Kayangan Api Bojonegoro: Mengungkap Seribu Kisah di Balik Sumber Api Abadi
Menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Bojonegoro, Jawa Timur, terdapat sebuah fenomena alam yang memukau sekaligus memancarkan aura mistis, yaitu Kayangan Api. Tersembunyi di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, objek wisata ini lebih dari sekadar destinasi alam; ia adalah perpaduan sempurna antara keindahan geologi, kedalaman sejarah, dan nuansa spiritual yang kental.
Pesona Alam dan Mistis Kayangan Api
Dikenal sebagai “Sumber Api Abadi,” Kayangan Api merupakan fenomena geologi dimana gas alam bermunculan dan terbakar secara alami dari dalam tanah melalui rekahan. Uniknya, api ini tidak pernah padam, menunjukkan kekuatan alam yang luar biasa dan misterius. Asal-usul api ini sekaligus menambah nilai mistis, dikaitkan dengan Empu Supa, seorang empu terkenal dari zaman Majapahit. Konon, api abadi ini muncul setelah Mbah Kriyo Kusumo, seorang pendeta yang diangkat menjadi Empu Majapahit, membawa pulang api dari tengah hutan dan menyalakannya di lokasi yang kini dikenal sebagai Kayangan Api. Ketika itu, lokasi ini juga dijadikan sebagai tempat untuk membuat berbagai benda pusaka, seperti Keris Jangkung Luk Telu Blong Pok Gonjo, tombak, dan cundrik, menjadikan area ini tidak hanya penting secara spiritual tapi juga historis.n yang sakral terhadap Kayangan Api, mengaitkan lokasi ini dengan doa, harapan, dan pusaka. Kepercayaan ini bukan tanpa alasan, sejarah mencatat keberadaan lokasi ini sebagai tempat penting pada masa lalu, khususnya terkait dengan pembuatan berbagai benda pusaka yang kini dikenal sebagai warisan budaya.
Menyatu dengan Alam di Kayangan Api
Suasana alam sekitar Kayangan Api sangat menenangkan, dengan hutan hijau yang membentang luas menambah keasrian lokasi. Pada saat senja, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan api abadi yang menjadi lebih menawan, lengkap dengan pertunjukkan seni yang diadakan setiap bulan purnama atau prosesi pengambilan api semangat pada hari jadi Bojonegoro.
Meski belum tersedia fasilitas penginapan di lokasi, berbagai akomodasi di Kota Bojonegoro siap menyambut para wisatawan. Keperluan makan pun dapat terpenuhi dari warung-warung di sekitar lokasi, atau pengunjung bisa membawa bekal sendiri untuk menikmati waktu lesehan di alam terbuka.
Pengalaman Spiritual dan Wisata Alam
Selain nilainya sebagai objek wisata alam, Kayangan Api juga memegang peranan penting secara spiritual. Tempat ini dianggap keramat dan banyak dijadikan tujuan ziarah bagi mereka yang mencari berkah, pencarian spiritual, atau sekadar ingin merasakan kedamaian alam.
Berbagai upacara adat dan ritual sering dilaksanakan di sini, misalnya Jumenengan Ngarsodalem Hamengku Buwono X dan acara nyadranan. Keberadaannya juga mendukung aktivitas wisata spiritual, menghubungkan para pengunjung dengan tradisi-tradisi yang telah dilestarikan turun-temurun.
Akses dan Fasilitas
Objek wisata ini terbuka 24 jam setiap hari, dengan biaya masuk sebesar Rp 8.500 per orang, yang sudah termasuk asuransi jiwa. Kendaraan bisa parkir dengan biaya Rp 2.000 untuk roda dua dan Rp 10.000 untuk kendaraan roda empat. Meskipun belum tersedia fasilitas penginapan di lokasi, pengunjung dapat memilih menginap di area kota yang tidak jauh dari lokasi. Untuk keperluan makan, tersedia warung-warung kecil atau Anda bisa membawa bekal sendiri untuk menikmati sambil lesehan di sekitar pusat api abadi.
| Baca :Panduan Wisata ke Bukit Pelalangan Arosbaya Madura: Harga Tiket, Rute dan Tips
Rute Menuju Kayangan Api: Bagi Anda yang tertarik untuk mengunjungi, Dapat ditempuh dengan simpel dari inti Kota Bojonegoro, Kayangan Api berada dalam jarak kurang lebih 12,9 kilometer, yang mana hanya membutuhkan waktu kira-kira 22 menit untuk perjalanannya. Jalur yang bisa diambil meliputi Jalan Ngasem-Bubulan, Jalan Aipda Rawi, dan Jalan Sunan Gunung Jati. Lokasi ini menawarkan persinggahan yang tak hanya menghubungkan Anda dengan alam, tapi juga dengan sejarah dan spiritualitas.
Kayangan Api Bojonegoro adalah perwujudan nyata dari harmoni antara manusia dan alam, sejarah dan masa kini, dunia nyata dan spiritual. Menyaksikan api yang tidak pernah padam merupakan pengalaman yang mengingatkan kita akan daya kehidupan yang tak terbatas. Perjalanan ke Kayangan Api tidak sekadar wisata, melainkan pelajaran berharga tentang kebesaran alam dan warisan leluhur yang patut kita lestarikan.