Coban Tumpak Sewu : Ulasan, Tiket Masuk 2025, Panduan Rute
Coban Tumpak Sewu, dikenal sebagai permata tersembunyi di Malang, semakin menarik perhatian dan memancarkan pesonanya di kancah pariwisata nasional. Terletak di Besukcukit, Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Tumpak Sewu dapat diakses melalui Wonokerto, Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, menawarkan akses yang relatif mudah bagi para pengunjung yang datang dari Malang.
Dengan ketinggian 120 meter dan lebar sekitar 80 meter, air terjun ini tampak seperti tirai air raksasa yang jatuh dari ketinggian, menciptakan pemandangan yang sangat indah dan memukau. Keindahan ini diperkaya oleh deburan air yang menggelegar, semburan kabut yang menyegarkan, serta kemunculan pelangi yang seringkali menghiasi langit di balik tirai air, bersama dengan keberadaan flora dan fauna endemik yang menambah kekayaan hayati kawasan ini.
Asal Usul Nama
Nama “Tumpak Sewu” sendiri berasal dari bahasa Jawa kuno, di mana “Tumpak” berarti “tumpuk” dan “Sewu” berarti “seribu”. Pembentukan air terjun ini dialirkan oleh Sungai Glidik bersumber dari Gunung Semeru, yang merupakan puncak tertinggi di Pulau Jawa.
Sejarah dan Legenda
Tumpak Sewu tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga kaya akan sejarah dan legenda. Salah satu kisah lokal menyinggung tentang hubungannya dengan Kerajaan Majapahit, dimana air terjun ini dianggap sebagai tempat suci oleh raja dan pemimpin spiritual masa lalu untuk ritual dan meditasi. Terdapat juga legenda tentang Dewi Sri, putri cantik pelindung ekosistem, yang meninggalkan kekayaan cerita di balik keindahan air terjun ini.
Transformasi Menjadi Destinasi Wisata
Awalnya dikenali hanyalah oleh penduduk lokal, Tumpak Sewu kemudian dibuka untuk umum pada tahun 2015 berkat usaha Abdul Karim, seorang pengelola lokal yang melihat potensi wisata di air terjun tersebut.
Terdapat tiga destinasi wisata yang sering kali membingungkan para wisatawan karena namanya yang mirip, yaitu Coban Sewu, Tumpak Sewu, dan Grojokan Sewu. Ketiganya adalah air terjun yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur, dikenal karena keindahan alamnya yang memukau. Walaupun terletak pada posisi yang serupa, yaitu sepanjang aliran Sungai Glidik, ketiga destinasi ini memiliki perbedaan dari segi pengelolaan dan aksesibilitas, sehingga dinamai berbeda.
Tumpak Sewu
Merupakan destinasi wisata utama di wilayah Dusun Besukcukit, Desa Sidomulyo, Kec. Pronojiwo, Kab. Lumajang, dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pengunjung harus berjalan kaki atau menggunakan ojek dari tempat parkir yang ditentukan untuk mencapai titik panorama. Ini menawarkan pemandangan langsung ke air terjun yang mengalir dari ketinggian, dengan Biaya akses ke lokasi ditetapkan pada Rp 10.000 bagi pengunjung dalam negeri dan Rp 50.000 untuk pengunjung asing. Wisatawan juga memiliki pilihan untuk turun ke dasar sungai dan menikmati keindahan dari bawah.
Grojokan Sewu
Grojokan Sewu adalah destinasi yang lebih baru dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sidomulyo, dibuka resmi pada September 2024. Ini menawarkan perspektif berbeda dalam menikmati air terjun Tumpak Sewu dengan akses yang lebih mudah karena lokasi parkirnya lebih dekat. Wisatawan dapat menikmati pemandangan dari sisi samping, dengan kedekatan yang lebih intim terhadap air terjun. Harga tiket masuk sama dengan Tumpak Sewu, namun akses ke dasar sungai masih dalam tahap pembangunan.
