Palembang bukan sekadar kota pempek. Ia adalah “Venesia dari Timur,” sebuah kota sungai tempat sejarah kemaharajaan Sriwijaya berpadu dengan denyut nadi modernitas. Bagi Anda yang hanya memiliki waktu singkat atau ingin memaksimalkan liburan tanpa berputar-putar menghabiskan bensin, menyusun itinerary yang searah adalah kunci.

Panduan ini kami rancang berdasarkan data terakurasi dari berbagai sumber perjalanan terpercaya (2024-2026), menggabungkan wawasan sejarah, aksesibilitas, dan pengalaman sensorik yang mendalam. Kita akan bergerak dari dataran tinggi di Ilir Barat, menyusuri Sungai Musi, dan berakhir di kemegahan Jakabaring di Seberang Ulu.


Ringkasan Cepat (Quick Facts)

KategoriDetail Informasi
Estimasi Waktu10 – 12 Jam (Mulai pukul 08.00 WIB)
Rute PerjalananIlir Barat (Bukit) → Gandus (Religi) → Tepi Sungai (BKB) → Tengah Sungai (Kemaro) → Seberang Ulu (Jakabaring)
TransportasiMobil Pribadi/Sewa (Disarankan), LRT Sumatera Selatan, & Perahu Ketek
Total Destinasi6 – 7 Lokasi Utama
Budget TiketEstimasi Rp150.000 – Rp200.000 per orang (termasuk sewa perahu)
Waktu TerbaikMei – September (Musim Kemarau) untuk langit biru yang cerah

Pagi yang Sakral di Dataran Tinggi

Perjalanan kita dimulai dari titik tertinggi di Kota Palembang. Sebelum matahari terlalu terik, arahkan kendaraan Anda ke kawasan Ilir Barat.

1. Bukit Siguntang: Menjemput Tuah Sriwijaya

Lokasi: Bukit Lama, Ilir Barat I

Waktu Kunjung: 08.00 – 09.30 WIB

Bayangkan Anda berdiri di ketinggian 27 meter di atas permukaan laut, di sebuah tempat yang dulunya dianggap pusat spiritual para raja Melayu kuno. Bukit Siguntang bukan sekadar bukit; ini adalah paru-paru sejarah kota. Udara di sini sejuk, dinaungi pepohonan besar yang usianya mungkin lebih tua dari kita.

Di sini, Anda akan menemukan makam-makam tokoh legendaris seperti Segentar Alam dan Putri Kembang Dadar. Bagi pencinta sejarah, melihat arca Buddha dan pecahan keramik Dinasti Tang di sini adalah bukti otentik bahwa Palembang pernah menjadi pusat studi Buddha dunia. Suasananya tenang, kontemplatif, dan sempurna untuk memulai hari dengan energi positif.

2. Al-Qur’an Al-Akbar: Keagungan Ukiran Kayu

Lokasi: Gandus (Sekitar 15 menit berkendara dari Bukit Siguntang)

Waktu Kunjung: 10.00 – 11.00 WIB

Bergerak sedikit ke arah Gandus, kita akan menyaksikan keajaiban seni kriya Palembang di Museum Bayt Al-Qur’an Al-Akbar. Siapkan kamera Anda, karena visual di sini sungguh surreal. Anda akan masuk ke dalam lorong-lorong kayu tembesu setinggi 15 meter.

Ini adalah Al-Qur’an ukiran kayu terbesar di dunia. Warna emas pada ayat suci yang berpadu dengan latar merah gelap menciptakan nuansa agung yang menggetarkan hati. Saat menyusuri lantai demi lantai, Anda bisa mencium aroma khas kayu tembesu yang awet hingga ratusan tahun. Pastikan berpakaian sopan saat berkunjung ke sini.

Denyut Nadi Sungai Musi

Menjelang siang, kita turun ke arah pusat kota, tepatnya ke tepian sungai yang legendaris.

3. Benteng Kuto Besak (BKB) & Jembatan Ampera

Lokasi: Tepian Sungai Musi, 19 Ilir

Waktu Kunjung: 11.30 – 12.30 WIB

Parkirkan kendaraan Anda di area Benteng Kuto Besak. Ini adalah satu-satunya benteng di Indonesia yang dibangun oleh kaum pribumi (Kesultanan Palembang), bukan oleh penjajah Eropa. Dindingnya yang kokoh terbuat dari campuran putih telur dan batu kapur.

