Pantai Ora di Maluku Tengah: Keindahan Tersembunyi di Timur Indonesia

Pantai Ora di Maluku Tengah: Keindahan Tersembunyi di Timur Indonesia

Indonesia memiliki banyak pantai yang indah, karena itu adalah negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Pantai Ora, yang tersembunyi di pantai utara Pulau Seram, adalah tujuan wisata yang indah dan terpencil. Ini adalah tempat yang ideal untuk petualangan alam dan bulan madu. Di pantai berpasir putih, banyak pondok kayu berjejer menghadap ke perairan jernih Teluk Sawai. Di belakangnya terdapat tebing kapur dan taman tropis yang megah. Pulau Seram terkenal dengan banyaknya burung yang ada di sana. Dari 117 spesies yang ada di pulau itu, 14 adalah asli Seram.

Pulau terbesar di provinsi Maluku berukuran sekitar 16.000 km2, tetapi hanya ada sekitar 170.000 orang yang tinggal di sana. Provinsi Maluku terletak di antara pulau-pulau Sulawesi dan Papua yang lebih besar. Itu terletak tepat di utara yang lebih kecil. Seram berada di pusat beberapa lempeng tektonik. Gunung Binaya, gunung tertinggi pulau, memuncak pada lebih dari 3.000 meter dan merupakan sebuah pegunungan yang panjang. Pulau ini sebagian besar tertutup oleh hutan hujan tropis yang lebat. Ada tebing yang menjulang di satu sisi dan pantai berpasir putih di sisi lain, dan semuanya ditutupi oleh laut yang jernih.

Kegiatan Liburan Seru di Pantai Ora yang Bisa Dilakukan

Snorkeling dan Diving

Kegiatan utama yang wajib dilakukan saat berkunjung ke Pantai Ora adalah snorkeling dan diving. Kejernihan air dan kekayaan kehidupan lautnya menjadi daya tarik luar biasa untuk mengeksplorasi dunia bawah air. Anda akan disuguhi pemandangan karang yang alami dan ikan-ikan warna-warni yang berenang bebas di habitat aslinya.

Menjelajah Pulau Seram

Pulau Seram menawarkan lebih dari sekadar pantai. Ada hutan tropis yang lebat, pegunungan yang menantang untuk didaki, dan berbagai desa adat yang kaya akan budaya serta tradisi. Menjelajah pulau akan memberikan pengalaman menarik bagi Anda yang memiliki jiwa petualangan.

Tidak jauh dari Pantai Ora terdapat tebing batu menjulang tinggi yang disebut Tebing Batu Hatupia oleh orang-orang di sekitarnya dan bahkan oleh turis yang datang ke Pantai Ora.

Menjelajahi Tebing Batu Hatupia

Tebing Hatupia - Pulau Ora Desa Saleman Maluku Tengah

Tebing Hatupia – Pulau Ora Desa Saleman Maluku Tengah | Instagram ???? @Ditapernitaa

Tebing Batu Hatupia ini unik karena airnya yang jernih dan memiliki latar belakang tebing batu yang menjulang tinggi. Airnya sangat jernih sehingga Anda dapat melihat dasar lautnya.Tebing Batu Hatupia terletak di antara Desa Sawai dan Ora Beach Resort.

Di bawah dinding tebing yang menjulang tinggi ini, Anda akan menemukan lokasi yang sempurna untuk snorkeling. Selain itu, pengunjung memiliki kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan penduduk Desa Sawai, atau perkampungan nelayan, yang sebagian besar merupakan rumah terapung di atas laut dengan latar belakang pohon tinggi.

Wisatawan dapat melakukan snorkeling langsung di Tebing Hatupia, apakah itu dangkal atau lebih dalam. Berbagai macam terumbu karang yang berwarna-warni dan ikan-ikan yang indah membuat tempat itu menjadi keindahan tersendiri bagi mereka yang ingin melakukan aktivitas laut.

Selain itu, pengunjung dapat menyewa perahu untuk menikmati pemandangan tebing, udara segar, dan laut jernih, atau berenang di sekitar tebing.

Memancing

Bagi penggemar memancing, Pantai Ora juga menawarkan spot memancing yang menarik. Laut di sekitar Pantai Ora kaya akan ikan, dan Anda bisa mencoba peruntungan untuk menangkap ikan tropis yang segar, yang kemudian bisa langsung diolah menjadi hidangan lezat.