Coban Sewu
Coban Sewu pada dasarnya adalah nama lain dari air terjun ini jika didekati dari Kabupaten Malang. Sesuai dengan berita pada tahun 2020, wisatawan yang ingin mengunjungi Coban Sewu harus melewati tangga vertikal yang ekstrem. Dikelola dari sisi barat air terjun (berbeda dengan Tumpak Sewu dan Grojokan Sewu yang dikelola dari sisi timur oleh Kabupaten Lumajang), menawarkan pengalaman unik dengan memungkinkan wisatawan untuk menikmati pemandangan dari dasar sungai.
Praktik Penarikan Tiket
Sebagai catatan penting, ada praktik penarikan tiket yang dilakukan di dasar sungai, yang sebenarnya sudah dilarang oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PUSDA) Jawa Timur. Idealnya, wisatawan hanya perlu membayar tiket di loket resmi di masing-masing pintu masuk yaitu sebesar 10.000. Jika anda ingin merasakan sensasi langsung mandi di bawah Coban Tumpak Sewu Malang, maka anda harus melanjutkan perjalanan, melalui jalan setapak, walaupun cukup ekstrim, karena harus meniti tangga dari bambu dan sebagian ada yang berpegangan pada seutas tali, anda harus membayar lagi dengan harga Rp. 10.000 per orang. Dan saat anda sampai di sana, anda akan merasakan sensasi yang luar biasa.
Meski Coban Sewu, Tumpak Sewu, dan Grojokan Sewu merujuk pada lokasi yang sama, karakteristik unik masing-masing dari mereka memberi wisatawan kesempatan untuk memilih pengalaman yang paling sesuai dengan keinginan mereka. Kuncinya, wisatawan harus memastikan mereka membayar tiket hanya di loket resmi untuk menghindari praktik ilegal dan menikmati keindahan alam dengan nyaman dan aman.
Aktivitas Wisata
Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas wisata yang menarik di Tumpak Sewu, antara lain:
- Trekking: Mengambil rute petualangan melalui jalan setapak yang penuh tantangan, bertujuan untuk mencapai Lokasi air terjun tersebut.
- Camping: Mengalami ketenangan malam di alam terbuka, tidur di bawah langit yang dipenuhi bintang, dalam suasana hutan yang lebat disertai latar suara alami dari air terjun yang gemericik, menyediakan pengalaman yang unik dan menyegarkan.
- Berenang: Menikmati kesegaran air dengan berenang di kolam alam yang terbentuk di bawah guyuran air terjun, ketika kondisi cuaca dan lingkungan mendukung.
- Fotografi: Menangkap momen-momen mengagumkan dengan menggunakan air terjun yang spektakuler sebagai latar belakang, menciptakan kenangan estetis yang tak terlupakan.
Berkunjung ke Tumpak Sewu pun memberikan kesempatan untuk menikmati kuliner lokal yang lezat di sekitar area wisata.
Tips Berkunjung
Untuk merasakan pengalaman terbaik, kunjungan terbaik adalah pada musim kemarau, antara April hingga Oktober, agar air terjun tidak terlalu deras. Persiapan fisik, perlengkapan trekking, pakaian ganti, dan kamera adalah beberapa dari apa yang perlu dibawa. Selain itu, sangat disarankan untuk menjaga kebersihan dengan membawa kembali sampah.
Air Terjun Tumpak Sewu,berada di antara perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang Jawa Timur, merupakan destinasi wisata alam yang menawarkan pemandangan menakjubkan berupa deretan air terjun yang membentuk tirai air spektakuler. Meskipun keindahannya tidak diragukan, perjalanan menuju ke titik air terjun ini dikenal cukup menantang dan ekstrem, membutuhkan perhatian khusus untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Berikut adalah tiga hal penting yang harus diperhatikan saat mengunjungi Air Terjun Tumpak Sewu:
1. Pintu Masuk yang Disarankan
Penting untuk memilih pintu masuk yang tepat saat berkunjung ke Air Terjun Tumpak Sewu. Meskipun air terjun ini dapat diakses dari Kabupaten Malang, jalurnya terdiri dari tangga vertikal yang cukup menyeramkan dan berpotensi membahayakan. Oleh karena itu, disarankan untuk memasuki area tersebut melalui pintu masuk dari Kabupaten Lumajang. Jalur Lumajang memiliki jalan setapak yang lebih teratur dan dianggap lebih aman, sehingga meminimalisir risiko dan memberikan akses yang lebih mudah ke titik air terjun.
