Pernahkah Anda membayangkan sebuah tempat di mana waktu seolah berhenti berputar? Di mana alarm pagi Anda bukan berasal dari ponsel, melainkan dari langkah kaki rusa yang melintas di depan beranda dan suara deburan ombak Selat Panaitan yang tenang?

Selamat datang di Pulau Peucang. Sebuah permata tersembunyi yang menjaga gerbang Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Sebagai satu-satunya wilayah di Jawa yang menyandang status Situs Warisan Dunia UNESCO, Peucang bukan sekadar destinasi; ia adalah mesin waktu menuju keasrian bumi jutaan tahun lalu.


๐Ÿ“ Ringkasan Cepat (Quick Facts)

Bagi Anda yang membutuhkan informasi instan sebelum menyelami cerita kami:

KategoriInformasi Detail
Lokasi UtamaTaman Nasional Ujung Kulon, Pandeglang, Banten.
Status KawasanSitus Warisan Dunia UNESCO (World Heritage Site).
Akses TransportasiPerjalanan darat ke Desa Sumur + Penyeberangan kapal (2,5-3 jam).
Tarif Masuk (Domestik)Rp5.000 (Weekday) / Rp7.500 (Weekend).
Tarif Masuk (Mancanegara)Rp150.000 (Weekday) / Rp225.000 (Weekend).
Waktu TerbaikApril โ€“ Oktober (Musim Kemarau/Laut Tenang).
Aktivitas UtamaSnorkeling, Canoeing (Amazon Mini), Trekking, Wildlife Viewing.
Fasilitas ListrikHanya tersedia pukul 18.00 โ€“ 06.00 WIB.
Koneksi SinyalSangat Terbatas / Digital Detox Mode.
Pilihan PenginapanBarak (Budget), Fauna Resort (Standar), Nikki Resort (Luxury).
Satwa IkonikRusa (Kijang), Banteng Jawa, Merak, Babi Hutan, Monyet Ekor Panjang.

Membedah Mitos: Tentang Siput dan Kancil

Banyak pelancong (bahkan pemandu wisata sekalipun) yang mengira nama “Peucang” diambil dari bahasa Sunda yang berarti kancil. Namun, berdasarkan catatan resmi Balai Taman Nasional Ujung Kulon, sejarah berkata lain.

Nama pulau ini sebenarnya diambil dari “Mata Peucang”, sejenis siput laut yang dahulu sangat melimpah di pesisirnya. Uniknya, meskipun namanya identik dengan kancil, Anda justru tidak akan menemukan kancil satu pun di sini. Sebagai gantinya, rombongan rusa yang ramah akan menjadi tetangga Anda selama menginap.

Meniti Langkah di Hutan Primer: Dari Pohon Ara hingga Karang Copong

Petualangan saya dimulai dengan trekking menembus hutan primer. Ini bukan hutan biasa yang ditanami manusia; setiap jengkal tanah di sini adalah hasil evolusi alami.

Saksi Bisu Letusan Krakatau

Di tengah jalur, saya tertegun di depan sebuah Pohon Ara Raksasa. Diameternya setara dengan rentangan tangan 30 orang dewasa. Pohon ini adalah saksi bisu yang luar biasaโ€”ia adalah salah satu dari sedikit flora yang berhasil selamat dari hantaman gelombang tsunami saat Gunung Krakatau meletus hebat pada tahun 1883.

Keajaiban Karang Copong

Setelah berjalan sekitar 3 km ditemani suara kicauan burung langka, saya tiba di Karang Copong. Sesuai namanya (copong berarti lubang), ini adalah formasi karang raksasa yang berlubang di tengahnya. Menunggu matahari tenggelam di sini adalah pengalaman religius bagi para fotografer. Saran profesional: Pastikan Anda didampingi Ranger (Polisi Hutan) agar tetap aman dari kemungkinan bertemu ular piton atau babi hutan yang sedang mencari makan.

Menjelajahi “Amazon Mini” dan Sabana Afrika di Banten

Open Trip Pulau Peucang

Pulau Puecang, T.N. Ujung Kulon, Kab. Pandeglang, Banten | Google Map/Kontributor Rizki Fadillah Suryabhinay

Jika Anda berpikir Peucang hanya soal pantai, Anda keliru. Petualangan air yang sebenarnya ada di Muara Sungai Cigenter. Dengan kano kayu, kita akan menyusuri sungai yang dijuluki “Amazon Mini”. Akar mangrove yang menggantung dan suasana hutan yang sunyi memberikan sensasi petualangan ala film Indiana Jones.

