Daya Tarik Danau Segara Anak Gunung Rinjani – Sejarah, Rute Pendakian & Transportasi
Danau Segara Anak merupakan permata alami yang tersembunyi di ketinggian Gunung Rinjani, pulau Lombok, yang telah memikat hati para wisatawan baik lokal maupun internasional. Secara geografis, danau ini berlokasi di ketinggian kurang lebih 2.000 MDPL, dengan puncak Gunung Rinjani yang menjulang tinggi di ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut. Luas danau ini mencapai sekitar 1.100 hektare dengan kedalaman yang impresif, mencapai 230 meter.
Keberadaan Danau Segara Anak tidak lepas dari proses alam yang mengagumkan, yakni letusan besar Gunung Rinjani yang terjadi pada tahun 1257. Letusan tersebut menciptakan kaldera besar yang kemudian terisi air hingga membentuk danau seperti yang kita kenal sekarang. Uniknya, di tengah kaldera tersebut, terdapat anak Gunung Rinjani yang menambah pesona dan keunikannya.
Danau Segara Anak menjadi tujuan utama bagi para pendaki yang ingin menaklukkan Gunung Rinjani tidak hanya karena keindahan alamnya yang mempesona, tetapi juga karena tantangan dan pengalaman berharga yang ditawarkannya. Banyak pendaki yang memanfaatkan kesempatan berada di atas ketinggian ini untuk memancing, menyatu dengan alam, dan tentu saja menikmati pemandangan menakjubkan dari danau tersebut.
Di balik keindahan dan keanggunan Danau Segara Anak, tersimpan cerita mistis yang mengatakan adanya Dewi Anjani, sang penguasa Gunung Rinjani yang dipercaya bersemayam di tengah danau. Kepercayaan lokal ini menambah lapisan makna spiritual dan mistik pada keindahan alamiah danau.
Asal-usul nama Danau Segara Anak yang berarti “anak laut” diambil dari warna air danau yang kebiruan, mirip dengan warna air laut, sebuah karakteristik yang disematkan oleh bahasa Sasak. Danau ini terbentuk dari hasil aktivitas letusan Gunung Rinjani pada zaman purba, yang membentuk sebuah kaldera besar yang kemudian terisi air.
Keunikan dari danau ini lebih ditegaskan lagi dengan peristiwa alamiah pada tahun 1994, saat Gunung Rinjani meletus dan mengangkat permukaan Danau Segara Anak, sementara sebuah gunung baru yang diberi nama Gunung Barujari muncul. Keunikan inilah yang sempat terabadikan pada mata uang Rp 10.000 yang terbit pada tahun 1998.
Bagi para pendaki Gunung Rinjani, danau ini menjadi destinasi favorit, tidak hanya karena keindahannya, tapi juga karena kelimpahan ikannya. Danai ini merupakan salah satu ikon utama Taman Nasional Gunung Rinjani, yang memiliki luas areal mencapai 41.330 hektare.
Tradisi yang berkaitan dengan Danau Segara Anak sangat kaya, di antaranya adalah kepercayaan umat Hindu terhadap danau sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Terdapat pula keyakinan tentang adanya istana Dewi Anjani, penguasa Gunung Rinjani, di sisi danau. Selain itu, terdapat sebuah pohon tua yang diyakini memiliki kemampuan mengabulkan permintaan.
Tradisi tahunan yang diselenggarakan oleh masyarakat Hindu di sekitar danau adalah upacara Mulang Pakelem, yang bertujuan untuk memohon dan menjaga keharmonisan alam semesta. Upacara ini dilaksanakan pada purnama bulan kelima dengan rangkaian kegiatan termasuk penyembelihan hewan, melepaskan binatang ke alam liar, dan menenggelamkan benda-benda berharga ke dalam Danau Segara Anak. Tradisi ini merefleksikan konsep Tri Hita Karana, yang bertujuan agar manusia dapat hidup berdampingan dan harmonis dengan alam dan seringkali diikuti oleh umat Hindu dari berbagai daerah di luar Pulau Lombok.
