Menikmati Senja di Taman Sritanjung: Ikon Hijau & Surga Kuliner Banyuwangi
Bayangkan sebuah ruang di mana hiruk-pikuk kota perlahan mereda, digantikan oleh gemericik air mancur dan semilir angin di bawah naungan pohon trembesi tua. Di sinilah Taman Sritanjung berada. Bukan sekadar taman kota biasa, tempat ini adalah saksi bisu perjalanan waktu Banyuwangi—sebuah titik nol di mana legenda kuno, tata kota tradisional, dan dinamika kehidupan modern bertemu.
Bagi warga lokal, ini adalah “ruang tamu” bersama. Bagi wisatawan, Taman Sritanjung adalah pintu gerbang ramah untuk mengenal jiwa kota yang berjuluk The Sunrise of Java.
🚀 Ringkasan Cepat (Quick Facts)
Untuk Anda yang butuh informasi instan.
| Kategori | Detail Informasi |
| Nama Destinasi | Taman Sritanjung (Sritanjung Park) |
| Lokasi | Jl. Sritanjung, Temenggungan, Kec. Banyuwangi (Pusat Kota) |
| Jam Operasional | Buka 24 Jam (Setiap Hari) |
| Harga Tiket | GRATIS (Rp 0,-) |
| Biaya Parkir | Motor: Rp 2.000 – Rp 3.000 |
| Daya Tarik Utama | Air mancur, Wisata Kuliner Murah, Pusat Kota (Sistem Macapat) |
| Fasilitas | WiFi Gratis, Toilet, Jogging Track, Batu Refleksi, Area Duduk |
| Waktu Terbaik | Pagi (Olahraga) & Malam Hari (Kuliner & Lampu Hias) |
| Landmark Terdekat | Masjid Agung Baiturrahman, Pendopo Sabha Swagata, Pasar Banyuwangi |
🗺️ Filosofi Lokasi: Jejak Tata Kota “Macapat”
Untuk memahami Taman Sritanjung, kita harus melihatnya dari kacamata sejarah tata kota Jawa kuno. Taman ini bukan dibangun sembarangan, melainkan menganut filosofi Catur Gatra Tunggal atau sistem Macapat.
Berdiri di tengah taman, Anda berada di pusat mikrokosmos kehidupan:
Sisi Utara (Kekuasaan): Berdiri Pendopo Sabha Swagata Blambangan, rumah dinas Bupati yang asri dan penuh sejarah.
Sisi Barat (Ketuhanan): Menjulang Masjid Agung Baiturrahman, simbol spiritualitas yang kokoh.
Sisi Selatan (Ekonomi): Terletak Pasar Banyuwangi, pusat denyut ekonomi rakyat yang autentik.
Sisi Timur (Sosial/Keamanan): Dahulu merupakan penjara (simbol keamanan), kini telah bertransformasi menjadi area publik/Mall Pelayanan, menandakan perubahan zaman.
Dahulu dikenal sebagai Lapangan Tegal Masjid, area ini kini telah bersolek menjadi taman modern tanpa menghilangkan esensi sejarahnya.
🍃 Pengalaman Wisata
1. Pagi Hari: Energi dan Kesehatan
Saat matahari baru mengintip, Taman Sritanjung adalah milik para pencari keringat. Jogging track yang mengelilingi taman menjadi lintasan favorit warga. Di salah satu sudutnya, terdapat jalur bebatuan refleksi. Anda akan sering melihat lansia maupun anak muda berjalan tanpa alas kaki di sini, meringis kecil saat batu-batu tumpul memijat titik saraf kaki mereka—sebuah terapi gratis yang menyegarkan.
2. Siang Hari: Berteduh dan Bercengkrama
Meski matahari Banyuwangi cukup menyengat, taman ini menawarkan perlindungan. Pohon-pohon besar yang rindang menjadi payung alami. Di sini, suasananya lebih santai. Anda bisa melihat kawanan burung merpati yang beterbangan bebas. Interaksi ini mengingatkan kita pada taman-taman di Eropa, namun dengan kearifan lokal yang hangat.
3. Malam Hari: Romantisme dan Kuliner
Ketika senja turun, wajah Taman Sritanjung berubah drastis. Lampu-lampu hias mulai menyala, melilit batang pohon dan menerangi jalur pejalan kaki.
Pertunjukan Air Mancur: Di pusat taman, air mancur menari dengan sorotan lampu berwarna-warni, menjadi latar foto favorit pengunjung.
Amfiteater Mini: Tak jarang, panggung kecil di dekat air mancur ini diisi oleh musisi jalanan atau komunitas seni yang berlatih, menyumbangkan nada akustik yang syahdu.
🍴 Surga Kuliner Ramah Kantong
Salah satu keunggulan utama Taman Sritanjung adalah Sentra Kuliner.
Pemerintah setempat telah menata pedagang kaki lima (PKL) dalam satu area khusus yang bersih dan rapi.
Menu: Mulai dari Sego Tempong pedas khas Banyuwangi, Tahu Walik, hingga jajanan ringan dan kopi.
Harga: Sangat terjangkau dan standar (tidak ada “jebakan harga” wisatawan). Ini adalah tempat terbaik untuk makan enak tanpa merobek kantong.
📜 Legenda: Kisah Cinta Tragis Sritanjung
Nama taman ini diambil dari mitos asal-usul nama “Banyuwangi”. Alkisah, seorang patih bernama Sidapeksa memiliki istri yang sangat setia dan cantik bernama Sritanjung. Karena fitnah keji dari Raja yang menginginkan Sritanjung, Sidapeksa termakan amarah dan membunuh istrinya di tepi sungai.
