Candi Gedong Songo : Deskrispsi, Sejarah, Fungsi dan Tiket Masuk 2025
Candi Gedong Songo, kompleks candi peninggalan Dinasti Sanjaya abad ke-9 yang ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1804, terletak di lereng Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Menawarkan pemandangan eksotis, candi-candi yang terletak di bagian atas bukit menyajikan suasana sepi dan dikelilingi oleh alam yang masih asri, terutama saat kabut menyelimuti. Sebaliknya, area candi dekat pintu masuk terasa kurang alami karena padat pengunjung dan terdapat banyak elemen komersial serta taman yang tertata. Untuk menikmati perjalanan ke Gedong Songo, disarankan berangkat sepagi mungkin mengingat jalur yang sempit dan curam. Hal ini juga memberi kesempatan parkir yang lebih mudah di area yang tersedia, menghindari kemacetan yang biasanya memuncak pada siang hari. Alternatifnya, parkirlah di penginapan Gedong Songo yang berjarak sekitar 100 meter dari pintu masuk. Pastikan juga untuk merencanakan kunjungan Anda karena antrian dapat menjadi sangat panjang mengingat lokasi ini juga berdekatan dengan Taman Bunga Cellosia yang sama-sama populer.
Asal Nama
Nama “Gedongsongo” berasal dari bahasa Jawa, dimana “Gedong” berarti bangunan dan “Songo” berarti sembilan. Secara harfiah, nama ini dapat diartikan sebagai “sembilan bangunan.” Namun demikian, jumlah candi yang ada di kawasan ini kurang dari sembilan.
Sejarah Candi Gedong Songo
Diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Sanjaya. Ditemukan pertama kali oleh Loten pada tahun 1740 M, kompleks ini dikenal karena arsitekturnya yang mirip dengan Candi Dieng di Wonosobo. Pada tahun 1840 M, Gubernur Thomas Stamford Raffles melaporkan kompleks ini sebagai Candi Pitoe karena baru ditemukan tujuh candi. Van Stein Callenfels bersama Knebel yang merupakan arkeolog Belanda menemukan dua candi lainnya pada ada tahun 1908 dan 1911, sehingga kompleks ini dikenal dengan nama Candi Gedong Songo.
Pemugaran dan Penataan
Candi Gedong Songo pertama kali ditemukan oleh Thomas Stamford Raffles pada tahun 1804, memperkenalkan dunia pada warisan arkeologi yang luar biasa ini. Candi-candi ini dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Wangsa Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno dan dirancang di sekitar kawah belerang aktif yang memberikan pemandangan dan atmosfer yang unik. Pemugaran pertama kompleks candi ini dilakukan pada tahun 1931 oleh Dinas Purbakala pada masa pemerintahan Belanda. Selanjutnya, pemerintah Indonesia melanjutkan pemugaran antara tahun 1972-1982, dan kemudian penataan kompleks candi dilakukan Suaka Peninggalan Sejarah & Purbakala Prov. Jawa Tengah pada tahun 1997. Pada tanggal 26 Oktober 2015, Melalui Surat Keputusan Nomor 195/M/2015, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Candi Gedong Songo sebagai Kawasan Cagar Budaya dengan Peringkat Nasional, menggarisbawahi pentingnya situs ini dalam sejarah dan budaya Indonesia.
Mitos
Yang sering jadi pertanyaan pengunjung, kenapa kawasan candi yang diperkirakan dibangun antara abad VII dan abad VIII ini dinamai Gedong Songo, padahal jumlah candi yang ada sekarang kurang dari sembilan. Cerita yang berkembang di masyarakat sekitar, awalnya ada sembilan kelompok candi, namun sebagian sudah hilang. Kurangnya bukti tertulis inilah yang membuat kawasan Gedong Songo ini pernah juga dinamai dengan Gedongpitoe.
Ada mitos yang terkenal di Kompleks Gedong Songo mengenai jumlah candi. Meski hanya ada lima candi yang utuh, konon jika seseorang menelusuri semua kompleks candi dan menemukan jumlahnya ada sembilan, orang tersebut akan mendapatkan keberuntungan
Keunikan Kompleks Candi Gedong Songo
Walau dinamai Gedong Songo yang berarti sembilan bangunan, kompleks ini hanya memiliki lima candi yang utuh. Candi-candi tersebut adalah:
1. Candi Gedong I:
- Terletak paling dekat dengan pintu masuk pada ketinggian 1209.40 meter dari permukaan laut
- Terdapat yoni tanpa lingga di dalamnya, simbol kejantanan dan kesuburan, namun puncaknya sudah terlihat rusak
2. Candi Gedong II:
- Berjarak sekitar 337 meter dari Candi Gedong I, berada pada ketinggian 1264.64 meter dari permukaan laut.