Berdirilah di plaza depannya. Di hadapan Anda, terbentang Sungai Musi yang luas dengan Jembatan Ampera sebagai latar belakangnya yang gagah. Jembatan yang dulunya bernama Jembatan Bung Karno ini pernah memiliki mekanisme angkat di bagian tengahnya. Rasakan angin sungai yang membawa aroma air payau, mendengar deru mesin perahu ketek, dan melihat kesibukan lalu lintas sungai. Ini adalah spot foto paling ikonik di Palembang.

4. Ekspedisi Perahu ke Pulau Kemaro

Akses: Dermaga BKB (Naik Ketek/Speedboat)

Waktu Kunjung: 13.00 – 15.00 WIB

Jangan hanya melihat sungai dari tepi. Sewalah perahu ketek (perahu tradisional) atau speedboat dari dermaga BKB. Perjalanan sekitar 20-30 menit menyusuri sungai akan membawa Anda ke Pulau Kemaro.

Pulau ini unik karena selalu kering (kemarau) dan tidak pernah kebanjiran meski air pasang. Daya tarik utamanya adalah Pagoda 9 lantai yang menjulang tinggi di tengah delta sungai. Di sini, narasi romantis sekaligus tragis akan menyapa Anda: legenda cinta Tan Bun An (Pangeran Tiongkok) dan Siti Fatimah (Putri Palembang) yang berakhir di dasar sungai.

Kunjungi “Pohon Cinta” yang ada di sana. Mitos lokal mengatakan jika pasangan mengukir nama di sana, cinta mereka akan abadi—namun, berhati-hatilah, ada juga mitos sebaliknya yang mengatakan hubungan bisa kandas. Terlepas dari mitos, harmoni budaya Tionghoa dan Palembang di sini sangat kental dan indah.

Menyeberang ke Ulu & Modernitas

Wisata Palembang terdekat - Jakabaring Sport City

Jakabaring Sport City – Palembang, Sumatera Selatan | Google Map/Kontributor Dede Darmawan

Setelah kembali ke dermaga BKB, saatnya kita menyeberang jembatan Ampera menuju kawasan Seberang Ulu untuk melihat wajah Palembang yang multikultural dan modern.

5. Kampung Kapitan & Kampung Arab Al-Munawar

Lokasi: Seberang Ulu (Tepi Sungai)

Waktu Kunjung: 15.30 – 16.30 WIB

Di sisi Ulu, sejarah akulturasi tersimpan rapi. Kampung Kapitan adalah jejak permukiman pertama warga Tionghoa dengan arsitektur rumah panggung yang memadukan gaya Cina, Melayu, dan Belanda.

Tak jauh dari sana, terdapat Kampung Arab Al-Munawar. Di sini, waktu seolah berhenti. Anda akan disuguhkan deretan “Rumah Bingen” (rumah tua) yang usianya ratusan tahun namun masih kokoh. Warga setempat, yang mayoritas keturunan Arab, sangat ramah. Nikmati kopi rempah khas atau nasi minyak jika tersedia, sambil duduk di tepi sungai melihat sisi Ilir dari kejauhan.

6. Masjid Cheng Ho & Jakabaring Sport City

Lokasi: Jakabaring

Waktu Kunjung: 17.00 – Selesai

Menutup hari, kita bergerak ke selatan menuju kawasan Jakabaring. Singgahlah sejenak di Masjid Cheng Ho. Jangan kaget jika Anda merasa seperti masuk ke kelenteng; arsitekturnya didominasi warna merah dan hijau giok dengan atap berundak, simbol penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho yang muslim.

Akhiri perjalanan Anda di Jakabaring Sport City (JSC). Kompleks olahraga seluas ratusan hektare ini adalah bukti Palembang sebagai kota kelas dunia (tuan rumah Asian Games). Di sore hari, kawasan ini sangat asri. Anda bisa bersantai di tepi danau buatan, atau jika membawa anak-anak, mampir sebentar ke Palembang Bird Park yang masih berada di kawasan ini untuk berinteraksi dengan ratusan jenis burung.

Rekomendasi Kuliner Sepanjang Rute

Perjalanan ini tidak akan lengkap tanpa mengisi perut di tempat yang tepat sesuai rute:

  • Pagi (Ilir Barat): Sarapan Mie Celor 26 Ilir (dekat Bukit Siguntang) untuk kuah santan ebi yang kental dan hangat.

  • Siang (Tepi Sungai): Makan siang di River Side Restaurant atau Warung Terapung di sekitar BKB untuk sensasi makan pindang patin sambil digoyang ombak sungai.

  • Sore (Ulu): Cicipi Pempek di sentra pempek 10 Ulu atau nikmati kudapan di Kampung Arab.

