Desa Buntao Desa Wisata Paling Banyak Dikunjungi Wisatawan Di Tana Toraja Utara
Salah satu desa yang paling banyak dikunjungi di Tana Toraja adalah Buntao. Traveller sering datang ke lokasi ini untuk berwisata dan menyaksikan budaya lokal yang unik. Waktu terbaik untuk mengunjungi desa adalah pada hari pasar. Itu berarti Anda bisa melihat lebih banyak orang dan objek menarik di sana. Sama seperti desa lain di Toraja, Buntao juga memiliki Patane. Ini adalah situs pemakaman dengan bentuk rumah adat Tana Toraja. Ciri lain yang bagus dari desa adalah bukit. Di lokasi ini, Anda bisa menemukan pemakaman tua dengan atmosfer yang menyeramkan bagi sebagian orang.
Desa Buntao memiliki banyak fitur. Salah satunya adalah Patane. Anda bisa menyaksikannya dengan bebas. Belum lagi ada formasi Tongkonan. Beberapa semak dan pepohonan juga terlihat dekat pemukiman ini. Fitur ini menyatu menjadi nuansa yang bagus dan nyaman. Setiap tamu atau turis pasti sangat menyukai desa ini. Lokasi ini juga cocok untuk bersantai juga karena keberadaan pohon-pohon di sekitarnya. Beberapa penduduk desa bahkan dapat mengundang Anda ke rumah mereka. Ini memberi Anda kesempatan untuk menikmati makanan mereka, pastinya.
Aktivitas
Pertanyaannya adalah apa yang bisa dilakukan traveller di Desa Buntao. Pertama, Anda dapat mengamati cara hidup warga desa. Waktu terbaik untuk mengunjungi desa adalah pada hari pasar. Dengan cara ini, lebih banyak orang terlihat di Buntao. Beberapa dari mereka mungkin bercerita tentang sejarah desa. Menurut penduduk setempat, desa ini dibangun oleh Pong Maramba. Pada tahun 1880. Saat itu, orang-orang di Tana Toraja menggunakan Buntao sebagai lokasi administrasi utama yang mencakup Tikala dan Kesu ‘.
| Baca :Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Cagar Alam Bagi Populasi Kupu Kupu
Desa Buntao terletak di dekat Kete Kesu. Tak heran, desa ini juga memiliki karakteristik serupa. Itu berarti traveller bisa menjelajahi pemakaman tradisional di Buntao. Anda mungkin melihat banyak tengkorak di lokasi tertentu dari tempat pemakaman tersebut. Atraksi lainnya adalah Tongkonan dan lumbung lokal yang terlihat cukup megah dan menarik. Anda bisa menjelajahi atau berfoto di depannya. Pastikan untuk mendapatkan izin dari pemilik terlebih dahulu. Bahkan mungkin untuk makan malam bersama mereka.
Di beberapa bagian Desa Buntao, Anda juga bisa menemukan pemandangan yang indah seperti pegunungan dan perbukitan. Bahkan ada beberapa batu besar dan gua. Penduduk setempat menggunakan lokasi ini untuk menguburkan keluarga mereka. Begitu Anda menikmati benda unik semacam itu, sekarang saatnya mencoba makanan lokal mereka. Ini termasuk Pa’piong. Ini adalah sejenis sup dengan resep tradisional Tana Toraja. Makanan lezat lainnya untuk dicoba adalah Pa’Piong Bai, Pa’Piong Manuk, dan masih banyak lagi. Bila menyangkut minuman tradisional, yang paling terkenal adalah Ballo.
| Baca :Pantai Tanjung Toli Toli Di Sulawesi Tengah Tempat Terbaik Menyaksikan Sunset
Tempat Wisata Lain Terdekat
- Kete Kesu
- Desa Nanggala
- Air Terjun Serambu
Menuju Lokasi
Bagaimana traveller bisa sampai di Desa Buntao? Seperti disebutkan sebelumnya, lokasinya di Kabupaten Tana Toraja. Untuk perjalanan ke Tanan Toraja dapat dilalui dengan Jalur Udara dan Darat.
Apabila menggunakan jalur udara, dari Makassar Anda dapat naik pesawat langsung dengan maskapai Trans Nusa menuju Toraja di Bandara Pongtiku, kemudian dilanjutkan ke Desa Buntao menggunakan taksi, menyewa mobil atau jasa transportasi lokal lainnya.
| Baca :Pantai Siuri Pantai Yang Sangat Unik Dengan Pasir Emas Berkilauan Di Poso
Sementara apabila menggunakan jalur darat, Yang perlu Anda lakukan adalah mengambil Jalan Poros Barru – Makassar. Ini membantu Anda mencapai lokasi dengan cepat. Rute ini cocok untuk yang datang dari Kota Makassar. Jaraknya 316 km dan memakan waktu sekitar 7 jam 30 menit. Dengan kendaraan yang tepat, Anda bahkan bisa mencapai lokasi lebih cepat.