Bersantai di Pantai

Tidak ada yang lebih menyenangkan dari menghabiskan waktu dengan bersantai di tepi pantai, mendengarkan suara ombak, dan menikmati sinar matahari tropis. Anda bisa berbaring di pasir putih atau bermain-main di tepi air, menikmati pesona Pantai Ora yang tenang dan damai.

Aspek Sosial dan Budaya

Kunjungan ke Pantai Ora tidak hanya tentang menikmati kealamian, namun juga untuk mengenal lebih dekat dengan masyarakat lokal. Kehidupan sosial dan budaya masyarakat di sekitar Pantai Ora sangat unik dan menarik untuk dipelajari. Berinteraksi dengan penduduk lokal, mempelajari cara mereka hidup, dan bahkan mengikuti ritual adat adalah bagian dari pengalaman yang berharga.

| Baca : Pantai Mawi Lombok Tengah

Upaya Konservasi dan Keberlanjutan

Pengelolaan Pantai Ora dilakukan dengan prinsip keberlanjutan, di mana peran serta masyarakat lokal menjadi kunci utama. Upaya konservasi menjadi prioritas untuk menjaga agar keindahan alamnya dapat terjaga untuk generasi mendatang. Program-program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat setempat juga turut dilakukan guna meningkatkan kesadaran umum akan pentingnya menjaga lingkungan.

Pesona Malam di Pantai Ora

Saat matahari terbenam dan langit perlahan berubah menjadi redup, Pantai Ora menampilkan pesona lain yang tidak kalah memukau. Langit malam yang penuh bintang menjadi latar yang sempurna untuk malam yang tenang dan romantis. Suasana malam yang hening, hanya ditemani gemerisik ombak dan angin sepoi, menambah keistimewaan pantai ini sebagai tempat untuk melepaskan penat.

Kuliner

Meski terpencil, ini tidak berarti Anda akan kekurangan pilihan kuliner lezat saat berada di Pantai Ora. Wisatawan bisa menikmati makanan segar dari hasil laut, seperti ikan, kerang, dan lobster yang ditangkap langsung oleh nelayan setempat. Selain itu, ada juga kuliner lokal khas Maluku yang bisa mencuri perhatian lidah Anda.

Seram, pulau bergunung-gunung dan hutan lebat, menawarkan banyak kesempatan bagi pecinta alam untuk melakukan trekking, hiking, dan aktivitas serupa. Jika Anda sabar dan jeli, Anda dapat melihat kehidupan burung Seram yang luar biasa!

Wisatawan tidak perlu menyelam ke kedalaman 2-3 meter untuk menikmati keindahan bawah laut karena airnya jernih. dan Anda dapat melihat terumbu karang yang indah dengan berbagai warna yang dihuni oleh ikan dan makhluk laut lainnya. Bahkan sebelum Anda menenggelamkan diri di bawah permukaan kaca, Anda dapat melihat banyak dari mereka. Teluk Sawai, yang menghadap Pantai Ora, adalah tempat terbaik untuk menyelam dan snorkeling untuk melihat kebun bawah air yang megah dan penduduknya. Disarankan bagi pengunjung yang ingin menyelam di pulau Seram untuk membawa perlengkapan mereka sendiri atau menyewa mereka dari Ambon sebelum pergi. Tidak ada toko yang menjual perlengkapan menyelam di pulau itu.

Tips: Karena pulau tidak memiliki ATM atau bank, pastikan Anda membawa cukup uang dari Ambon.
Karena hanya ada satu restoran di Pantai Ora, pengunjung disarankan untuk membawa makanan atau minuman ringan mereka sendiri.
Di Ambon, Anda harus menyewa perlengkapan untuk menyelam atau snorkeling.
Karena perairan dangkal memiliki banyak terumbu karang, snorkeling tidak boleh dilakukan di perairan yang lebih dalam.
Tempat tinggal

Resur milik keluarga Ora Beach Resort terletak di bagian terpencil Pulau Seram yang hanya dapat diakses melalui perairan. Resort ini terletak di antara desa Salesman, Teluk Sawai, tebing terjal, dan puncak hutan. Hotel ini memiliki lima bungalow, enam kamar standar, dan restoran.