Dengan airnya yang jernih dan pemandangan Gunung Barujari yang kecil namun gagah berdiri di tengahnya, Danau Segara Anak benar-benar menawarkan pengalaman yang tak tertandingi. Tidak mengherankan jika Gunung Rinjani beserta danau di kalderanya ini menjadi destinasi idaman bagi hampir semua pendaki gunung. Oleh karena itu, jika Anda adalah pencinta alam dan petualangan, merencanakan pendakian ke Gunung Rinjani dan menjelajahi Danau Segara Anak adalah sebuah keharusan.
Rute Pendakian Danau Segara Anak
Untuk mencapai Danau Segara Anak di Pulau Lombok, terdapat beberapa rute populer yang biasanya dipilih oleh para pendaki dan wisatawan, tergantung dari titik awal pendakian dan tingkat kesulitan rute yang diinginkan. Berikut ini adalah beberapa rute yang bisa Anda pilih:
1. Rute Sembalun
Rute ini dimulai dari Desa Sembalun di Lombok Timur, yang merupakan salah satu gerbang utama ke Gunung Rinjani. Rute Sembalun dikenal dengan medan yang relatif datar di awal perjalanan, kemudian meningkat menjadi lebih curam saat mendekati Puncak Rinjani. Setelah mencapai puncak, pendaki akan turun ke Danau Segara Anak. Rute ini cocok bagi mereka yang ingin meraih puncak Gunung Rinjani sebelum mengunjungi Danau Segara Anak.
2. Rute Senaru
Berawal dari Desa Senaru, rute ini lebih dikenal karena menawarkan pemandangan hutan yang lebat dan air terjun yang indah. Meskipun tidak langsung menuju ke puncak, rute Senaru memberikan akses ke Danau Segara Anak melalui perjalanan yang lebih menantang dengan medan yang menurun tajam menuju danau. Rute ini cocok untuk mereka yang lebih tertarik menikmati danau dan lingkungan sekitarnya ketimbang mendaki ke puncak.
3. Rute Torean
Rute Torean adalah pilihan bagi pendaki yang mencari alternatif selain dari Sembalun atau Senaru. Memulai dari Desa Torean, rute ini kurang populer tapi menawarkan jalur yang lebih tenang dan pemandangan alam yang tak kalah indah. Jalur ini juga langsung menuju Danau Segara Anak tanpa melewati puncak.
| Baca : Panduan Wisata Air Tiu Kelep dan Air Terjun Sendang Gile di Senaru Lombok
Tips Penting
Sebelum memutuskan untuk mengunjungi Danau Segara Anak, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
- Persiapan Fisik: Pastikan Anda dalam kondisi fisik yang prima karena medan yang akan dilalui bisa sangat menantang.
- Izin Pendakian: Dapatkan izin pendakian dari Taman Nasional Gunung Rinjani sebelum memulai perjalanan Anda.
- Pemandu Wisata: Mempekerjakan pemandu lokal sangat disarankan, terutama bagi Anda yang belum familiar dengan jalur pendakian di Gunung Rinjani.
- Perlengkapan: Bawa perlengkapan yang sesuai, termasuk pakaian hangat, tenda, perlengkapan mendaki, dan perbekalan cukup, karena cuaca bisa sangat dingin dan terdapat sedikit sampai tidak ada fasilitas di sepanjang jalur pendakian.
- Bersiap untuk Ketinggian: Danau Segara Anak Berada di ketinggian +/- 2.000 MDPL, sehingga risiko altitude sickness atau penyakit ketinggian patut untuk diwaspadai.
Selalu patuhi aturan dan petunjuk keselamatan selama pendakian untuk menjamin pengalaman yang menyenangkan dan aman menuju Danau Segara Anak.
Pendakian Gunung Rinjani melibatkan beberapa pos pendakian yang dilalui oleh para pendaki untuk mencapai puncak atau destinasi tertentu seperti Danau Segara Anak. Berikut adalah rangkuman pos-pos penting yang biasanya akan dilewati oleh pendaki melalui dua jalur populer: sembalun dan senaru.
Jalur Sembalun
Jalur Sembalun dimulai dari Sembalun Lawang dan dianggap sebagai jalur yang lebih mudah untuk mencapai puncak Gunung Rinjani. Jalur ini lebih terbuka dan menyajikan pemandangan sabana luas.
