Bagi Anda yang mencari petualangan di tengah hutan hujan tropis Kalimantan tanpa harus pergi terlalu jauh, Bukit Bangkirai adalah jawabannya. Terletak strategis di antara Balikpapan dan Samarinda—dan kini dikenal sebagai salah satu ekowisata di “Serambi IKN”—kawasan konservasi seluas 1.500 hektar ini menawarkan pengalaman alam yang otentik.
Dikelola oleh PT Inhutani I, Bukit Bangkirai bukan hanya hutan biasa. Ini adalah rumah bagi pohon-pohon raksasa, satwa liar, dan yang paling terkenal, jembatan gantung (Canopy Bridge) pertama di Indonesia.
Apakah Anda siap memacu adrenalin sambil menikmati “paru-paru dunia”? Simak panduan lengkap kami.
🌳 Daya Tarik Utama: Apa yang Membuat Bukit Bangkirai Istimewa?
Kunjungan ke Bukit Bangkirai tidak lengkap tanpa merasakan tiga pesona utamanya.
1. Jembatan Tajuk (Canopy Bridge): Ikon Pemicu Adrenalin
Inilah magnet utama Bukit Bangkirai. Jembatan gantung ini menawarkan sensasi berjalan di ketinggian, setara dengan puncak pohon-pohon raksasa.
Status Ikonik: Jembatan ini adalah yang pertama di Indonesia, kedua di Asia, dan kedelapan di dunia.
Spesifikasi: Membentang sepanjang 64 meter, jembatan ini digantung pada ketinggian 30 hingga 40 meter di atas permukaan tanah.
Struktur: Jembatan ini menghubungkan 5 pohon Bangkirai raksasa, dengan konstruksi baja anti karat dan papan kayu yang didatangkan dari Amerika Serikat.
Keamanan: Pengelola menerapkan standar keamanan yang ketat. Jembatan akan ditutup jika kecepatan angin melebihi 30 mil/jam, dan pengunjung harus memiliki tinggi minimal 1 meter serta dilarang menggunakan sandal atau sepatu hak tinggi.
2. Hutan Hujan Tropis dan Pohon Bangkirai Raksasa
Sesuai namanya, kawasan ini adalah rumah bagi Pohon Bangkirai (Shorea laevis). Pohon-pohon ini adalah maskot kawasan, dengan usia rata-rata lebih dari 150 tahun, tinggi mencapai 40-50 meter, dan diameter hingga 2,3 meter. Selain Bangkirai, Anda juga bisa menemukan pohon Ulin (kayu besi), Meranti, dan Keruing.
3. Keanekaragaman Flora dan Fauna
Bukit Bangkirai adalah surga bagi peneliti dan pecinta alam. Terdapat sedikitnya 45 jenis anggrek, termasuk Anggrek Hitam yang langka. Jika beruntung, Anda bisa mendengar atau melihat satwa liar seperti Owa-owa, Lutung Merah, Rusa Sambar, dan berbagai spesies burung, termasuk Enggang.
🧭 Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Bukit Bangkirai
Selain menyeberangi jembatan gantung, ada banyak aktivitas lain yang bisa Anda lakukan di kawasan seluas 1.500 hektar ini.
Trekking: Terdapat beberapa jalur trekking dengan berbagai tingkat kesulitan, mulai dari jalur pendek 150 meter (Trek M. Prakosa) hingga jalur panjang 6 kilometer untuk menjelajahi hutan lebih dalam.
Bird Watching: Waktu terbaik untuk mengamati burung adalah pagi hari, sekitar pukul 06.00 hingga 09.00 WITA.
Berkemah (Camping): Tersedia camping ground bagi Anda yang ingin merasakan sensasi menginap di tengah hutan (disarankan untuk reservasi terlebih dahulu).
Edukasi dan Konservasi: Kawasan ini berfungsi sebagai pusat pendidikan lingkungan. Pengunjung bahkan dapat berpartisipasi dalam program adopsi pohon untuk berkontribusi pada pelestarian.
Outbound: Terdapat beberapa fasilitas outbound dan wahana three trial roof yang bisa dicoba.
🗺️ Panduan Praktis Berkunjung: Alamat, Rute, dan Transportasi
Mencapai Bukit Bangkirai cukup mudah diakses baik dari Balikpapan maupun Samarinda.
