Waduk Selorejo Sebagai Taman Wisata dan Info Tiket Masuk 2025
Waduk Selorejo adalah sebuah destinasi wisata yang menawarkan pemandangan alam yang indah serta berbagai kegiatan rekreasi yang menyenangkan. Terletak di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Malang, Jawa Timur, waduk ini berada di bawah kaki Gunung Kelud dan memiliki luas sekitar 650 hektare. Waduk pertama kali dibangun selama penjajahan Jepang dan hanya memiliki ketinggian 600 mdpl.ini tidak hanya berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air melalui PLTA Selorejo, tapi juga sebagai lokasi rekreasi yang populer.
Sejarah dan Fungsi Waduk Selorejo
Pembangunan Waduk Selorejo dimulai pada tahun 1963 oleh Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur, menjadi proyek monumental karena menerapkan teknik grouting sebagai metode untuk mencegah kebocoran, sebuah pendekatan pertama di Indonesia. Dengan kedalaman grouting rata-rata mencapai 30 meter, teknik ini menjamin integritas struktural bendungan, memastikan efisiensi dan keamanan operasionalnya.
Pada tahun 1965, untuk memudahkan proses pembangunan, Dinas Pengairan bekerja sama dengan Waskita Karya dalam pembuatan bendungan pembantu dan terowongan pengelak. Proyek kemudian diambil alih oleh Proyek Brantas pada tahun 1967, dan pencapaian penting terjadi pada 22 Desember 1970 dengan penyelesaian bendungan pembantu dan terowongan pengelak, dan pembangunan dirampungkan di tahun 1972 dengan total biaya mencapai Rp 3,997 milyar.
Fungsi dan Manfaat
Bendungan ini bukan sekadar waduk biasa; ia dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian seluas sekitar 5.700 hektar, meliputi daerah Pare dan Jombang, mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut. Selain itu, dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Selorejo yang memiliki kapasitas 4,5 MW, dirancang oleh Soejoedi Wirjoatmodjo, Waduk Selorejo memenuhi sebagian kebutuhan listrik di Malang dan sekitarnya.
Dampak Erupsi Gunung Kelud
Pada tahun 2014, erupsi Gunung Kelud membawa dampak signifikan bagi operasional Waduk Selorejo. Meskipun PLTA Selorejo terhenti sementara karena penutupan kompleks bendungan akibat erupsi, Waduk Selorejo berhasil mempertahankan peran vital dalam pengelolaan air dan pembangkit listrik untuk Jawa Timur, termasuk mendukung operasional PLTA Mendalan dan PLTA Siman di Kabupaten Malang.
Keindahan Alam
- Pemandangan Alam: Waduk Selorejo dikelilingi oleh pegunungan, memberikan pemandangan alam yang sangat indah, terutama pada saat matahari terbit atau terbenam.
- Udara Segar: Karena lokasinya yang berada di kawasan dataran tinggi, Waduk Selorejo memiliki udara yang segar dan menyejukkan, cocok untuk melepas kepenatan dari hiruk-pikuk kota.
Aktivitas di Waduk Selorejo
Di Waduk Selorejo, pengunjung bisa melakukan berbagai aktivitas seperti:
- Pemancingan: Pengunjung dapat membawa alat pancing sendiri dan menikmati pemancingan di pinggir waduk.
- Berperahu: Tersedia berbagai jenis perahu untuk disewa, termasuk perahu motor dan dayung, yang menawarkan cara menyenangkan untuk menjelajahi waduk dan menikmati pemandangan gunung yang memukau.
- Jembatan Gantung: Bagi yang mencari sedikit adrenalin, berjalan di atas jembatan gantung di Waduk Selorejo bisa jadi pilihan tepat.
- Pulau Jambu: Sebuah pulau seluas 75 hektare yang dapat ditempuh dengan perahu motor. Di pulau ini, pengunjung dapat memetik dan memakan buah jambu biji sepuasnya atau membelinya untuk oleh-oleh.