- Pos 1 (Pos Pemantauan): Pemberhentian pertama untuk istirahat, pos ini sebelumnya digunakan sebagai pos pemantauan.
- Pos 2 (Tengengean): Pendaki biasanya menggunakan pos ini untuk istirahat sejenak.
- Pos 3 (Pada Balong): Sebuah tempat istirahat yang lebih luas, sering digunakan untuk makan siang.
- Pos Ekstra (Pos 4/Cemara Lima): Peristirahatan tambahan sebelum mencapai Pelawangan Sembalun.
- Pelawangan Sembalun (Plawangan II): Merupakan base camp terakhir sebelum pendakian ke puncak. Dari sini, pendaki juga bisa turun ke Danau Segara Anak.
Jalur Senaru
Jalur Senaru dimulai dari desa Senaru dan lebih terkenal dengan hutan tropisnya yang lebat serta air terjun.
- Pos 1 (Pos Ekstra): Istirahat pertama setelah beberapa jam mendaki dari Senaru.
- Pos 2 (Montong Satas): Tempat istirahat, sering digunakan untuk makan siang.
- Pos 3 (Mondokan Lokak): Salah satu pos terakhir sebelum mencapai Pelawangan Senaru atau pintu masuk ke kawah Rinjani.
- Pelawangan Senaru (Plawangan I): Base camp sebelum turun ke Danau Segara Anak atau bagi yang ingin melanjutkan ke puncak melalui jalur lain.
Kedua jalur ini berkumpul di Danau Segara Anak. Bagi yang ingin mencapai puncak, biasanya akan melalui Pelawangan Sembalun, sementara pendaki yang ingin menuju danau atau mengeksplorasi area sekitarnya bisa menggunakan jalur Senaru. Sangat penting untuk memperhatikan kondisi fisik, cuaca, dan persiapan logistik sebelum memulai pendakian. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa kondisi dan nama pos bisa berubah tergantung pada kebijakan pengelola taman nasional atau kondisi alam, jadi selalu baik untuk memeriksa informasi terbaru sebelum perjalanan.
Transportasi
Untuk mencapai rute pendakian Sembalun di Gunung Rinjani, para pendaki atau wisatawan biasanya memulai perjalanan dari Kota Mataram, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat, atau dari Bandara Internasional Lombok. Berikut beberapa pilihan transportasi ke rute Sembalun:
Dari Kota Mataram atau Bandara Internasional Lombok
- Mobil Pribadi atau Sewaan: Ini merupakan pilihan yang paling nyaman. Anda dapat menyewa mobil dengan atau tanpa sopir. Waktu tempuh dari Kota Mataram ke Sembalun berjarak sekitar 3-4 jam perjalanan tergantung kondisi lalu lintas. Dari Bandara Internasional Lombok, waktu tempuh bisa sedikit lebih pendek tergantung pada rute yang diambil.
- Shuttle/Travel: Ada beberapa penyedia jasa travel atau shuttle yang menawarkan jasa transportasi dari Mataram atau dari Bandara Internasional Lombok ke Sembalun. Layanan ini bisa menjadi lebih ekonomis dan praktis, terutama jika Anda bepergian sendiri atau berdua.
- Ojek atau Sepeda Motor Sewaan: Bagi mereka yang mencari petualangan dan kebebasan bergerak, menyewa sepeda motor bisa menjadi pilihan. Memang, ini membutuhkan keterampilan mengendarai motor yang baik karena medan yang akan ditemui cukup beragam mulai dari jalan raya hingga jalanan curam menuju Sembalun.
- Angkutan Umum: Ini adalah opsi yang paling menantang karena memerlukan beberapa kali pergantian angkutan. Anda bisa mengambil bis dari Kota Mataram ke Aikmel atau Sapit, kemudian melanjutkan dengan angkutan desa ke Sembalun. Ini bisa menjadi pilihan bagi mereka yang memiliki budget terbatas dan ingin merasakan pengalaman lokal, namun perlu dipahami bahwa ini mungkin memakan waktu lebih lama dengan kenyamanan yang minimal.