Tidak jauh dari sana, hanya 15 menit menyeberang, terdapat Padang Penggembalaan Cidaon. Di sini, lanskap berubah total menjadi sabana luas yang mirip dengan pedalaman Afrika. Dari menara pandang, saya beruntung bisa melihat kawanan Banteng Jawa yang gagah sedang merumput bersama burung merak yang memamerkan bulu indahnya.

Tips Logistik: Strategi Menuju Ujung Dunia

Perjalanan ke Peucang membutuhkan perencanaan matang. Berikut adalah panduan berdasarkan pengalaman teknis kami:

  1. Transportasi: Jika Anda berangkat dari Jakarta, gunakan KRL menuju Rangkasbitung atau Bus menuju Labuan. Lanjutkan dengan angkot ke Desa Sumur. Perjalanan darat ini memakan waktu 5-6 jam.

  2. Akomodasi Transit: Menginaplah semalam di Ujung Kulon Nirwana atau penginapan di sekitar Dermaga Sumur. Kapal menuju pulau biasanya berangkat pukul 05.00 – 06.00 pagi. Anda tidak ingin terlambat dan ketinggalan kapal motor yang hanya tersedia terbatas.

  3. Kesehatan: Ombak Selat Panaitan relatif tenang karena terlindung daratan, namun bagi Anda yang sensitif, minumlah obat anti-mabuk laut satu jam sebelum keberangkatan.

Etika Wisata: Meninggalkan Jejak, Bukan Plastik

Sebagai Situs Warisan Dunia, Pulau Peucang sangat ketat soal lingkungan. Jangan membawa plastik sekali pakai. Bawalah botol minum isi ulang (tumbler). Di kapal dan penginapan, tersedia galon air untuk isi ulang. Ingat prinsip utama para penjelajah: “Take nothing but pictures, leave nothing but footprints, kill nothing but time.”

Ingin Merasakan Keajaiban Pulau Peucang Tanpa Ribet?

Cara ke Pulau Peucang

Pulau Puecang, T.N. Ujung Kulon, Kab. Pandeglang, Banten | Google Map/Kontributor Ratna Ningsih

Mengurus izin Taman Nasional, menyewa kapal kayu, dan mencari pemandu yang berpengalaman bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pelancong pemula. Jika Anda ingin perjalanan yang lebih terorganisir, aman, dan komprehensif, kami merekomendasikan paket tur resmi.

Anda bisa memesan paket Reguler Tour Ujung Kulon Pulau Peucang yang terpercaya melalui Traveloka Xperience di tautan berikut:

๐Ÿ‘‰ Pesan Paket Trip Ujung Kulon Pulau Peucang di Traveloka

Penginapan di Pulau Peucang

Karena Pulau Peucang berada di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon, pilihan akomodasi di sini sangat terbatas dan dikelola dengan prinsip ramah lingkungan. Berikut adalah tiga opsi utama yang bisa Anda pilih sesuai dengan anggaran dan kebutuhan kenyamanan Anda:

1. Fauna & Flora Resort (Pilihan Menengah/Standar)

Ini adalah penginapan resmi yang dikelola oleh Balai Taman Nasional. Bangunannya berbentuk rumah panggung kayu yang ikonik, memberikan sensasi menginap di tengah hutan rimba yang autentik.

  • Alamat: Area Dermaga Utama Pulau Peucang, TN Ujung Kulon.

  • Fasilitas: Kamar dengan tempat tidur (bed), kamar mandi dalam, kipas angin, teras menghadap hutan atau laut, dan area makan bersama.

  • Kisaran Harga: Rp750.000 โ€“ Rp1.000.000 per malam.

  • Review Pengunjung: “Paling suka dengan suasana terasnya. Pagi-pagi langsung disambut rusa yang lewat di bawah panggung. Kamarnya cukup luas untuk keluarga, meski listrik hanya menyala malam hari.”

2. Villa Batik NIKKI Peucang Resort (Pilihan Luxury/Eksklusif)

Bagi Anda yang mencari kenyamanan lebih (semi-hotel), Nikki Resort adalah satu-satunya penginapan yang dikelola pihak swasta di pulau ini. Desainnya sangat estetik dengan material alami seperti bambu dan atap rumbia.

  • Alamat: Sisi Utara Pantai Pulau Peucang (Area Private).

  • Fasilitas: Tempat tidur premium, AC (dengan jam operasional tertentu), kamar mandi modern yang sangat bersih, balkon pribadi dengan akses langsung ke bibir pantai, dan layanan katering yang lebih variatif.

  • Kisaran Harga: Rp1.600.000 โ€“ Rp2.500.000 per malam.

  • Review Pengunjung: “Akomodasi terbaik di Peucang. Keluar kamar langsung pasir putih. Sangat cocok untuk pasangan yang ingin honeymoon karena suasananya sangat tenang dan privat.”

