Temukan Otentik Budaya Bali dan Keramahannya di Desa Wisata Penglipuran

Published On: 08/10/2024

Desa Wisata Penglipuran merupakan destinasi wisata yang terletak di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 112 Hektar dengan rincian penggunaan wilayah meliputi 50 Hektar untuk lahan pertanian, 45 Hektar hutan bambu, 4 Hektar hutan kayu, 9 Hektar pemukiman, 4 Hektar tempat suci, dan fasilitas umum. Desa ini berada pada ketinggian 600-650 meter dari permukaan laut, sehingga memiliki suhu udara yang sejuk, sangat pas untuk dijadikan tempat berwisata.

Penglipuran cukup strategis, terletak sekitar 60 km dengan waktu tempuh 1 jam 30 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Jumlah penduduk di desa ini per Januari 2021 adalah 1.111 orang dengan 277 kepala keluarga, dan mata pencaharian penduduknya sangat beragam, mulai dari perajin, pedagang souvenir, kuliner, pertanian, pengelola homestay, karyawan, PNS, pemandu wisata, dan pelaku pariwisata lainnya. Kehidupan masyarakatnya sangat kental dengan nilai-nilai adat istiadat, gotong royong, dan kearifan lokal yang berlandaskan konsep Tri Hita Karana, yang menggarisbawahi keharmonisan dalam kehidupan.

Sejarah Desa Penglipuran

Desa Adat Penglipuran diperkirakan telah ada sejak zaman Kerajaan Bangli, kurang lebih 700 tahun yang lalu. Nama Penglipuran berasal dari kata “pengeling” yang berarti pengingat dan “pura” yang berarti tempat atau tanah leluhur. Asal-usul penduduk Desa Penglipuran berkisah tentang para leluhur mereka yang berasal dari Desa Bayung Gede, Kintamani, yang melakukan perjalanan dan beristirahat di wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Penglipuran.

Daya Tariknya

Merupakan destinasi wisata yang terkenal di Bali, dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Lokasi ini menjadi favorit wisatawan lokal dan mancanegara karena keindahan, kebersihan, dan keunikan budayanya.

Daya Tarik Desa Wisata Penglipuran

  1. Desa Terbersih di Dunia: Penglipuran mendapat julukan sebagai desa terbersih di dunia, disupport oleh berbagai penghargaan di bidang lingkungan dan pariwisata.
  2. Tata Ruang Tri Mandala: Desa mengikuti konsep Tri Mandala, dibagi menjadi tiga wilayah: Utama Mandala (wilayah suci), Madya Mandala (tempat tinggal penduduk), dan Nista Mandala (area pemakaman).
  3. Kawasan Desa Wisata:berada di tanah seluas 112 hektar, yang meliputi lahan pertanian, hutan bambu, hutan kayu, pemukiman, tempat suci, dan fasilitas umum.
  4. Adat Budaya: Penglipuran juga dikenal dengan ritual keagamaan dan festival budayanya yang menarik wisatawan.
  5. Kuliner Khas: Keunikan kuliner seperti Loloh Cemcem dan Tipat Cantok menjadi hal yang wajib dicoba.

Fasilitas di Desa Wisata Penglipuran

  • Areal Parkir
  • Anjungan Tunai Mandiri (ATM)
  • Gedung Pertemuan
  • Warung makan dan Kafe
  • Toilet Umum
  • Toko Oleh-oleh Souvenir
  • Outbound
  • Spot Foto instagramble dan Selfie Area
  • Wifi Area

Atraksi Wisata

Menawarkan atraksi wisata dalam bentuk Wisata Budaya, yang mencakup pelajaran tentang gamelan Bali, tarian Bali, dan berbagai tradisi budaya Bali lainnya dengan harga akses sekitar Rp 25.000.

Akomodasi

Untuk akomodasi, sampai dengan informasi terakhir yang diberikan, belum terdapat homestay yang tersedia di Desa Wisata Penglipuran.

Suvenir

Suvenir yang ditawarkan di Desa Wisata ini di antaranya adalah “Minuman Loloh Cemcem” dan “Klepon Ketela” dengan harga Rp 5.000.

Lokasi Desa Penglipuran

Terletak wilayah Kabupaten Bangli, Bali, tepatnya di Kecamatan Bangli, dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berjarak sekitar 60 kilometer. Perjalanan menuju ke sana menggunakan mobil membutuhkan waktu sekitar 1 jam dan 30 menit.

Untuk mencapai Desa Wisata ini dari daerah Gianyar di Bali, Anda harus mengarahkan kendaraan ke daerah Bangli. Setibanya di ujung jalan utama di Bangli, belokkan kendaraan ke kiri. Tidak jauh dari titik belokan tersebut, Anda akan menemukan Jalan Penglipuran yang merupakan pintu masuk ke Desa Wisata Penglipuran

Untuk transportasi, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau sewa kendaraan karena akses publik mungkin tidak langsung menuju lokasi. Alternatifnya, beberapa pengunjung memilih untuk menggunakan jasa tour yang sudah termasuk transportasi ke Desa Penglipuran dalam paket wisatanya.

Harga Tiket Masuk Maret 2025 Desa Penglipuran

Untuk mengakses Desa wisata ini, wisatawan domestik harus membayar Rp 15.000 bagi orang dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak berusia di atas dua tahun. Sedangkan, wisatawan asing ditarik biaya sebesar Rp 30.000 untuk dewasa dan Rp 25.000 untuk anak-anak. Perlu diingat, biaya masuk ini dapat mengalami perubahan sehingga penting untuk selalu mengupdate informasi terbaru.
as Seru

  1. Mengunjungi Pura dan Belajar tentang Budaya
  2. Merasakan Jadi Penduduk Lokal dengan Menginap di Rumah Penduduk
  3. Mencicipi Kuliner Khas
  4. Membuat Kerajinan Tangan dari Bambu
  5. Menjelajah Hutan Bambu

Desa Wisata Penglipuran menawarkan pengalaman unik berlibur di Bali dengan menyelami keindahan alam, kekayaan budaya, serta keramahan penduduknya. Selalu ingat untuk menjaga kebersihan dan menghormati adat istiadat setempat saat berkunjung.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda yang berencana berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran, Bali.