- Struktur bangunannya masih tetap utuh, dan di bagian depan candi terdapat sebuah bangunan yang diperkirakan merupakan candi perwara, yaitu candi kecil yang biasanya terletak di depan candi utama.
3. Candi Gedong III:
- Berjarak sekitar 1175 meter dari Candi Gedong II.
- Memiliki tiga candi yang masih utuh dan ada candi perwara.
- Dihiasi stupa di atapnya, menggunakan makara, atau arca berbentuk kepala gajah.
4. Candi Gedong IV:
- Terletak di sebelah barat Candi Gedong III dan merupakan kelompok terbesar.
Hanya satu candi yang masih utuh, dikelilingi reruntuhan candi.
5. Candi Gedong V:
- Terletak pada ketinggian 1310 meter dari permukaan laut dan memiliki satu bangunan candi yang utuh serta dua reruntuhan.
- Memiliki satu bangunan candi yang masih utuh dan beberapa reruntuhan candi.
Fungsi Candi Gedong Songo
Berperan sebagai situs pemujaan bagi dewa-dewa dalam agama Hindu, yang terbukti dari keberadaan arca-arca seperti Siwa Mahaguru, Siwa Mahakala, dan Ganesha di kompleks candi tersebut. Arca-arca ini menjadi bukti konkret bahwa tempat ini digunakan untuk kegiatan keagamaan dan spiritual oleh masyarakat Hindu pada masa lampau. Lokasi candi yang berada di gunung sejalan dengan kepercayaan umat Hindu yang meyakini bahwa gunung merupakan tempat bersemayamnya dewa-dewa. Tempat yang tinggi seperti gunung diyakini dapat memaksimalkan ibadah karena dianggap lebih dekat dengan kahyangan.
Lokasi dan Akses
Lokasi antar Candi cukup berjauhan satu sama lain, terutama dari candi 1 ke candi 2. namun setelah sampai candi 3, letaknya berdekatan dengan candi 4 dan candi 5, sehingga disarankan bagi para pengunjung untuk memiliki stamina yang cukup kuat jika ingin melakukan trekking semua candi yang ada. Bagi yang ingin menghemat tenaga, Anda bisa memanfaatkan jasa kuda wisata yang tersedia di sana. Selain itu, area tertentu dari kompleks Candi Gedongsongo juga dapat digunakan sebagai tempat berkemah.
Fasilitas
Di sekitar kompleks candi juga disediakan beberapa fasilitas untuk mendukung kenyamanan pengunjung, seperti tempat parkir, area untuk berkemah, dan beberapa tempat istirahat. Anda akan menikmati pemandangan yang asri dan udara yang sejuk karena lokasinya yang berada di lereng gunung.
| Baca : Lawang Sewu Eksotisme Gedung Peninggalan Belanda
Wisata di Candi Gedong Songo
Kompleks Candi menawarkan pemandangan alam yang sejuk karena lokasinya yang berada di pegunungan. Pengunjung yang ingin berkeliling kompleks ini membutuhkan stamina lebih karena jarak antar candi yang cukup jauh. Namun, tersedia jasa sewa kuda dengan harga Rp 70.000 – Rp 110.000 tergantung jarak tempuh untuk memudahkan wisatawan.
Kawasan Gedong Songo tidak hanya menarik bagi wisatawan yang ingin menjelajah situs bersejarah, tetapi juga menjadi lokasi favorit untuk berkemah, terutama karena hutan pinus yang terhampar di sekitarnya. Di akhir pekan atau saat liburan, area perkemahan sering penuh dengan tenda-tenda berwarna-warni yang menghiasi pemandangan alam. Salah satu daya tarik terbaru dari kawasan ini adalah Vanaprasta Gedong Songo Park, yang menawarkan pengalaman unik dengan tiga rumah heritage dan empat Gazebo yang bisa digunakan untuk meditasi, yoga, atau reiki. Selain itu, terdapat juga restoran yang menyediakan berbagai hidangan lezat. Bagi pengunjung yang ingin memanfaatkan berbagai fasilitas ini, pengelola setempat siap membantu. Setelah menikmati keindahan Candi Gedong Songo, jangan lupa mencicipi kuliner khas yang disajikan di warung-warung dekat pintu keluar, terutama sate kelinci yang nikmat disantap dalam udara sejuk pegunungan. Untuk melengkapi kunjungan, berbagai oleh-oleh menarik seperti kaos, topi, syal, dan pernak-pernik khas Candi Gedong Songo dapat ditemukan di sekitar pintu keluar, membuat pengalaman wisata semakin berkesan.
Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional
Berikut adalah harga tiket masuk ke Candi Gedong Songo Maret 2025 :
- Wisatawan Domestik: Rp 15.000
- Wisatawan Mancanegara: Rp 75.000
Jam operasional kompleks candi adalah pukul 07:00 – 16:00 WIB.
Rute Perjalanan
Rute dari Semarang Kota
Mulai dari Semarang Kota:
- Jalan Ronggowarsito atau Jalan Imam Bonjol:
- Mulailah perjalanan dengan menuju ke arah selatan melalui Jalan Ronggowarsito atau Jalan Imam Bonjol.
Mengikuti Jalan Utama atau Tol:
- Menuju Jalan Semarang-Solo:
- Opsi Tol: Ikuti jalan menuju Jalan Tol Ungaran-Bawen untuk perjalanan yang lebih cepat.
- Opsi Non-Tol: Jika memilih jalur non-tol, teruskan perjalanan melalui jalan utama yang menuju Ungaran.
Jika Memilih Tol:
- Gerbang Tol Ungaran:
- Keluar di Gerbang Tol Ungaran.
- Setelah keluar tol, lanjutkan perjalanan ke arah Ungaran (arah selatan).
Dari Ungaran ke Bandungan:
- Menuju Bandungan:
- Dari Ungaran, arahkan kendaraan Anda menuju Bandungan. Ikuti jalur utama menuju ke Bandungan yang biasanya ramai lalu lintas.
Menuju Candi Gedong Songo:
- Setelah sampai di Bandungan, arahkan kendaraan menuju arah Candi Gedong Songo. Anda akan menyusuri jalanan yang menanjak dan berkelok-kelok hingga sampai di kawasan Gedong Songo.
- Ikuti tanda petunjuk jalan yang mengarahkan ke lokasi Gedong Songo.
| Baca : Harga Tiket dan Aktivitas Seru di Candi Borobudur
Rute dari Jogja
Mulai dari Yogyakarta:
- Jalan Magelang:
- Mulailah perjalanan dengan menuju ke arah utara melalui Jalan Magelang. Ini adalah jalan utama yang menghubungkan Yogyakarta dengan Magelang.
Menuju Magelang:
- Magelang:
- Ikuti jalan utama hingga memasuki wilayah Magelang.
- Teruskan perjalanan menuju arah utara menuju Ambarawa.
Menuju Ambarawa:
- Ambarawa:
- Dari Magelang, lanjutkan perjalanan ke arah Ambarawa.
- Ikuti jalan dan papan penunjuk menuju Bawen.
Menuju Bawen:
- Bawen:
- Setelah melewati Ambarawa, Anda akan tiba di Bawen.
- Di sini, ikuti petunjuk arah yang menuju Bandungan.
Menuju Bandungan:
- Bandungan:
- Dari Bawen, arahkan kendaraan menuju Bandungan.
- Ikuti jalan utama dan papan penunjuk arah yang mengarahkan ke Bandungan.
Menuju Candi Gedong Songo:
- Ketika sudah berada di Bandungan, ikuti papan petunjuk arah yang mengarahkan ke Candi Gedong Songo.
- Terus ikuti jalan ini hingga tiba di lokasi wisata candi.
Candi yang berada di bandungan ini, tidak hanya menawarkan wisata sejarah dan budaya, tetapi juga pengalaman unik dan penuh petualangan dengan pemandangannya yang indah dan mitos yang menarik. Bagi kamu yang ingin merasakan suasana pegunungan dan mengunjungi tempat penuh keunikan dan sejarah, Candi Gedong Songo adalah destinasi wajib di kunjungi 2025 ketika berada di Bandungan Kabupaten Semarang .