Kata Pengunjung 

Berikut adalah ringkasan sentimen ulasan asli dari Google Maps untuk memberikan gambaran nyata (Social Proof):

  • Tentang Jembatan Ampera & BKB:

    “Wajib dikunjungi kalau ke Palembang. Pemandangan malamnya juara dengan lampu-lampu jembatan, tapi siap-siap macet kalau malam minggu. Banyak pengamen dan tukang foto keliling, jadi harus pandai menolak halus jika tidak berminat. Kulineran di perahu terapung seru banget!”

  • Tentang Pulau Kemaro:

    “Tempatnya sangat instagenic dengan Pagoda tingginya. Perjalanan naik perahu ketek sekitar 30 menit dari BKB itu pengalaman seru tersendiri, tapi pastikan tawar-menawar harga perahu di awal biar gak ‘ditembak’ harga mahal. Jangan lupa bawa payung karena cuaca cukup terik.”

  • Tentang Al-Qur’an Al-Akbar:

    “Sangat takjub melihat ukiran kayu segede itu. Tempatnya adem dan wangi kayu. Wajib pakai pakaian sopan/menutup aurat, kalau tidak nanti dipinjamkan selendang. Tiket masuk murah dan worth it banget buat wisata religi.”

  • Tentang Bukit Siguntang:

    “Tempatnya asri, banyak pohon besar, cocok buat ngadem. Suasananya tenang banget dan bersejarah. Bagus buat jogging pagi atau sekadar belajar sejarah Sriwijaya. Fasilitas toilet dan mushola cukup bersih.”


FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan 

Berikut adalah pertanyaan yang sering muncul di kolom People Also Ask Google terkait wisata Palembang:

Q: Apa saja tempat wisata di Palembang yang lagi hits?

Tempat yang sedang populer antara lain Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, Al-Qur’an Al-Akbar (Al-Qur’an Raksasa), De Jakabaring (spot foto), dan kawasan kuliner Lorong Basah Night Culinary.

Q: Berapa biaya sewa perahu ke Pulau Kemaro?

Biaya sewa perahu ketek atau speedboat dari Dermaga Benteng Kuto Besak (BKB) ke Pulau Kemaro berkisar antara Rp100.000 hingga Rp300.000 per perahu (pulang-pergi), tergantung jenis perahu dan kemampuan tawar-menawar.

Q: Kapan waktu terbaik berkunjung ke Palembang?

Waktu terbaik adalah saat musim kemarau (Mei hingga September) agar aktivitas outdoor tidak terganggu hujan. Bulan Februari juga menarik karena ada perayaan Cap Go Meh yang meriah di Pulau Kemaro.

Q: Apa makanan khas Palembang selain pempek?

Selain pempek, wisatawan wajib mencoba Tekwan, Model, Mie Celor, Pindang Patin, Burgo, Laksan, dan Martabak HAR.

Q: Apakah ada wisata malam di Palembang?

Ya, wisata malam populer meliputi menikmati lampu Jembatan Ampera dari pelataran BKB, wisata kuliner di Lorong Basah, atau nongkrong di cafe sekitar Kambang Iwak dan Sudirman Walk.


Dengan mengikuti alur ini, Anda telah menjelajahi sejarah, alam, budaya, dan modernitas Palembang dalam satu tarikan napas, tanpa waktu yang terbuang percuma di jalan. Selamat menikmati Bumi Sriwijaya!

4.5/5

Leave A Comment

Artikel Terbaru

  • Air Terjun Suwono

07/02/2026|0 Comments

Informasi harga tiket, penginapan, hotel, kuliner, jam buka dan fasilitas tempat wisata

  • Danau Biru Kolaka Utara Sulawesi Utara

07/02/2026|0 Comments

Danau Biru : Danau dengan Air Biru Cerah yang Menyegarkan di Kolaka Utara

  • Wisata Palembang terdekat - Bukit Siguntang

07/02/2026|0 Comments

6 Tempat Wisata di Palembang yang Bisa Buat Liburan Lebih Menyenangkan

  • Taman Wisata Alam Pulau Menipo Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur

07/02/2026|0 Comments

Pulau Menipo : Menjelajahi Taman Wisata Alam (TWA) Menipo di Kupang

  • Sejarah Kebun Teh Kayu Aro

07/02/2026|0 Comments

Perkebunan Teh Kayu Aro Jambi: Perkebunan Terbesar Kedua di dunia

  • Pantai Sabang Tolitoli Sulawesi Tengah

07/02/2026|0 Comments

Pantai Tanjung Toli-Toli di Provinsi Sulawesi Tenggara : Tempat Terbaik Menyaksikan Sunset