Lokasi, Sejarah, dan Fakta Unik Seblang Olehsari: Tradisi Sakral Suku Osing
Banyuwangi, “The Sunrise of Java“, menyimpan ribuan kisah magis. Salah satu yang paling sakral, tua, namun selalu dinanti ribuan wisatawan adalah Seblang Olehsari. Bukan sekadar tarian, ini adalah ritual trance (kerasukan) kuno yang dipercaya sebagai pagar keselamatan desa.
⚡ Ringkasan Cepat (Quick Facts)
Untuk Anda yang butuh informasi inti dalam sekejap.
| Informasi | Detail |
| Nama Ritual | Seblang Olehsari (Sebele Ilang / Sial Hilang) |
| Lokasi | Desa Olehsari, Kec. Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur |
| Waktu Pelaksanaan | 7 Hari berturut-turut di bulan Syawal (mulai H+7 Lebaran) |
| Penari Utama | Gadis muda (perawan/belum akil balig) keturunan leluhur Seblang |
| Ciri Khas | Penari menari dalam kondisi trance (kejiman) dengan mata terpejam |
| Properti Ikonik | Omprok (Mahkota) dari daun pisang muda & bunga segar |
| Harga Tiket | Gratis (Donasi sukarela/Parkir) |
| Aksesibilitas | Mudah dijangkau (±15-20 menit dari pusat kota Banyuwangi) |
🏛️ Apa Itu Seblang Olehsari?
Berdasarkan kajian budaya masyarakat Using, Seblang Olehsari adalah upacara bersih desa dan tolak bala. Secara etimologis, kata “Seblang” berasal dari singkatan bahasa Osing “Sebele Ilang” yang berarti “sialnya hilang”.
Tradisi ini unik karena menggabungkan unsur spiritual vertikal (doa kepada Tuhan) dan sosial horizontal (kerukunan warga). Berbeda dengan tari kreasi, gerakan penari Seblang bersifat monoton dan mistis karena digerakkan oleh roh leluhur (Danyang desa setempat, Ki Buyut Ketut) yang merasuki tubuh penari melalui perantara dukun adat (Gambuh).
Penting Diketahui: Seblang di Banyuwangi ada dua jenis. Seblang Olehsari (Penari Gadis, pasca Idul Fitri) dan Seblang Bakungan (Penari Lansia, pasca Idul Adha).
🕯️ Rangkaian Prosesi Ritual: Dari Trance Hingga Ider Bumi
Bagi wisatawan, memahami urutan acara akan memperkaya pengalaman menonton. Berikut adalah fase ritual
1. Ritual Pembuka & Kejiman (Trance)
Prosesi dimulai sore hari. Penari yang wajahnya tertutup Omprok (mahkota daun pisang dan bunga) akan diasapi kemenyan oleh Gambuh.
Momen Kunci: Perhatikan nampan bambu (tempeh) yang dipegang penari. Jika nampan itu jatuh terbanting, itu tandanya roh telah masuk (Kejiman). Penari akan bangkit dan menari dengan mata terpejam.
2. Tarian Inti & Gending
Penari bergerak mengikuti irama gending Banyuwangian seperti Layar Kumendung dan Kembang Menur. Gerakannya ritmis, didominasi goyangan pinggul, memutari panggung lingkar.
3. Tundhikan (Lempar Selendang) – Wajib Tahu!
Ini adalah segmen paling mendebarkan. Penari akan melempar selendang (sampur) ke arah penonton.
Aturan Main: Siapapun yang terkena selendang WAJIB maju ke panggung dan menari bersama Seblang.
Mitos: Konon, jika menolak, penari (roh) akan marah dan mengejar Anda, atau Anda bisa mendapatkan ketidakberuntungan.
4. Kembang Dermo
Penjualan bunga Kanthil dan Kenanga yang telah didoakan. Ini simbolis harapan agar rezeki “mengintil” (mengikuti) dan derajat hidup “kumandang” (harum/tinggi).
5. Ider Bumi (Hari ke-7)
Pada hari terakhir, penari Seblang akan diarak keliling desa untuk memagari wilayah dari mara bahaya secara spiritual.
🗺️ Lokasi & Panduan Menuju Olehsari
Alamat: Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.
Dari Stasiun Banyuwangi Kota: Sekitar 15 menit menggunakan ojek online atau sewa motor. Arahkan ke barat menuju jalan rute Kawah Ijen.
Dari Bandara Banyuwangi: Sekitar 30-40 menit perjalanan darat.
⭐ Suara Wisatawan: Google Maps & Social Sentiment
Berikut adalah rangkuman sentimen ulasan (simulasi berdasarkan data lapangan) dari pengunjung yang pernah menyaksikan Seblang Olehsari:
Rata-rata Rating: ⭐⭐⭐⭐⭐ (4.8/5)
👤 Budi Santoso (Local Guide):
“Aura mistisnya sangat terasa. Merinding pas lihat nampan jatoh dan penari langsung nari dengan mata merem. Sangat ramai, saranku datang jam 1 siang biar dapat tempat duduk depan.”