Alamat Lengkap
Jalan Raya Soekarno-Hatta Km. 38, Desa Karya Merdeka, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Rute dan Transportasi
Lokasi Bukit Bangkirai berada di jalan poros utama Balikpapan-Samarinda.
Dari Balikpapan: Ambil arah menuju Samarinda. Setelah berkendara sekitar 1,5 jam (sekitar 58-60 km), Anda akan menemukan gerbang masuk di Kilometer 38 di sisi kiri jalan.
Dari Samarinda: Ambil arah menuju Balikpapan. Perjalanan memakan waktu sekitar 2-3 jam (sekitar 150 km). Patokan utamanya tetap gerbang di Kilometer 38.
Setelah masuk gerbang, Anda masih harus berkendara sekitar 7 km lagi melalui jalan yang sebagian besar sudah baik, meski ada beberapa bagian yang berbatu. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi (mobil atau motor) untuk sampai ke lokasi.
🕒 Jam Buka dan Fasilitas Pendukung
Pastikan Anda merencanakan kunjungan sesuai jam operasional dan memanfaatkan fasilitas yang ada.
Jam Operasional
Bukit Bangkirai buka setiap hari (Senin – Minggu), dengan jam operasional:
Pukul 09.00 – 16.00 WITA
Fasilitas yang Tersedia
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, fasilitas di Bukit Bangkirai cukup memadai:
Area parkir luas
Penginapan (Cottage sederhana)
Restoran atau kantin kecil
Musala
Gedung pertemuan (Aula)
Area Camping Ground
Toilet
🎟️ Harga Tiket Masuk (HTM) Bukit Bangkirai Juni 2026
Berikut adalah rincian biaya yang perlu Anda persiapkan saat berkunjung. Harap dicatat bahwa harga dapat berubah sewaktu-waktu.
| Kategori | Harga Tiket (Per Orang/Unit) |
| Tiket Masuk (Hari Biasa) | Rp 22.000 |
| Tiket Masuk (Akhir Pekan/Libur) | Rp 25.000 |
| Tiket Canopy Bridge | Rp 20.000 – Rp 25.000 |
| Parkir Motor | Rp 3.000 |
| Parkir Mobil | Rp 5.000 |
Bukit Bangkirai adalah paket lengkap wisata alam yang menawarkan petualangan, edukasi, dan konservasi. Dengan daya tarik utamanya, Canopy Bridge, yang memacu adrenalin, serta kekayaan flora dan fauna hutan tropis Kalimantan, tempat ini wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda saat berada di Kalimantan Timur.
Artikel Terbaru
Omah Kayu di Batu, Malang, menawarkan pengalaman unik bagi siapa saja yang ingin melarikan diri dari kepenatan dan polusi kota. Terletak di puncak Gunung Banyak, yang juga berada dalam satu area dengan Paralayang, pertama kali [...]
Pantai Pasir Putih Situbondo adalah salah satu destinasi wisata yang memukau di Jawa Timur, terkenal dengan hamparan pasir putih yang luas dan air laut yang jernih. Terletak di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa, pantai ini [...]
Yogyakarta memiliki kemampuan magis untuk melambatkan waktu. Namun, bagi pelancong dengan jatah cuti terbatas, waktu justru menjadi musuh terbesar. Bagaimana caranya menyerap jiwa kota yang istimewa ini hanya dalam 24 jam tanpa merasa terburu-buru? Jawabannya [...]
Taman Rekreasi Sengkaling, sejak tahun 2015, telah menjadi salah satu unit bisnis andalan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terletak di Jl. Raya Mulyoagung No. 188, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, taman rekreasi ini berjarak sekitar 10 km [...]
Ada pepatah lama di kalangan pelancong: "Kamu belum benar-benar ke Jogja jika belum menginjakkan kaki di aspal Malioboro." Bagi saya, Malioboro bukan sekadar nama jalan. Ia adalah sebuah living organism. Ada denyut nadi sejarah di [...]
Air Terjun Coban Rondo merupakan salah satu destinasi alam yang legendaris dan memikat sejak era 1980-an. Dengan ketinggian mencapai 84 meter dan terletak pada elevasi 1.135 meter di atas permukaan laut, air terjun ini menawarkan [...]