Sebelum dibunuh, Sritanjung bersumpah: “Jika darahku berbau busuk, maka aku bersalah. Namun jika berbau wangi, maka aku suci.” Keajaiban terjadi, darah yang mengalir ternyata berbau sangat harum (Banyu Wangi). Kisah kesetiaan dan kesucian inilah yang diabadikan menjadi nama taman kebanggaan warga. Konon, Sumur Sri Tanjung yang berada tak jauh dari lokasi ini dipercaya memiliki aura mistis yang berkaitan dengan legenda tersebut.
⭐ Apa Kata Mereka?
Analisis sentimen dari ribuan ulasan pengunjung lokal dan mancanegara dari Google Map Review, platform review dan media sosial.
⭐⭐⭐⭐⭐ (Positif – Dominan):
“Tempatnya bersih banget sekarang, beda sama dulu. Enak buat me time atau ajak anak main karena ada penyewaan mobil-mobilan. Makanannya murah meriah, wajib coba tahu waliknya!” — Sari, Local Guide.
⭐⭐⭐⭐ (Positif – Suasana):
“Paling pas datang pas malam minggu. Suasana hidup, lampu-lampunya bagus. Lokasinya strategis banget, habis dari taman bisa langsung sholat di Masjid Agung.” — Budi S.
⭐⭐⭐ (Netral – Masukan):
“Taman bagus, tapi kalau hujan tempat berteduhnya agak kurang. Parkir kadang agak susah kalau lagi ada event besar.” — Anonim.
❓ FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q1: Apakah masuk ke Taman Sritanjung bayar?
A: Tidak. Tiket masuk ke Taman Sritanjung adalah 100% GRATIS untuk umum. Anda hanya perlu menyiapkan uang receh untuk membayar parkir kendaraan.
Q2: Apa bedanya Taman Sritanjung dan Taman Blambangan?
A: Taman Sritanjung lebih berkonsep taman kota yang asri, intim, dan penuh tanaman hias (cocok untuk santai/kuliner). Sedangkan Taman Blambangan (berjarak sekitar 1 km) adalah lapangan terbuka hijau yang sangat luas (alun-alun besar) yang biasa digunakan untuk konser, upacara, atau event olahraga besar (terdapat bangunan Gesibu).
Q3: Apakah ada fasilitas WiFi di Taman Sritanjung?
A: Ya, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyediakan fasilitas WiFi gratis di area taman yang bisa diakses oleh pengunjung, menjadikan tempat ini populer di kalangan pelajar dan anak muda.
Q4: Kapan waktu terbaik mengunjungi Taman Sritanjung?
A:
Untuk Olahraga: Pukul 06.00 – 08.00 WIB.
Untuk Suasana & Foto: Pukul 16.30 – 20.00 WIB (saat lampu mulai menyala).
Q5: Apakah ramah untuk anak-anak (Kids Friendly)?
A: Sangat ramah. Jalur pejalan kakinya rata (aman untuk lari), terdapat penyewaan mainan (mobil/motor aki), dan area terbuka yang cukup untuk anak-anak bermain, serta dekat dengan penjual makanan.
Artikel Terbaru
Galaxy WaterPark Jogja: Harga Tiket Masuk 2026 dan Info Wahana Lengkap
Galaxy Waterpark Jogja merupakan tujuan wisata air yang sempurna bagi Anda yang mencari kegembiraan tak terlupakan di Yogyakarta Mulai di buka pada 9 Desember 2014 dan berlokasi di Jalan Wonosari KM 6 Banguntapan Bantul, Yogyakarta. [...]
Pantai Tanjung Lesung Banten
Pantai Tanjung Lesung menjadi salah satu pantai di Provinsi Banten yang tidak kalah menawan bila dibanding pantai-pantai lain yang lebih populer. Pantai Tanjung Lesung ini bisa dikatakan sebagai surga tersembunyi di Banten. Mengapa? Karena memang [...]
6 Tanjung Eksotik Di Lombok
Tak hanya Gili (pulau kecil) saja yang terkenal di pulau Lombok, beberapa Tanjung yang tersebar di pulau Lombok juga bisa menjadi tujuan berlibur yang mengasyikkan. Banyak sekali keindahan dan panorama yang ditawarkan. Jadi tak heran [...]
15 Obyek Wisata Terfavorit Di Bogor 2026
Tahukah Anda apa julukan Kota Bogor? Yup betul sekali, Kota Hujan… Faktanya, memang kota Bogor memiliki curah hujan yang cukup tinggi dibandingkan kota lainnya di Jawa Barat. Karena hal tersebut, Bogor memiliki udara yang sejuk [...]
Rumah Makan Enak, Nyaman dan Ramai Pengunjung Di Lombok
Rumah makan yang enak, nyaman, dan ramai pengunjung menjadi salah satu daya tarik utama di Lombok, pulau yang dikenal dengan keindahan alam dan budayanya yang kaya. Di tengah pesona pantai dan pegunungan, keberadaan rumah makan [...]
Pantai Mawi Lombok Tengah
Tak berlebihan jika Lombok dianggap sebagai pesaing berat pulau Bali dalam hal wisata. Terlebih saat ini Lombok seakan mulai bangkit dan berbenah diri demi memantaskan diri menjadi pulau wisata terbaik di Indonesia. Nah, berbicara mengenai [...]