👤 Sarah Wijaya (Wisatawan Jakarta):
“Budaya yang luar biasa. Gratis, warga ramah. Sempat kaget pas ada penonton dilempar selendang terus ‘dipaksa’ nari, tapi seru banget! Fasilitas musholla dan parkir ada.”
👤 Dimas P (Researcher):
“Otentik. Bukan sekadar tontonan, tapi doa. Harap jaga sopan santun selama acara berlangsung.”
❓ FAQ (People Also Ask)
Berikut adalah jawaban untuk pertanyaan yang sering diajukan di Google mengenai Seblang Olehsari:
Q: Kapan Seblang Olehsari 2026 dilaksanakan?
A: Ritual ini selalu dimulai satu minggu setelah Idul Fitri (Syawal). Jika Idul Fitri jatuh pada tanggal X, maka Seblang dimulai sekitar tanggal X+7 dan berlangsung selama 7 hari.
Q: Apa perbedaan Seblang Olehsari dan Seblang Bakungan?
A:
Olehsari: Penari wanita muda (perawan), dilaksanakan bulan Syawal (Idul Fitri), simbol kesuburan/awal.
Bakungan: Penari wanita lansia (menopause), dilaksanakan bulan Dzulhijjah (Idul Adha), simbol kebijaksanaan.
Q: Apakah turis boleh menonton Seblang Olehsari?
A: Sangat boleh. Tradisi ini inklusif dan terbuka untuk umum. Bahkan, ritual ini masuk dalam kalender resmi Banyuwangi Festival.
Q: Apakah ada pantangan saat menonton?
A: Jaga sopan santun, jangan berbicara kotor, jangan menghalangi jalan masuk Gambuh, dan jika terkena selendang (sampur), disarankan untuk menghormati tradisi dengan ikut menari sebentar.
💡 Tips Berkunjung
Datang Lebih Awal: Acara biasanya mulai pukul 14.00 WIB, tapi lokasi sudah padat sejak pukul 12.00 WIB.
Bawa Payung/Topi: Panggung berada di area terbuka, meski ada tenda, cuaca sore Banyuwangi bisa panas atau hujan tiba-tiba.
Siapkan Uang Kecil: Meski tiket gratis, Anda bisa membeli Kembang Dermo sebagai cinderamata spiritual atau memberi saweran saat menari.
Siapkan Kamera: Momen Ider Bumi di hari ke-7 adalah golden hour untuk fotografi budaya.
Tertarik merasakan magisnya Banyuwangi?
Jadikan Seblang Olehsari agenda wajib liburan Lebaran Anda tahun depan. Ini bukan sekadar liburan, tapi perjalanan spiritual menyaksikan harmoni manusia dan leluhur.
Punya pengalaman unik saat menonton Seblang? Tulis di kolom komentar!
Artikel Terbaru
Omah Kayu Kota Batu: Ulasan, Tiket Masuk 2026 dan Sensasi Tidur Diatas Pohon
Omah Kayu di Batu, Malang, menawarkan pengalaman unik bagi siapa saja yang ingin melarikan diri dari kepenatan dan polusi kota. Terletak di puncak Gunung Banyak, yang juga berada dalam satu area dengan Paralayang, pertama kali [...]
Harga Tiket Masuk Pantai Pasir Putih Situbondo
Pantai Pasir Putih Situbondo adalah salah satu destinasi wisata yang memukau di Jawa Timur, terkenal dengan hamparan pasir putih yang luas dan air laut yang jernih. Terletak di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa, pantai ini [...]
Jelajah Waktu di Jogja: Itinerary 1 Hari Penuh (Rute Klasik: Jl. Malioboro – Keraton – Tamansari)
Yogyakarta memiliki kemampuan magis untuk melambatkan waktu. Namun, bagi pelancong dengan jatah cuti terbatas, waktu justru menjadi musuh terbesar. Bagaimana caranya menyerap jiwa kota yang istimewa ini hanya dalam 24 jam tanpa merasa terburu-buru? Jawabannya [...]
Taman Rekreasi Sengkaling : Ulasan, Tiket Masuk 2026 dan Wahana Seru
Taman Rekreasi Sengkaling, sejak tahun 2015, telah menjadi salah satu unit bisnis andalan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terletak di Jl. Raya Mulyoagung No. 188, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, taman rekreasi ini berjarak sekitar 10 km [...]
Things to Do di Malioboro: Rute Jalan Kaki, Tips Belanja, Review Jujur (Update 2026)
Ada pepatah lama di kalangan pelancong: "Kamu belum benar-benar ke Jogja jika belum menginjakkan kaki di aspal Malioboro." Bagi saya, Malioboro bukan sekadar nama jalan. Ia adalah sebuah living organism. Ada denyut nadi sejarah di [...]
Coban Rondo : Legenda, Tiket Masuk 2026, Penginapan & Fasilitas
Air Terjun Coban Rondo merupakan salah satu destinasi alam yang legendaris dan memikat sejak era 1980-an. Dengan ketinggian mencapai 84 meter dan terletak pada elevasi 1.135 meter di atas permukaan laut, air terjun ini menawarkan [...]








