Pernahkah Anda mendengar tentang sebuah tempat di mana pepohonan tumbuh tunduk pada garis batas negara, airnya semerah darah namun bening saat disentuh, dan aroma bunga pandan menyerbak di tengah hutan rimba saat tengah malam?

Di jantung perbukitan Raje Mandare, yang membelah Kota Pagar Alam (Sumatera Selatan) dan Kabupaten Kaur (Bengkulu), tersimpan sebuah rahasia alam yang telah berabad-abad terkunci rapat oleh lebatnya hutan Barisan. Inilah Danau Merah Rimba Candi, sebuah destinasi yang lebih menyerupai legenda daripada sekadar titik di peta.


Ringkasan Cepat (Quick Facts)

  • Daya Tarik Utama: Air danau berwarna merah darah, fenomena pohon miring berlawanan arah, dan situs arkeologi kuno.

  • Lokasi: Kawasan Bukit Raje Mandare, Kelurahan Candi Jaya, Dempo Selatan, Pagar Alam.

  • Aksesibilitas: Sangat Sulit (Trekking hutan primer 1-2 hari).

  • Tiket Masuk: Gratis (Biaya Pemandu Lokal bervariasi).

  • Fasilitas: Tidak Ada (Hutan Belantara).

  • Waktu Terbaik: Musim kemarau (Mei – September).


Awal Mula Penemuan: Memecah Kesunyian 2010

Cerita dimulai pada tahun 2010, ketika sekelompok warga lokal berjumlah 21 orang, yang didampingi oleh dua orang praktisi supranatural, memutuskan untuk menembus lebatnya Rimba Candi. Mereka mencari jejak peradaban yang hilang, namun yang mereka temukan justru melampaui imajinasi: sebuah hamparan air seluas enam hektar yang permukaannya tampak pekat seperti genangan darah.

Sejak saat itu, Danau Merah menjadi buah bibir. Bukan hanya karena warnanya, tetapi karena anomali fisik yang menyertainya. Saat para penjelajah menyiduk air tersebut dengan tangan, air yang tadinya merah pekat berubah seketika menjadi bening dan jernih. Sebuah tipuan mata atau keajaiban geologis? Hingga kini, misteri itu tetap tak terpecahkan.

Anomali Raje Mandare: Di Mana Hukum Alam Berbeda

Menjelajahi kawasan ini berarti bersiap melihat hal-hal yang tidak akan Anda temukan di buku teks biologi mana pun.

1. Pepohonan yang “Patriotik”

Salah satu fenomena paling mencolok adalah arah pertumbuhan pohon. Di garis perbatasan, pepohonan yang tumbuh di wilayah Tanah Besemah (Pagar Alam) akan miring ke arah Pagar Alam. Sebaliknya, pohon yang berpijak di tanah Bengkulu akan miring ke arah Bengkulu. Pemandangan ini menciptakan lorong pohon yang seolah-olah saling membelakangi, memunculkan spekulasi tentang adanya pengaruh magnetis bumi yang luar biasa kuat di bawah Bukit Raje Mandare.

2. Satwa Raksasa yang Tak Terjamah

Hutan ini adalah “dunia yang hilang” bagi satwa-satwa unik. Kelabang berukuran raksasa dengan panjang 50 cm dan lebar 30 cm sering terlihat merayap di sela-sela akar pohon. Ada juga burung-burung besar yang jenisnya belum teridentifikasi, serta kerbau liar yang telinganya dihuni oleh sarang lebah hidup. Anehnya, satwa-satwa ini bersifat jinak terhadap manusia, asalkan pengunjung menjaga pantangan terbesar: jangan berbicara keras atau berisik.

3. Aroma Pandan Tengah Malam

Saat matahari tenggelam dan kegelapan total menyelimuti hutan, sebuah lokasi spesifik di dekat danau akan mengeluarkan aroma wangi pandan yang sangat tajam. Bau harum ini hanya muncul di malam hari, menambah nuansa spiritual bagi siapa saja yang berkemah di sana.


Jejak Arkeologi: Candi Pertama di Sumatera?

Nama Rimba Candi bukan sekadar nama. Di sepanjang jalur pendakian, Anda akan menemukan bongkahan batu persegi yang teratur, sisa-sisa reruntuhan yang diduga kuat merupakan bagian dari candi tertua di Pulau Sumatera, bahkan mungkin lebih tua dari Kerajaan Sriwijaya. Para ahli arkeologi percaya bahwa kawasan ini dulunya adalah pusat peradaban besar yang kini telah ditelan oleh hutan.

