaris pariwisata daerah sebagai Bukit Bluhbuh. Jadi, kalau kamu mengobrol dengan tetua desa atau petugas setempat, nama Bukit Bluhbuh dan Bukit Gamal Nusa Penida terasa jauh lebih akrab di telinga mereka.
Lalu, bagaimana bisa mendadak berubah jadi Bukit Teletubbies?
Semuanya bermula ketika seorang wisatawan sedang menjelajahi pelosok timur pulau ini. Terpukau oleh lanskap gundukan bulat hijau yang berderet rapi, ia memotret dan mengunggahnya ke internet.
Warganet langsung heboh karena bentuknya identik dengan bukit rumah Tinky Winky, Dipsy, Laa-Laa, dan Po. Sejak saat itu, julukan Bukit Teletubbies melekat erat dan mengubah ladang pakan ternak tenang ini menjadi magnet wisata dunia.
Magisnya Lanskap: Sensasi Berdiri di Atas Batok Kelapa Raksasa
Saat kami pertama kali menjejakkan kaki di puncaknya, satu kata yang langsung terucap: magis.
Secara geologis, bukit-bukit di sini terbentuk dari batuan kapur dengan lapisan tanah pucuk yang tipis. Formasinya unik karena berbentuk kubah setengah lingkaran sempurna, mirip tempurung atau batok kelapa terbalik. Di sela-sela gundukan, terdapat lembah-lembah cekung yang mempertegas lekukan alamnya.
Di antara hamparan rumput, kamu masih bisa menemukan vegetasi lokal yang tumbuh liar. Ada pohon jambu mete dan pohon juwet (duwet) yang sesekali berbuah lebat saat musimnya tiba.
Berdiri di salah satu puncak tertingginya memberikan sensasi pandangan 360 derajat yang luar biasa. Dari kejauhan, kamu bisa melihat atap rumah penduduk desa berpadu harmonis dengan birunya selat laut Nusa Penida.
Bahkan saat langit benar-benar cerah tanpa kabut di pagi buta, siluet megah Gunung Rinjani di Pulau Lombok tampak berdiri anggun di batas cakrawala timur. Sungguh pemandangan langka yang bikin merinding!
Hijau Berseri vs Savana Eksotis: Kapan Waktu Paling Pas ke Sini?

Formasi bukit kapur melingkar tertutup vegetasi hijau di Bukit Teletubbies Nusa Penida, membentang asri melintasi Desa Tanglad hingga batas cakrawala laut. | Google Map/Kontributor Maruf Hasan
Banyak orang mengira bukit ini selalu hijau sepanjang tahun. Faktanya tidak begitu.
Tampilan Bukit Teletubbies Nusa Penida sangat bergantung pada perputaran musim:
Musim Hijau Zamrud (Desember – Februari): Ini adalah musim penghujan saat rumput tumbuh sangat lebat, segar, dan berkilau. Bukit benar-benar terlihat seperti karpet beludru hijau raksasa. Waktu terbaik kalau kamu mengincar foto persis seperti di film kartun.
Musim Savana Cokelat (Mei – Oktober): Memasuki puncak musim kemarau, rumput akan mengering secara alami. Warnanya bertransformasi menjadi cokelat keemasan eksotis. Suasananya berubah drastis mirip padang savana di Sumba atau Afrika. Tetap cantik, tetapi nuansanya sangat berbeda.
Kapan pun kamu datang, hindari datang tepat tengah hari antara pukul 11.00 sampai 14.30 WITA. Panasnya menusuk kulit karena tidak ada pepohonan rimbun untuk berteduh di atas bukit. Datanglah saat golden hour pagi (05.30–07.30 WITA) untuk menikmati semburat fajar, atau sore hari (16.30–18.00 WITA) untuk berburu momen matahari terbenam yang romantis.
Rute Bukit Teletubbies: Perjalanan Laut Berombak hingga Jalur Darat Berliku
Untuk mencapai surga tersembunyi ini, perjalanan kita terbagi menjadi dua etape: menyeberangi laut dan menyusuri daratan Nusa Penida.
1. Menyeberang dari Daratan Utama Bali
Pilihan paling umum adalah menaiki fast boat dari Pelabuhan Sanur di Denpasar. Waktu tempuhnya sekitar 30 sampai 45 menit menembus ombak Selat Badung dengan tiket sekitar Rp100.000 hingga Rp175.000 per orang.
