Taman Laut 17 Pulau Riung Petualangan Sempurna Yang Tidak Tertandingi

Taman Laut 17 Pulau Riung Petualangan Sempurna Yang Tidak Tertandingi

Taman Laut 17 Pulau Riung terletak di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kawasan konservasi laut ini terdiri dari lebih dari 17 pulau, namun dinamai semarak peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Pulau-pulau ini menawarkan panorama alam yang menakjubkan, mulai dari pantai berpasir putih, air laut yang kristal jernih, hingga keanekaragaman biota laut yang kaya.

Keunikan dan keindahan alam Taman Laut 17 Pulau Riung menjadikannya tujuan wisata yang wajib dikunjungi. Snorkeling dan diving di perairan ini memungkinkan pengunjung untuk mengagumi keindahan terumbu karang dan berbagai spesies ikan tropis. Selain itu, keberadaan hewan komodo di Pulau Ontoloe menambah daya tarik tersendiri, memberikan pengalaman bertualang yang sulit ditemukan di tempat lain. Kesempatan untuk mengeksplorasi pulau-pulau tak berpenghuni menawarkan kedamaian serta pemandangan alam yang belum terjamah, menjadikan Taman Laut 17 Pulau Riung sebagai oasis tersembunyi bagi pecinta alam dan petualangan.

Daya Tarik dan Keunikan Taman Laut 17 Pulau Riung

  1. Jumlah Pulau: Meskipun dikenal sebagai 17 Pulau Riung, kawasan ini sebenarnya terdiri dari 24 pulau. Nama “17 Pulau” diambil sebagai penghormatan terhadap tanggal kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus.
  2. Keanekaragaman Hayati: Taman Laut 17 Pulau Riung dikenal karena kekayaan faunanya, termasuk berbagai jenis terumbu karang dan spesies ikan yang berwarna-warni. Bagi penggemar snorkeling atau diving, ini adalah lokasi yang sangat ideal.
  3. Habitat Komodo: Pulau Ontoloe di kawasan ini merupakan tempat tinggal bagi komodo di habitat alaminya dengan tiket masuk yang terjangkau.
  4. Pasir Putih dan Air Laut Jernih: Beberapa pulau di Taman Laut 17 Pulau Riung memiliki pantai dengan pasir putih yang lembut dan air laut yang jernih, yang cenderung lebih tenang dan tak ramai pengunjung.
  5. Watu Mitong dan Pulau Tanpa Penghuni: Watu Mitong adalah formasi batu karang yang menjorok ke laut dengan pemandangan matahari terbit yang menakjubkan. Terdapat juga pulau-pulau tak berpenghuni yang menawarkan kedamaian dan keindahan alam yang masih alami.
  6. Aktivitas Ekowisata: Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati berbagai kegiatan ekowisata seperti memancing, berperahu, dan bird watching.

Di tengah keindahan Taman Laut 17 Pulau Riung, terletak sebuah fenomena bawah air yang memukau, yaitu ‘Mawar Laut’. Fenomena ini merupakan atraksi populer, di mana pengunjung dapat menyaksikan kelompok telur raksasa kelinci laut yang menyerupai kelopak mawar merah. Terikat dalam membran, telur-telur ini terhanyut dalam arus, menciptakan pemandangan spektakuler layaknya mawar merah raksasa yang menghiasi dasar laut. Taman Laut ini, menyebar dari Toro Padang di barat hingga Pulau Pangkor di timur, mencakup berbagai pulau dengan ukuran beragam, mayoritasnya tak berpenghuni.

Pulau-pulau penting dalam kawasan ini meliputi Pulau Ontoloe, Pulau Pau, Pulau Borong, dan banyak lainnya, menjadikan kawasan ini surga bagi petualang dan pecinta alam. Meskipun dinamai berdasarkan tanggal kemerdekaan Indonesia, sebenarnya kawasan ini terdiri dari 24 pulau yang mempesona. Terletak dibalik dermaga kota Riung, Taman Laut 17 Pulau Riung tidak hanya menawarkan petualangan bawah air yang luar biasa, tetapi juga pengalaman darat yang kaya dengan kehadiran fauna eksotis seperti rusa Timor dan Biawak Mbou.