  • Pesan Sekarang: Check out NIKKI Peucang Resort

3. Barak Peucang (Pilihan Hemat/Backpacker)

Akomodasi ini biasanya menjadi bagian dari paket Open Trip. Cocok bagi Anda yang bepergian dalam grup besar atau ingin menghemat biaya perjalanan.

  • Alamat: Area Belakang Kantor Pos TNUK, Pulau Peucang.

  • Fasilitas: Kamar tipe asrama (dormitory) dengan matras, kamar mandi bersama (shared bathroom), dan kipas angin.

  • Kisaran Harga: Rp150.000 โ€“ Rp300.000 per orang (biasanya include dalam paket trip).

  • Review Pengunjung: “Sederhana tapi cukup untuk tidur. Karena seharian kita lebih banyak di luar (snorkeling/trekking), akomodasi ini sudah memadai. Yang penting kebersihannya terjaga.”

Apa Kata Pengunjung?

Berdasarkan ulasan di TripAdvisor, Google Maps dan Media sosial berikut adalah rangkuman pengalaman nyata para pengunjung:

  • Sisi Positif:

    • “Surga Nyata”: Mayoritas pengunjung memuji kejernihan air yang “seperti kaca” dan pasir putih yang sangat lembut.

    • Interaksi Satwa: Pengunjung sangat terkesan karena bisa melihat rusa dan babi hutan hanya dalam jarak beberapa meter saat sedang makan di teras penginapan.

    • Ketentangan: Sering disebut sebagai tempat terbaik untuk “melarikan diri” karena tidak ada gangguan sinyal internet.

  • Sisi Negatif/Peringatan:

    • Monyet yang “Nakal”: Banyak ulasan memperingatkan agar selalu menutup pintu kamar karena monyet ekor panjang sangat mahir masuk ke kamar untuk mengambil makanan.

    • Fasilitas Terbatas: Beberapa pengunjung mencatat bahwa fasilitas penginapan tipe barak sangat standar dan air mandi terkadang agak payau (sedikit asin).

    • Perjalanan Melelahkan: Keluhan utama adalah durasi perjalanan darat yang sangat lama dan melelahkan sebelum sampai di dermaga penyeberangan.


FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukanย 

  • Apakah Pulau Peucang aman dikunjungi?

Ya, sangat aman. Ombaknya tenang dan terdapat petugas Ranger yang berjaga 24 jam. Namun, dilarang memberi makan hewan liar.

  • Berapa biaya sewa kapal ke Pulau Peucang?

Biaya sewa kapal kayu tradisional mulai dari Rp600.000 untuk perjalanan pulang-pergi, tergantung kapasitas dan durasi sewa.

  • Apakah ada sinyal internet di Pulau Peucang?

Sinyal seluler sangat terbatas dan seringkali hilang total. Disarankan untuk memberi tahu keluarga sebelum menyeberang.

  • Bagaimana cara pesan penginapan di Pulau Peucang?

Anda bisa memesan melalui Balai Taman Nasional Ujung Kulon atau melalui agen wisata resmi yang bekerja sama dengan pihak pengelola.


Pulau Peucang bukan sekadar tempat untuk berfoto; ia adalah tempat untuk kembali terhubung dengan diri sendiri di tengah kebisuan alam. Dengan segala keterbatasan sinyal dan kemewahan modern, Peucang menawarkan kemewahan yang jauh lebih mahal: ketenangan batin.

Apakah Anda berencana ke Peucang dalam waktu dekat? Bagikan rencana perjalanan Anda di kolom komentar!

4.5/5

Leave A Comment

Artikel Terbaru

  • Pulau Peucang resort

19/02/2026|0 Comments

Pulau Peucang: Surga terpencil di Taman Nasional Ujung Kulon

  • Danau Poso

19/02/2026|0 Comments

Danau Poso di Sulawesi Tengah : Salah Satu Danau Terjernih di Dunia

  • Jembatan Ampera- Sungai Musi

19/02/2026|0 Comments

Tur Sungai Musi : Mengenal Lebih Dekat Kota Palembang Melalui Sungai

  • Kampung Ladang

19/02/2026|0 Comments

Kampung Ladang : Tempat Wisata Populer di Sekitar Kota Medan

  • Pantai Sepahat

19/02/2026|0 Comments

Pantai Sepahat : Sejenak Melepaskan Kepenatan dan Jenuh di Kabupaten Bengkalis

  • Pantai Nemberala Pulau Rote

19/02/2026|0 Comments

Pulau Rote : Pulau Paling Selatan Indonesia yang Menakjubkan