Alternatif lain, kamu bisa menyeberang lewat Pantai Kusamba di Klungkung dengan waktu tempuh laut lebih singkat (sekitar 25–30 menit). Bagi penjelajah hemat anggaran yang ingin menyeberangkan sepeda motor sendiri, ada opsi kapal feri roro dari Pelabuhan Padang Bai dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.
2. Menyusuri Rute Darat ke Desa Tanglad
Setibanya di pelabuhan pulau (baik di Banjar Nyuh, Toyapakeh, maupun Sampalan), perjalanan darat dimulai menuju Desa Tanglad di perbatasan Dusun Julingan dan Dusun Sedehing. Jaraknya berkisar antara 22 hingga 30 kilometer.
Membutuhkan waktu berkendara sekitar 45 menit hingga 1 jam. Aspal jalan utama saat ini sudah terbangun cukup mulus. Namun, kamu harus tetap ekstra waspada karena jalurnya sempit, berkelok-kelok tajam, dan memiliki tanjakan curam khas perbukitan kapur.
Kebayang gak sensasi berkendara di sini? Lelah? Banget. Jalannya bergelombang dan bikin pegal. Tapi begitu melihat siluet gundukan bukit menyapa di depan mata, semua lelah langsung terbayar lunas.
Skuter Matic vs Sewa Mobil: Mana yang Lebih Cocok?
Setiap pilihan transportasi darat punya plus-minusnya sendiri:
Sewa Motor (Mulai Rp80.000 – Rp100.000/hari): Pilihan favorit bagi traveler berjiwa petualang. Mengendarai motor terasa sangat fleksibel, gesit menembus jalan sempit, dan bisa parkir tepat di bibir bukit. Pastikan rem motor berfungsi prima dan kamu sudah terbiasa melibas medan berliku.
Sewa Mobil dengan Sopir (Mulai Rp500.000 – Rp650.000/hari): Pilihan paling bijak jika kamu berlibur bersama keluarga, membawa anak-anak, atau ingin tetap segar tanpa bermandi debu dan sengatan terik matahari. Pengemudi lokal umumnya sangat hafal karakter jalan dan bisa merangkap sebagai penunjuk arah sekaligus fotografer andalanmu.
Berapa Biaya dan Tiket Masuk Bukit Teletubbies?
Liburan ke sini tidak akan menguras kantong. Destinasi ini termasuk salah satu titik wisata paling terjangkau di seantero pulau.
Tiket Masuk Bukit Teletubbies: Rp10.000 per orang.
Biaya Parkir: Rp5.000 untuk motor maupun mobil.
Jam Buka: Terbuka selama 24 jam setiap hari (tidak ada pintu gerbang tertutup).
Catatan penting: siapkan uang tunai (cash) pas di dompet!
Jangan berharap bisa memakai kartu debit atau scan QRIS di sini. Mengapa? Kawasan Desa Tanglad masih sering mengalami blank spot atau gangguan sinyal internet seluler. Uang tunai adalah penyelamat utama.
Bagi wisatawan mancanegara, pastikan pula telah menyelesaikan kewajiban retribusi turis asing (tourist levy) resmi sesuai regulasi pemerintah Provinsi Bali yang dikelola melalui portal Love Bali.
Menyelipkan Bukit Teletubbies dalam Wisata Nusa Penida Timur
Agar liburanmu efisien, jangan jadikan bukit ini sebagai satu-satunya tujuan. Posisikan bukit ini dalam satu rangkaian paket penjelajahan wisata Nusa Penida Timur.
Berikut susunan rute harian yang biasa kami jalani:
Pagi (08.00 – 11.30): Menuruni anak tangga spektakuler di Pantai Diamond (Diamond Beach) dan bersantai menikmati deburan ombak di Pantai Atuh.
Siang (12.00 – 13.30): Mengunjungi spot ikonik Rumah Pohon Molenteng dan panorama Raja Lima (Thousand Islands), lalu makan siang boga bahari segar ditemani segelas teh serai lokal hangat khas pulau.
Sore (15.30 – 17.30): Menutup petualangan dengan duduk santai, piknik, dan menikmati embusan angin senja di hamparan Bukit Teletubbies Nusa Penida.
Urutan ini sangat ideal karena Bukit Teletubbies menjadi tempat paling nyaman untuk mendinginkan badan setelah lelah menapaki ratusan anak tangga tebing pantai.
Rekomendasi Tempat Menginap Terdekat
Kalau kamu berniat mengejar fajar (sunrise) di bukit tanpa harus bangun tengah malam dari area pelabuhan, menginaplah di area sekitar perbukitan timur.