Sisi mistisnya pun tak kalah kuat. Legenda lokal mengaitkan danau ini dengan pertapaan Si Pahit Lidah dan perselisihan rombongan Kyai Subroto saat menyebarkan Islam. Konon, warna merah danau tersebut adalah peringatan akan kejadian-kejadian besar di masa lampau.

Panduan Perjalanan: Rute dan Transportasi

Menuju Danau Merah adalah sebuah ujian fisik. Jalur utama dimulai dari Desa Rimba Candi, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Selatan.

  1. Transportasi: Dari pusat Kota Pagar Alam, Anda dapat menyewa ojek atau mobil off-road menuju Desa Rimba Candi.

  2. Trekking: Dari desa terakhir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati tebing curam dan hutan lebat. Dibutuhkan waktu 1 hingga 2 hari perjalanan (tergantung kondisi fisik dan cuaca) untuk sampai di lokasi.

  3. Kondisi Fisik: Sangat disarankan bagi mereka yang memiliki pengalaman mendaki gunung atau penjelajahan hutan.

Fasilitas dan Akomodasi

Karena lokasinya yang berada di hutan lindung yang terisolasi, tidak ada fasilitas modern apa pun di Danau Merah.

  • Penginapan: Tidak ada hotel atau homestay di area danau. Anda wajib membawa peralatan camping lengkap. Penginapan terdekat tersedia di kaki Gunung Dempo atau pusat Kota Pagar Alam sebelum memulai ekspedisi.

  • Tiket & Perizinan: Tidak ada loket resmi, namun Anda wajib melapor kepada perangkat desa atau tokoh adat setempat demi keamanan. Sangat dilarang masuk tanpa pemandu (ranger) lokal yang memahami medan.

Daya Tarik & Aktivitas Utama

  • Ekspedisi Jalur Ekstrem: Merasakan sensasi menembus hutan primer Sumatera yang masih perawan.

  • Eksplorasi Sejarah: Mengamati reruntuhan batu persegi yang menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu.

  • Fotografi Lanskap: Menangkap kontras warna merah danau dengan hijaunya hutan Raje Mandare.

  • Wisata Mistis & Spiritual: Merasakan energi dari salah satu titik paling wingit di Sumatera Selatan.

Kondisi Terkini: Sebuah Peringatan

Laporan dari penjelajah terbaru (sekitar tahun 2017 hingga 2024) menyebutkan bahwa Danau Merah mengalami penyusutan debit air yang signifikan. Sebagian besar area 6 hektar tersebut kini mulai tertutup semak belukar dan mengering, menyisakan genangan air merah kecil (telubung). Fenomena ini menjadi pengingat betapa rapuhnya ekosistem ini dan mendesaknya penelitian lebih lanjut dari pihak berwenang sebelum misteri ini hilang selamanya.

Bagi Anda yang berani, Danau Merah Rimba Candi bukan sekadar tempat wisata; ia adalah sebuah perjalanan menembus batas antara dunia nyata dan legenda. Pastikan Anda datang dengan persiapan matang, niat yang bersih, dan rasa hormat yang mendalam terhadap alam.

4.5/5

Leave A Comment

Artikel Terbaru

  • Danau Merah pagaralam sumut

22/02/2026|0 Comments

Danau Pagaralam Raje Mandare : Danau Aneh dengan Air Berwarna Merah Darah di Bengkulu

  • Pantai Papuma

22/02/2026|0 Comments

Pantai Papuma Jember sendiri terletak di Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember Jawa timur, berjarak 45 km dari pusat kota Jember, bila dari kota Surabaya maka akan menempuk jarak sekitar 200 km. Pantai Papuma Jember [...]

  • Makam Bung Karno Blitar Jawa Timur

22/02/2026|0 Comments

Makam Bung Karno, yang terletak di Blitar, Jawa Timur, adalah tempat peristirahatan terakhir salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia, Ir. Soekarno. Sebagai Proklamator Kemerdekaan dan Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno memiliki peran [...]

  • Pantai Bama Pandeglang Banten

22/02/2026|0 Comments

Ingin menikmati liburan yang berbeda? Yuk kunjungi objek wisata Pantai Bama Pandeglang Banten.

  • Pantai Ciantir Di Sawarna Banten

22/02/2026|0 Comments

Banten memang wilayah yang memiliki banyak pantai nan indah, salah satunya Ciantir. Bahkan menikmati wisata Pantai Ciantir Banten akan memberikan sensasi tersendiri. Cobalah!

  • Pemandian Air Panas Ciparay Bogor Jawa Barat

22/02/2026|0 Comments

kota Bogor yang terkenal dengan udaranya yang sangat sejuk juga memiliki beragam tempat wisata alam yang murah dengan pemandangan yang luar biasa, salah satunya adalah Air Panas Ciparay Bogor yang akan memuaskan anda untuk berendam [...]