Kawasan Riung, yang berada dalam Wilayah Kecamatan Riung, telah diakui oleh UNESCO pada tahun 1995 sebagai situs warisan budaya dunia tentatif, menambahkan nilai historis dan budaya yang mendalam pada keindahan alaminya. Akses ke Riung memang membutuhkan perjalanan menantang melalui jalan sempit dan berliku, namun keajaiban alam yang menanti di ujung perjalanan pasti akan membayar tiap usaha yang dilakukan.

Meski masih tergolong tersembunyi dan belum sepopuler beberapa destinasi wisata lain di Indonesia, Kota Riung menawarkan suasana yang santai dan jauh dari keramaian, cocok bagi mereka yang mencari ketenangan dan keindahan alam terjaga. Penduduk lokal yang ramah menambah suasana hangat, menjadikan Taman Laut 17 Pulau Riung bukan hanya destinasi wisata, namun sebuah pengalaman yang berkesan dan autentik bagi setiap pengunjung.

Rute dan Transportasi Taman Laut 17 Pulau Riung

Untuk mencapai Taman Laut 17 Pulau Riung, Anda harus sampai di Flores, Nusa Tenggara Timur terlebih dahulu.

Transportasi dan akses ke Flores:

  • Pesawat: Bandar Udara Internasional Komodo di Labuan Bajo adalah titik masuk utama ke Flores dengan penerbangan langsung dari Jakarta, Bali, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. jAkan tetapi, Anda perlu melakukan perjalanan darat dari Labuan Bajo ke Riung yang memakan waktu sekitar 8 jam via Transflores.
  • Anda dapat terbang dari Bali menuju kota Ende. Perjalanan selanjutnya dari Ende menuju Riung ditempuh dengan mobil selama kurang lebih 3 hingga 4 jam. Jika berada di Maumere, opsi perjalanan yang tersedia adalah dengan naik bus atau mengendarai mobil yang disewa menuju Bajawa, lalu melanjutkan perjalanan ke Riung. Di Maumere, Anda dapat menemukan layanan penyewaan mobil. Jarak Riung dari Bajawa adalah sekitar 72 kilometer dan menempuh perjalanan dengan mobil memerlukan waktu sekitar 4 jam.
  • Kapal: Anda juga bisa mencapai Flores melalui jalur laut dari pelabuhan di Bali atau Lombok.

Dari Flores ke Riung:

  1. Mobil: Jika Anda berencana untuk sewa mobil, perjalanan dari Labuan Bajo ke Riung memakan waktu sekitar 8 jam.
  2. Bus: Bus reguler berangkat dari Bajawa ke Riung setiap hari dan perjalanan bisa memakan waktu sekitar 2-3 jam.
  3. Di Bajawa, tersedia pilihan transportasi umum, termasuk layanan Gemini yang beroperasi dua kali keberangkatan sehari, yaitu pagi dan sore hari. Sebagai alternatif, menyewa sebuah kendaraan bisa menjadi solusi terbaik untuk menuju ke Riung. Bagi mereka yang baru pertama kali mengunjungi Riung, disarankan untuk tidak melakukan perjalanan sendirian mengingat kondisi jalan yang cukup menantang dan potensi untuk tersesat.

Ke Taman Laut 17 Pulau Riung:

Untuk mencapai Taman Laut 17 Pulau Riung, pengunjung biasanya menyewa perahu dari Riung. Harga sewa perahu beragam, tergantung pada besar kecil kapasitas perahu dan jumlah pulau yang ingin dikunjungi. Harga sewa kapal dari Riung ke Taman Laut 17 Pulau biasanya mulai dari Rp. 500.000,- per hari

Perlu diingat bahwa informasi ini mungkin berubah dan akan lebih baik jika Anda memeriksa rute dan transportasi terkini sebelum memulai perjalanan

Taman Wisata Alam Laut 17 Pulau Riung Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur

Taman Wisata Alam Laut 17 Pulau Riung Kab. Ngada, Nusa Tenggara Timur | Instagram @Shyi728

| Baca : Pantai Marosi Sumba Barat Pantai Yang Eksotis

Aktivitas dan Keragaman Hayati

Taman Laut 17 Pulau Riung, terletak di Kabupaten Ngada, Flores, menawarkan pengalaman eksplorasi laut yang tak terlupakan dengan keistimewaan sebagai berikut:

  1. Keanekaragaman Hayati yang Kaya:
    • Rumah bagi berbagai spesies hidupan laut dan terumbu karang yang berwarna-warni.
    • Menyaksikan ‘mawar laut’ di Pulau Batang Kolong, sebuah fenomena alam unik dari kumpulan telur Hexabranchus sanguineus.
  2. Aktivitas Bawah Air Luar Biasa:
    • Menyelam dan snorkeling dalam perairan yang sangat jernih, memungkinkan pengamatan langsung terhadap keindahan hayati bawah laut.
    • Pulau Meja dan Tanjung Toro Padang menawarkan situs menyelam dengan karang Acropora yang luas, serta kedalaman yang menantang bagi penyelam berpengalaman.
  3. Keindahan Alam yang Menenangkan:
    • Pemandangan gradasi warna laut dari atas bukit di Pulau Tiga, yang memberikan perspektif menakjubkan tentang lekuk lembut bawah air.
    • Pantai dengan pasir putih yang halus dan perairan biru yang cerah, sempurna untuk relaksasi dan pengambilan foto.
  4. Habitat Mangrove dan Satwa Liar:
    • Pulau Kawat dan Pulau Ontologi menampilkan ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai habitat penting bagi fauna lokal, termasuk kelelawar raksasa dan monyet.
    • Tanjung Toro Padang sebagai lokasi pengamatan biawak riungensis Varanus, spesies endemik yang hanya ditemukan di area ini.
  5. Pengalaman Eksplorasi yang Beragam:
    • Kemungkinan untuk menjelajahi area lebih luas dan menikmati keindahan bawah air tanpa harus menyelam, dengan menggunakan perahu atau speedboat berbodi fiberglass.
    • Kesempatan untuk melihat paus di perairan sebelah barat Tangil dan utara Pulau Pata, terutama selama musim muson ketika air hangat menarik mereka ke Teluk Riung.
  6. Keunikan Tiap Pulau:
    • Pulau Rutong atau Tangil menawarkan hamparan pasir berbentuk bulan sabit, menambah kevariasian pemandangan yang bisa dinikmati.
    • Setiap pulau memiliki karakteristiknya sendiri, dari kehidupan lautnya yang berbeda hingga topografi dan vegetasinya.

Taman Laut 17 Pulau Riung tidak hanya menjadi surga bagi para penyelam dan pecinta alam, tetapi juga menawarkan wawasan tentang kekayaan biologis dan keindahan alam yang ada di Indonesia.

Berikut tentang beberapa pulau unik di Taman Laut 17 Pulau Riung:

  1. Pulau Batang Kolong:
    • Pulau ini populer dikunjungi oleh para penyelam karena hewan yang dijuluki ‘mawar laut’, organisme yang unik menyerupai bentuk dan warna bunga mawar.
    • Tempat yang ideal untuk menikmati keindahan bawah laut dan berbagai spesies ikan yang beragam.
  2. Pulau Meja:
    • Pulau ini terkenal akan terumbu karang Acropora di lokasi menyelamnya.
    • Meski permukaan airnya sedikit berlumpur akibat sedimentasi, namun keindahan bawah airnya tak tertandingi, terutama bagi pecinta fotografi bawah air.
  3. Pulau Kawat:
    • Pulau ini berada tepat di depan Kampung Orang Bajo dan menawarkan pemandangan desa dan hutan mangrove yang indah, terutama saat matahari terbit.
    • Selain itu, kelompok-kelompok mangrove di sepanjang pantai pulau ini sering menjadi objek fotografi.
  4. Pulau Ontologi:
    • Pulau ini merupakan pulau terbesar dan dikelilingi oleh hutan mangrove yang hijau.
    • Di tengah-tengah hutan mangrove ini, terdapat rumah bagi koloni besar kelelawar raksasa, yang menjadi lebih aktif saat senja. Monyet juga bisa terlihat menggantung dari cabang-cabang pohon bakau, memakan buah bakau.
  5. Pulau Rutong atau Tangil:
    • Pulau ini dikenal untuk hamparan pasir yang luas yang tampaknya memiliki bentuk bulan sabit melengkung di ujung pulau.
    • Dari atas bukit di dekatnya, para pengunjung dapat menikmati pemandangan pasir emas yang menakjubkan. Meski mendaki bukit tersebut membutuhkan usaha, namun pemandangannya sangat berharga.
  6. Pulau Pata:
    • Pada musim-musim tertentu, pengunjung beruntung dapat melihat paus berkunjung ke perairan utara Pulau Pata, sebuah sisi menarik dan unik dari ekosistem laut di sini.
  1. Pulau Tiga:
    • Pulau ini terkenal akan bukit-bukitnya dari mana pengunjung bisa melihat gradasi warna biru laut yang begitu memukau dari ketinggian.
    • Pengunjung dapat mendaki bukit dan menyaksikan pemandangan lautan yang indah, dimana warna air berubah-ubah dari pucat menjadi biru tua tergantung pada kedalaman laut.
  2. Tanjung Toro Padang:
    • Ini bukan pulau tersendiri, melainkan sebuah tanjung yang merupakan bagian dari Pulau Flores. Tanjungnya menawarkan pandangan yang mengesankan ke arah barat Taman Laut 17 Pulau Riung.
    • Kawasan ini adalah tempat untuk melihat karang Acropora dan karang lunak, serta sebuah habitat untuk spesies biawak riungensis Varanus yang sangat menarik bagi para wisatawan.
  3. Pulau Bampa Timur:
    • Di sisi selatan pulau ini dan pada kedalaman sekitar sepuluh meter, penyelam bisa menemukan struktur yang mirip dengan ‘mawar laut’ di pulau lain.
    • Kedalaman ini juga ideal untuk snorkeling dan menyelam untuk pemula dengan kedekatan dengan permukaan yang memungkinkan banyak cahaya matahari masuk ke dalam air.
  4. Pulau Pata Utara:
    • Selain dikenal karena kehadiran paus pada musim tertentu, Pulau Pata juga memikat dengan kehidupan lautnya yang ramai dan beragam.
    • Pada kedalaman yang lebih, hanya sejumlah besar ikan yang dapat dilihat, seringkali merupakan atraksi sendiri bagi penyelam.
  1. Pulau Kalong:
    • Dinamakan demikian karena merupakan habitat alami bagi ribuan kelelawar (“kalong” dalam bahasa Indonesia) yang keluar dari gua-gua pada saat senja, menawarkan pemandangan spektakuler bagi pengunjung.
    • Pulau ini tidak hanya menarik bagi penggemar satwa liar tapi juga untuk mereka yang menghargai momen-momen alam yang unik.
  2. Pulau Ontoloe:
    • Mirip dengan Pulau Ontologi, namun menawarkan ekosistem mangrove yang lebih luas dan lebih menantang untuk dijelajahi.
    • Pengunjung bisa menemukan berbagai spesies burung dan monyet yang menambah keanekaragaman biologis pulau ini, menjadikannya tempat sempurna untuk pengamatan burung dan fotografi alam.
  3. Pulau Lain Jawa memiliki perairan yang kaya dengan berbagai kehidupan laut. Napoleon wrasse (Cheilinus undulatus) adalah sekitar satu meter panjangnya. Bahkan lebih besar adalah laut belut raksasa (Kerondong) yang dapat tumbuh hingga dua meter dengan kepala berukuran sampai sepuluh sentimeter lebarnya. Meskipun sebagian besar dari karang mati, pada kedalaman tiga meter terdapat banyak Ikan Butana dan angel fish (Kambing Kambing).
  4. Pulau Pangkor, yang terletak di antara Ontologi dan Toro Padang berfungsi sebagai karang penghalang bawah laut

Inilah dia, keajaiban tersembunyi di kepulauan Indonesia, Taman Laut 17 Pulau Riung – sebuah surga tropis yang tiada duanya. Kekhasan nama yang bersumber dari semangat nasionalisme ini hanyalah permulaan dari rangkaian keindahan yang akan Anda saksikan. Daya tarik utamanya terletak pada keanekaragaman hayati bawah laut yang memukau, menawarkan pengalaman snorkeling dan diving yang akan membius Anda dalam kekaguman. Lautannya yang jernih dengan gradasi warna biru membuka pintu ke dunia lain, dimana terumbu karang berwarna-warni dan sekolah ikan tropis bercengkerama. Tambahkan pengalaman langka bertemu komodo di habitat aslinya dan pantai-pantai dengan pasir putih yang lembut sebagai tempat peristirahatan sempurna Anda. Taman Laut  yang berada di Kabupaten Ngada ini adalah permata yang menunggu untuk ditemukan, menjanjikan petualangan dan ketenangan yang sempurna bagi setiap jiwa petualang yang mendambakan keharmonisan alam.

Leave A Comment