Beberapa pilihan akomodasi yang menarik:
Pini Sentana Village: Berlokasi di Sekartaji (hanya sekitar 2,2 km atau 5 menit berkendara dari bukit). Akomodasi bernuansa pedesaan asri dengan balkon kamar yang langsung menghadap pemandangan hijau. Tarifnya mulai Rp500.000-an per malam.
Sundance Residence: Vila privat modern di Batukandik (sekitar 3,9 km dari lokasi). Pilihan mewah lengkap dengan kolam renang pribadi, cocok untuk liburan santai keluarga dengan tarif mulai Rp2.000.000-an.
Batang Golden Hills Villa & Restaurant: Penginapan bergaya pondok kayu (cottage) di Pejukutan (sekitar 7 km dari bukit). Menyuguhkan pemandangan perbukitan dari dalam kamar dengan tarif terjangkau mulai Rp200.000–Rp300.000-an.
4 Tips Rahasia Menaklukkan Bukit Teletubbies (Biar Gak Nyesel!)
Sebelum tancap gas ke sana, simak beberapa tips penting dari pengalaman lapangan kami berikut:
Unduh Peta Offline Sebelum Berangkat: Sinyal ponsel pintar sering hilang timbul begitu kamu memasuki kawasan perbukitan Desa Tanglad. Unduh peta luring (offline maps) di ponsel sejak masih berada di pelabuhan agar tidak kebingungan di persimpangan jalan desa.
Bawa Bekal Air Minum Sendiri: Di kaki bukit hanya ada beberapa warung kecil milik warga dengan menu yang sangat terbatas (kebanyakan hanya mie instan dan air kemasan kecil). Jangan lupa bawa tumbler air mineral yang cukup agar tidak dehidrasi saat berjalan ke puncak bukit.
Pilih Warna Baju yang Berani: Mau fotomu tampak standout dan langsung mencuri perhatian? Hindari memakai baju warna hijau gelap atau cokelat tanah. Gunakan warna-warna kontras seperti putih bersih, kuning cerah, atau merah cabai agar sosokmu terlihat menonjol di tengah hamparan bukit.
Gunakan Sepatu dengan Sol Beralur Kasar: Permukaan bukit dilapisi tanah kapur dan rumput liar yang licin, terutama jika terkena embun pagi atau sisa gerimis. Tinggalkan sandal jepit atau sepatu berhak; kenakan sepatu olahraga atau sandal gunung yang nyaman untuk melangkah mantap di medan miring.
Melangkah di atas gundukan Bukit Teletubbies Nusa Penida menghadirkan kedamaian tersendiri yang sulit dicari di tempat lain. Lanskapnya sederhana, tetapi memiliki daya pikat magis yang sanggup membuat kita terdiam mengagumi kebesaran alam semesta.
Pastikan bukit bergelombang ini masuk ke dalam daftar rencana perjalananmu saat menyeberang ke Nusa Penida nanti. Jangan lupa selalu jaga kebersihan dengan membawa pulang sampahmu sendiri ya!
Bagaimana, Sobat Travels ID? Kamu lebih tertarik berkunjung saat musim rumput hijau segar atau padang savana keemasan? Tulis rencana perjalanan dan pertanyaanmu di kolom komentar di bawah, yuk kita diskusikan bersama!
Artikel Terbaru
Bukit Teletubbies di Nusa Penida : Trekking yang Paling Populer di Bali
Museum Kereta Api Ambarawa : Tempat Mengenal Lebih Dalam Sejarah Kereta Api di Indonesia
Pernah gak sih kamu jauh-jauh liburan untuk cari ketenangan, tapi malamnya malah gak bisa tidur gara-gara suara knalpot brong dari jalan raya? Atau sebaliknya, kamu pengen wisata kuliner malam sambil jalan kaki santai, eh ternyata [...]
Pernah gak sih kamu merasa penat banget sama bisingnya klakson kota dan tumpukan pekerjaan yang gak ada habisnya? Rasanya pengen kabur sejenak ke tempat yang cuma ada suara gemericik air, kicauan burung liar, dan udara [...]
Halo Sobat Travels ID! Pernah gak sih kepikiran bawa keluarga liburan ke Bali, tapi pas ngecek harga tiket pesawat berempat, langsung tarik napas panjang dan berujung tutup browser? Kebayang dong, tiket pesawat Jakarta-Bali saat musim [...]
Menemukan akomodasi yang pas untuk liburan keluarga di pusat kota Bandung sering kali menjadi dilema tersendiri. Di satu sisi, Anda menginginkan lokasi yang strategis dan dekat dengan pusat keramaian seperti Jalan Braga. Di sisi lain, [...]







