Keraton Ratu Boko: Sejarah, Daya Tarik dan Tiket Masuk 2025

Published On: 04/12/2022

Keraton Ratu Boko, terletak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, adalah destinasi wisata yang unik karena menawarkan pengalaman berbeda dari kebanyakan tempat wisata di Yogyakarta. Berbeda dari pantai-pantai yang biasa memikat para pencinta sunset, Keraton Ratu Boko, yang terletak di Jalan Raya Piyungan – Prambanan Nomor 2, Gatak, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, menawarkan pemandangan matahari terbenam dengan latar belakang reruntuhan kerajaan masa lalu.

Sejarah dan Kultur

Keraton Ratu Boko bukanlah situs candi, melainkan reruntuhan sebuah kerajaan. Menurut legenda, situs ini adalah istana Ratu Boko, ayah dari Loro Jonggrang yang terkenal itu. Diduga dibangun pada abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra dari agama Buddha, sebuah prasasti bernama Prasasti Abhayagiriwihara, dari tahun 792 Masehi, mengungkapkan bahwa situs ini dibangun oleh Rakai Panangkaran. Situs ini kemudian dikuasai oleh raja-raja Mataram Hindu, yang menyebabkan bangunan di situs ini dipengaruhi oleh gaya Hindu-Buddha.

Mitos Candi Ratu Boko

Ratu Boko juga dikelilingi oleh mitos, dari sumber air yang dipercaya dapat membuat awet muda hingga kisah cinta yang dipercaya akan berakhir jika mengunjungi situs ini bersama pasangan. Mitos-mitos ini menambah nuansa mistis dan kisah menarik bagi pengunjung.

Kegunaan Candi Ratu Boko

Berbeda dengan persepsi umum, Candi Ratu Boko lebih mendekati fungsi sebagai keraton atau istana ketimbang candi sebagai tempat ibadah. Situs ini dulunya adalah pusat kehidupan, dengan penemuan struktur bangunan kayu, gapura, dan fragmen keramik menunjukkan aktivitas sehari-hari dari masa itu. Fungsi situs ini pun berubah seiring waktu, dari wihara Buddha berubah menjadi hunian seorang penguasa Hindu.

Daya Tarik dan Fasilitas

Terletak di bukit pada ketinggian 195.97 mdpl yang memiliki area seluas 25 hektare yang dipenuhi bangunan-bangunan historis. Salah satu ikon dari Keraton Ratu Boko adalah gerbang utamanya yang menjadi favorit pengunjung untuk menikmati sunset. Ada juga Alun-alun Ratu Boko yang merupakan area terbuka hijau, sering digunakan untuk berfoto karena keindahan dan suasana historisnya yang kental.

Selain itu beberapa candi melingkari sekitar istana Ratu Boko tersebut, misalnya saja Candi Ijo, Candi Baron, dan Candi Miri, secara historis, Candi Ratu Boko ini merupakan peninggalan Candi bercorak Hindu Budha yang dibangun sekitar abad 8 hingga ke 9, bagi anda yang sedang berpetualang, sangat wajib untuk berkunung ke Candi Ratu Boko ini dan menikmati pemandangan dan beragam situs yang di susuhkan dengan sangat cantik.

Tiket Masuk

Ada beberapa kategori tiket masuk Maret 2025 untuk Keraton Ratu Boko:

  • Wisatawan Nusantara (WNI)
    • Dewasa (usia 10 tahun ke atas): Rp 40.000
    • Anak-anak (usia 3-10 tahun): Rp 20.000
  • Paket Terusan dengan Candi Prambanan
    • Dewasa: Rp 85.000
    • Anak-anak: Rp 40.000
  • Paket Terusan dengan Candi Borobudur
    • Dewasa: Rp 75.000
    • Anak-anak: Rp 35.000
  • Rombongan Pelajar dan Mahasiswa
    • Dengan syarat surat dari institusi pendidikan dan minimal 20 orang: Rp 20.000 per orang.

Harga tiket sudah mencakup biaya premi asuransi sejumlah Rp 500 per orang.

| Baca: Keseruan Liburan dan Harga Tiket Masuk Candi Prambanan Terbaru

Jam Operasional

Buka setiap hari, pukul 07:00-17:00 WIB, memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati keindahan situs ini dari pagi hingga sore hari.

Alamat dan Rute Candi Ratu Boko

Untuk menuju Candi Ratu Boko yang terletak di alamat Jalan Piyungan – Prambanan Nomer 2, Dusun Gatak, Desa Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55715, berikut adalah beberapa rute yang bisa Anda ikuti tergantung dari titik keberangkatan Anda:

Dari Kota Yogyakarta:

  1. Menggunakan Kendaraan Pribadi atau Sewaan:
    • Mulai dari pusat Kota Yogyakarta, arahkan kendaraan Anda menuju ke timur mengikuti Jalan Solo hingga mencapai perempatan Jalan Ringroad Utara.
    • Belok kiri (timur) di Jalan Ringroad Utara dan ikuti jalan tersebut hingga Anda bertemu simpang tiga Jalan Pramuka.
    • Belok kanan ke Jalan Pramuka yang nantinya akan berubah menjadi Jalan Raya Solo – Yogyakarta.
    • Ikuti Jalan Raya Solo – Yogyakarta hingga Anda mencapai perempatan dengan lampu merah yang menandai perbatasan antara Kabupaten Sleman dan Kabupaten Klaten.
    • Candi Ratu Boko berada di kiri jalan sesaat sebelum perbatasan tersebut, ditandai dengan papan nama dan petunjuk arah.
  2. Menggunakan Transportasi Umum:
    • Dari Kota Yogyakarta, Anda bisa menggunakan Trans Jogja ke arah Terminal Prambanan.
    • Dari Terminal Prambanan, cari angkutan lokal atau ojek untuk membawa Anda langsung ke situs Candi Ratu Boko.

| Baca: https://travels.id/harga-tiket-masuk-coban-pelangi-malang

Dari Bandara Adisutjipto:

  1. Menggunakan Kendaraan Pribadi atau Sewaan:
    • Keluar dari area Bandara dan belok kanan ke Jalan Solo.
    • Ikuti instruksi serupa dari Jalan Solo seperti ketika berangkat dari Kota Yogyakarta.
  2. Menggunakan Trans Jogja:
    • Gunakan shuttle bus bandara menuju terminal bus terdekat dan pindah ke Bus Trans Jogja yang menuju Terminal Prambanan.
    • Kemudian, lanjutkan dengan angkutan lokal atau ojek ke Candi Ratu Boko.

Baik anda seorang penikmat sejarah, pecinta alam, atau fotografi, Keraton Ratu Boko adalah destinasi yang wajib dikunjungi untuk mengalami kekayaan budaya dan keindahan alam di Yogyakarta. Selain itu, fasilitas yang lengkap dan berbagai kategori tiket yang tersedia menjadikan tempat ini dapat diakses oleh berbagai kalangan pengunjung.