- Camping di Waduk Selorejo: Pengunjung juga bisa camp di sekitar waduk. Area tersebut menyediakan tempat yang ideal untuk camping dengan menghidupkan api unggun dan melakukan kegiatan outdoor lainnya.
| Baca : Bendung Gerak Waru Turi Wisata Bendungan Gampengrejo
Tiket Masuk Taman Wisata Solorejo
- Tiket masuk: Rp 20,000 per orang
- Tarif parkir: Rp 3,000 untuk roda dua, 5000 untuk roda empat
- Tarif perahu mesin PP – Rp. 15.000
- Tarif perahu dayung PP – Rp. 10.000
- Harga tiket masuk ke pulau jambu – Harga Rp. 10.000 per orang
Jam Buka
Waduk Selorejo buka setiap hari, dari jam 07:00 hingga 17:00 WIB, yang menjadikannya destinasi yang tepat untuk menghabiskan hari bersama keluarga atau teman.
Fasilitas dan Akomodasi
- Area Piknik: Terdapat area piknik yang dilengkapi dengan gazebo dan tempat duduk untuk bersantai.
- Restoran dan Warung Makan: Sekitar waduk ada beberapa restoran dan warung makan yang menyajikan kuliner lokal, terutama menu ikan air tawar.
- Penginapan dan Villa: Jika ingin bermalam, ada beberapa pilihan penginapan dan villa dengan pemandangan langsung ke Waduk Selorejo.
| Baca : Harga Tiket Masuk Coban Tumpak Sewu Malang
Lokasi dan Akses
Waduk Selorejo terletak sekitar 48 kilometer dari pusat kota Malang, dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam perjalanan. Rute menuju lokasi bisa dimulai dari Jalan Raya Malang-Gempol, kemudian berlanjut ke jalur lokal menuju Kecamatan Ngantang.
Waduk Selorejo merupakan tempat yang ideal bagi mereka yang mencari ketenangan alam atau kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan alam di sekitar Malang. Dengan kombinasi keindahan alam, kegiatan rekreatif, dan fasilitas yang cukup lengkap, waduk ini menawarkan pengalaman liburan yang berkesan bagi setiap pengunjung.
Untuk menuju Waduk Selorejo yang beralamat di Sedawun, Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, berikut ini adalah beberapa rute yang bisa dipertimbangkan dari beberapa kota besar di Jawa Timur:
Dari Kota Malang:
- Melalui Kepanjen dan Pagak:
- Mulai dari pusat Kota Malang, ambil arah ke selatan menuju Kepanjen melalui Jalan Raya Ir. Soekarno atau Jalan Raya Kepanjen.
- Lanjutkan perjalanan ke selatan menuju Pagak; dari Pagak, ambil arah ke barat menuju Ngantang.
- Setibanya di Ngantang, lanjutkan perjalanan ke arah Waduk Selorejo yang terletak di Sedawun, Pandansari.
- Melalui Batu:
- Dari Malang, arahkan kendaraan ke arah Kota Batu melalui Jalan Raya Oro-oro Ombo atau Jalan Ir. Soekarno.
- Lanjutkan dari Kota Batu menuju Pujon, kemudian dari Pujon ke Ngantang.
- Setelah sampai di Ngantang, ikuti petunjuk arah menuju Waduk Selorejo di Sedawun, Pandansari.
| Baca : Harga Tiket Ujung Kulon Poncol Magetan
Dari Kota Surabaya:
- Melalui Gresik dan Lamongan (Jalur Utara):
- Mulai dari Surabaya, ambil arah ke barat menuju Gresik dan Lamongan melalui Jalan Nasional III atau Jalan Pantura.
- Ikuti Jalan Raya Babat-Jombang, lalu ambil arah selatan menuju Kedungadem dan Mojoagung.
- Lanjutkan dari Mojoagung menuju ke Kepanjen, Pagak, dan kemudian ke Ngantang.
- Dari Ngantang, ikuti petunjuk arah menuju Waduk Selorejo.
- Melalui Mojokerto dan Kertosono (Jalur Tengah):
- Dari Surabaya, arahkan kendaraan ke arah selatan menuju Mojokerto melalui Jalan Raya Mojokerto.
- Lanjutkan ke Kertosono, kemudian ambil jalur ke arah Pare dan Kediri.
- Dari Kediri atau Pare, lanjutkan ke arah Plosoklaten, lalu ke Wates dan Pagerwojo.
- Dari Pagerwojo, bergerak ke arah Ngantang, dan ikuti petunjuk arah menuju Waduk Selorejo.