2. Pemilihan Alas Kaki yang Tepat
Mengingat kondisi jalur menuju Air Terjun Tumpak Sewu yang licin dan sering berdekatan dengan aliran sungai, penting untuk mengenakan alas kaki yang sesuai. Disarankan untuk menggunakan sandal gunung atau sepatu trekking yang kokoh. Alas kaki yang tepat akan memberikan traksi yang lebih baik pada tanah liat dan permukaan basah, membantu meminimalkan risiko terpeleset dan meningkatkan keselamatan selama trekking.
3. Persiapan Fisik dan Stamina
Perjalanan menuju Air Terjun Tumpak Sewu tidak hanya menantang secara fisik tetapi juga memakan waktu yang cukup lama, sekitar satu jam perjalanan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempersiapkan fisik dan stamina sebelum mengunjungi. Latihan atau olahraga rutin disarankan untuk memastikan bahwa Anda memiliki kekuatan dan stamina yang cukup. Jalur yang menurun dan kemudian menanjak lagi akan sangat menguras tenaga, sehingga persiapan fisik menjadi kunci untuk pengalaman yang menyenangkan.
| Baca : Ranu Kumbolo : Legenda, Daya Tarik dan Rute
Panduan Rute Coban Tumpak Sewu
Dari Malang
- Jarak: Sekitar 85 Km
- Estimasi Waktu Perjalanan: 2.5 – 3 jam
- Rute:
- Mulai dari Malang, mengambil rute melalui Jalan Raya Tumpang, menuju ke arah Pronojiwo.
- Ikuti Jalan Raya Tumpang – Pasuruan hingga mencapai pertigaan menuju Pronojiwo.
- Setelah itu, menuju Desa Pronojiwo dan ikuti petunjuk arah menuju ke Air Terjun Tumpak Sewu.
Dari Lumajang
- Jarak: Sekitar 60 Km
- Estimasi Waktu Perjalanan: 1.5 – 2 jam
- Rute:
- Dari pusat kota Lumajang, mengarah ke selatan menuju Tempursari.
- Kemudian, lanjutkan perjalanan mengikuti jalan ke arah Pronojiwo.
- Setelah tiba di Pronojiwo, Anda akan menemukan petunjuk arah yang mengarahkan ke Air Terjun Tumpak Sewu.
Dari Surabaya
- Jarak: Sekitar 180 Km
- Estimasi Waktu Perjalanan: 4 – 5 jam
- Rute:
- Berangkat dari Surabaya, ambil jalan menuju Sidoarjo, lalu ke Pasuruan via Jalan Tol Surabaya-Pasuruan.
- Dari Pasuruan, ambil arah ke Probolinggo dan kemudian kearah Krucil, Probolinggo.
- Dari Probolinggo, ambil rute menuju ke arah Paiton, lalu ke Sukapura, dan kemudian menuju Pronojiwo.
- Ikuti petunjuk arah hingga mencapai Air Terjun Tumpak Sewu.
Alamat Resmi
- Alamat: Jalan Tumpak Sewu, Besukcukit, Sidomulyo, Kec. Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur 67374
Coban Tumpak Sewu bukan hanya sekadar destinasi wisata namun juga representasi dari keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia, dengan panorama alam yang memukau serta cerita-cerita menarik di baliknya. Jadi, untuk para pencinta alam dan wisatawan yang ingin menjelajahi keajaiban alam Indonesia, Tumpak Sewu adalah destinasi yang sangat layak untuk dikunjungi.