| Baca : Pulau Pombo Di Maluku Menikmati Keindahan Alam Di Pulau Yang Tidak Berpenghuni

Akomodasi: Menikmati Kemewahan Tanpa Menghilangkan Sentuhan Alam

Pulau Ora Desa Saleman Maluku Tengah

Pulau Ora Desa Saleman Maluku Tengah Bejoktefa

Akomodasi di Pantai Ora menyajikan konsep eco-luxury. Resort-resort yang ada di sini didesain untuk menyatu dengan alam, sekaligus memberikan kenyamanan dan kemewahan bagi para tamu yang menginap. Penginapan berupa cottage atau bungalow banyak terdapat di sekitar pantai, beberapa di antaranya bahkan dibangun mengapung di atas air.

Resur milik keluarga Ora Beach Resort terletak di bagian terpencil Pulau Seram yang hanya dapat diakses melalui perairan. Resort ini terletak di antara desa Salesman, Teluk Sawai, tebing terjal, dan puncak hutan. Hotel ini memiliki lima bungalow, enam kamar standar, dan restoran.

Para pengelola resort di Pantai Ora sangat memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Mereka berusaha keras untuk menjaga keseimbangan alam dengan cara-cara seperti menggunakan energi terbarukan, penghematan air, hingga pengelolaan sampah yang baik.

Mencapai Lokasi Pantai Ora Maluku Tengah

Untuk memulai, Anda harus mencari penerbangan ke Bandara Pattimura Ambon dari Jakarta, Surabaya, Makassar, dan kota-kota lainnya di seluruh Indonesia.

Dari bandara, Anda dapat menyewa mobil dan pergi ke Pelabuhan Tulehu, yang akan membawa Anda dalam waktu sekitar tiga puluh menit. Dari sana, Anda kemudian naik feri ke Masohi, di Pulau Seram, yang akan memakan waktu antara satu dan dua jam, tergantung pada jenis kapal yang Anda pilih. Setelah itu, Anda akan berkendara dengan mobil selama dua jam melalui jalan hutan yang curam dan berkelok-kelok sampai Anda tiba di desa nelayan kecil Salesman. Perjalanan terakhir adalah naik perahu dari desa ke Ora Beach Resort, yang memakan waktu kira-kira sepuluh menit.

| Baca : Pantai Ngurbloat Pantai Dengan Pasir Putih Paling Lembut Di Asia

Estimasi Biaya ke Pantai Ora Maluku Tengah

  1. Biaya penerbangan dari Jakarta ke Ambon PP dapat mencapai 5 juta rupiah dengan durasi penerbangan 3,5 jam
  2. Kapal ferry
    Selanjutnya mengangkut penumpang melalui Pelabuhan Tuleho (Pelabuhan Hulnara). Jadwal keberangkatan dari Tuleho ke Amahai adalah 2 (dua) kali setiap hari Senin hingga Sabtu pukul 09.00 dan 16.00, dengan satu perjalanan pada hari Minggu pukul 11.00. Jadwal kembali dari Amahai ke Tuleho adalah 08.00 dan 14.00 dari Senin hingga Sabtu, dan pada hari Minggu pukul 15.00.
    Tiket feri ekonomi Rp. 125 ribu dan VIP Rp. 260 ribu untuk satu jalan.
  3. Sewa mobil dan kapal
    Tidak ada transportasi umum saat ini, jadi harga sewa mobil sekitar Rp. 800.000 dari pelabuhan Amahai ke pelabuhan Desa Saleman. Sebuah perjalanan dari Amahai ke Desa Saleman memakan waktu dua setengah jam, melalui kota Masohi dan wilayah Teon, Nila, dan Serua (TNS), serta melalui jalur pegunungan yang indah.
    Orang yang pergi harus mencari transportasi lain setelah tiba di pelabuhan Desa Saleman. Selama sekitar lima belas menit, pengunjung dapat menikmati pemandangan pantai Ora yang indah dan tersembunyi. Biaya naik perahu adalah 100 ribu rupiah.
  4. Penginapan
    Roneela Cottage dan Ora Beach Resort adalah dua penginapan di Pantai Ora. Harga cottage di Pantai Ora sekitar 1,5 juta rupiah, dan sewa kamar seharga 750 ribu rupiah dengan sarapan pagi.

Leave A Comment