Ranu Kumbolo : Legenda, Daya Tarik dan Rute
Danau Ranu Kumbolo adalah sebuah danau yang berada pada ketinggian 2.390 mdpl, yang posisinya berada di antara Desa Ranu Pani dan puncak tertinggi Jawa Timur, Gunung Semeru atau Mahameru dengan ketinggian 3.676 mdpl. Danau ini terletak di wilayah Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Suku Tengger yang tinggal di Desa Ranu Pani.
Asal Usul dan Legenda
Asal mula Danau ini menurut data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) adalah oleh terbentuknya dari kawah Gunung Jambangan yang mengalami proses pemadatan. Ini menjelaskan mengapa air danau tidak mengalir ke bawah karena terperangkap di bekas kawah yang telah tertutup.
Nama “Ranu Kumbolo” sendiri mempunyai arti “danau pengembara” dalam bahasa Suku Tengger, dengan “Ranu” berarti danau dan “Kumbolo” berarti pengembara.
Memiliki asal-usul yang berasal dari cerita dongeng. Kisah ini berawal dari seorang suami yang mendapatkan ikan mas ajaib yang bisa berbicara dan sisiknya dapat berubah menjadi emas. Ketika istrinya tanpa sengaja memakan ikan tersebut, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Kumbolo dengan sisik di seluruh tubuhnya. Melalui serangkaian petualangan mencari mutiara pelangi untuk menghilangkan sisiknya, peristiwa besar terjadi yang menyebabkan terbentuknya Ranu Kumbolo. Cerita ini tidak hanya dikenang sebagai legenda tetapi juga mengajarkan nilai-nilai penting mengenai kesabaran, keberanian, dan kebaktian kepada orang tua, memperkaya makna dan keindahan alami Ranu Kumbolo sebagai destinasi wisata.
Daya Tarik Ranu Kumbolo
- Keindahan Alam: Dikelilingi oleh pemandangan pegunungan yang menakjubkan, serta memiliki air jernih dan alam sekitarnya yang hijau dan subur.
- Ketenangan Danau: Suasana damai dan tenang di tepi danau, yang ideal untuk meditasi, pemikiran, atau sekadar melepaskan diri dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.
- Kejernihan air danau : dengan warna hijau tosca yang dikelilingi savana luas.
- Tempat camping yang nyaman dan landai: Kemah di tepi danau menawarkan pengalaman luar ruangan yang asli, termasuk melihat matahari terbit dan melihat bintang-bintang di langit malam yang jelas.
- Flora dan Fauna: Bunga-bunga liar dan pulau kecil di tengah danau yang menambah eksotisisme.
- Sunrise Spektakuler: Sunrise antara dua bukit yang memantulkan sinar spektakuler pada permukaan air.dengan pemandangan langit yang berubah warna dan menyinari permukaan danau.
- Nilai Spiritual: Danau ini memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat setempat, termasuk mitos dan cerita rakyat yang membuat pengalaman menjadi lebih kaya.
- Konservasi dan Kelestarian: Upaya pelestarian yang secara aktif dilakukan oleh masyarakat lokal dan pendaki, termasuk penyuluhan konservasi dan praktik mendaki yang bertanggung jawab.
- Akses Pendakian Gunung Semeru: Merupakan titik persinggahan bagi pendaki menuju Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa.
- Tradisi Lokal: Kemungkinan untuk belajar tentang tradisi dan budaya Suku Tengger, yang memiliki hubungan kuat dengan danau dan lingkungan sekitarnya.
- Aktivitas Luar Ruangan: Berbagai aktivitas outdoor seperti trekking, fotografi, dan bird-watching, yang dapat dilakukan di dan sekitar danau.
Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk
Pendakian ke Ranu Kumbolo diatur dalam pembatasan jam, dengan pendaki diharuskan melapor antara pukul 8 pagi hingga 2 siang, dan batas waktu mendaki adalah pukul 3 sore. Tiket dapat dipesan online melalui situs bookingsemeru.bromotenggersemeru.org dengan harga Rp19.000 per hari, untuk maksimal durasi pendakian 3 hari 2 malam.
| Baca : Coban Tumpak Sewu : Ulasan, Tiket Masuk 2025, Panduan Rute
Rute ke Ranu Kumbolo via Malang
Ranu Kumbolo adalah salah satu destinasi pendakian populer yang berada di jalur pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur. Bagi para pendaki yang ingin memulai petualangan mereka ke Ranu Kumbolo dari Malang, berikut adalah gambaran umum rute yang biasanya diambil:
- Perjalanan Awal dari Malang ke Tumpang:
- Pendaki awalnya akan berangkat dari Malang menuju kecamatan Tumpang. Perjalanan ini dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum seperti angkutan umum dan bus mini. Di Tumpang, pendaki dapat melakukan persiapan akhir dan membeli kebutuhan pendakian.
- Dari Tumpang ke Ranu Pani:
- Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Ranu Pani, titik awal pendakian ke Ranu Kumbolo. Perjalanan dari Tumpang ke Ranu Pani biasanya menggunakan jeep karena kondisi jalan yang cukup menantang.
- Pendakian Mulai dari Ranu Pani ke Ranu Kumbolo:
- Setelah tiba di Ranu Pani, pendaki memulai trekking ke Ranu Kumbolo. Jalur pendakian ini menawarkan pemandangan alam yang memukau dengan rata-rata waktu tempuh sekitar 4-6 jam pendakian, tergantung pada kondisi fisik dan kecepatan individu.
- Persiapan dan Penginapan:
- Di Ranu Pani, pendaki juga dapat menyesuaikan persediaan dan mungkin menginap semalam jika tiba terlambat atau ingin beristirahat sebelum memulai pendakian.
Ranu Kumbolo tidak hanya menawarkan panorama alam yang memukau tetapi juga cerita dan tradisi yang meningkatkan rasa ingin tahu setiap pengunjung. Keindahannya yang menyejukkan hati bersama dengan kisah mistis yang menyertainya membuat danau ini menjadi salah satu destinasi pendakian yang sangat dicari dan dihargai di Jawa Timur.