6 Bangunan Mempesona Sebagai Wujud Keragaman Budaya Sekaligus Ikon Di Kota Medan

6 Bangunan Mempesona Sebagai Wujud Keragaman Budaya Sekaligus Ikon Di Kota Medan

Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara, kaya akan keragaman budaya. Selama berabad-abad, ribuan pedagang dari China, India, Timur Tengah, Semenanjung Melayu, Singapura dan Eropa telah datang ke kota Medan untuk berdagang dan di mana banyak orang menetap, masing-masing membawa budaya mereka sendiri. Asimilasi budaya ini telah menciptakan kota yang beragam dan meriah, serta warisan yang mempesona dalam arsitektur dan warisan kuliner.

Kota ini memiliki banyak landmark terkenal yang dipahat dengan detail yang sangat teliti dan karya seni yang luar biasa. Di sini, Anda akan dengan mudah menemukan bangunan tua yang berada tepat di samping konstruksi modern yang ramping.

Berikut adalah sekilas semangat warna-warni yang Anda tidak boleh lewatkan di pusat kota Medan:

1. Istana Maimoon

Istana ini merupakan salah satu ikon sejarah dan budaya Medan. Istana Maimoon dibangun pada abad ke-19 dan digunakan sebagai tempat kediaman Sultan Deli

Dibangun oleh Sultan Ma’mun Al Rashid Perkasa Alamsyah pada tahun 1887-1891, istana ini memiliki total 30 kamar di atas tanah 2.772 meter persegi. Namun, hanya satu ruang utama yang terbuka untuk umum, yaitu ruang tahta. Gaya arsitekturalnya adalah perpaduan budaya antara warisan Melayu, Islam dan Moghal. Sementara desain interiornya lebih ke suasana Spanyol-Italia. Ambil foto diri Anda dengan mengenakan kostum tradisional Melayu Melayu atau duduk di atas takhta Sultan dan Ratu-Nya. Koleksi perhiasan, barang antik dan hadiah Royal yang dipersembahkan oleh pemimpin kerajaan negara lain juga dipamerkan di sini.

Jangan lewatkan untuk mengunjungi Museum Keraton, yang terletak di dalam kompleks Istana Maimoon. Museum ini menampilkan artefak dan benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan kerajaan Deli dan budaya Melayu.

Selain itu, Anda bisa menyaksikan pagelaran tari tradisional yang menampilkan kebudayaan Melayu yang kaya. Ada juga pertunjukan seni musik seperti gambus atau gondang, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sumatera Utara.

Pastikan Anda juga menikmati keindahan taman yang terletak di sekitar Istana Maimoon. Taman ini menyediakan tempat yang nyaman untuk bersantai dan menikmati suasana sekitar. Ada juga area bermain bagi anak-anak.

Kunjungan ke Istana Maimoon dapat melengkapi perjalanan wisata Anda di Medan dan menghadirkan pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah dan budaya daerah tersebut. Jangan lupa untuk menghormati aturan dan etika selama kunjungan agar pengalaman Anda semakin berkesan.

Alamat: Jl. Brigjen Katamso, Medan

| Baca : Danau Toba Pesona Kecantikan Alam Danau Terbesar Di Indonesia

2. Masjid Agung Al Mashun

Masjid Agung Al Mashun Medan Sumatera Utara

Masjid Agung Al Mashun Medan Sumatera Utara | Instagram @bababipongteh

Masjid megah ini terletak di jalan yang ramai di Medan. Masjid ini dibangun pada tahun 1906-1909, pada masa pemerintahan Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alam dari Kesultanan Deli. Dikelilingi oleh taman yang luas, gaya arsitektur bangunan utama adalah kombinasi antara pengaruh Timur Tengah, Moghal dan Spanyol. Dibangun dalam bentuk segi delapan dan memiliki empat sayap ke selatan, timur, utara dan barat. Masjid ini dibangun berdasarkan perintah paling ketat yang diberikan oleh Sultan: bahwa masjid tersebut harus lebih megah daripada istana besarnya sendiri – Istana Maimoon. Struktur yang elegan dengan detail yang rumit pada desain eksterior dan interior, pastinya ini adalah tempat yang perlu Anda kunjungi.

| Baca :Pulau Mursala Sibolga Air Terjun Yang Langsung Jatuh Ke Laut

3. Tjong A Fie Mansion

Tjong A Fie Mansion Medan Sumatera Utara

Tjong A Fie Mansion Medan Sumatera Utara | Instagram @bartpanman

Di samping menjelajahi bangunan utama, Tjong A Fie Mansion juga menyediakan pemandu yang ramah dan berpengetahuan yang dapat memberikan informasi yang mendalam tentang sejarah dan kehidupan Tjong A Fie serta keluarganya. Mereka akan menjelaskan cerita menarik tentang kehidupan Tjong A Fie sebagai seorang pebisnis sukses dan filantropis yang berperan penting dalam perkembangan Medan pada masanya.

Mansion ini juga memiliki warung kopi di dalamnya, di mana Anda dapat menikmati minuman khas Medan sambil menikmati suasana yang tenang. Warung kopi ini memperlihatkan bagaimana budaya minum kopi telah menjadi bagian penting dari sejarah dan budaya Medan.

Selain itu, Anda juga dapat menjelajahi sekitar lingkungan sekitar Tjong A Fie Mansion yang penuh dengan bangunan bersejarah Tionghoa dan masjid kuno. Jalan-jalan di sekitar kawasan ini juga dipenuhi dengan warung makanan tradisional dan toko-toko yang menjual barang-barang antik dan suvenir.

Tjong A Fie Mansion terletak di pusat Kota Medan, sehingga Anda juga dapat memanfaatkan kunjungan ini untuk menjelajahi atraksi lainnya di sekitarnya, seperti Mesjid Raya Medan, Taman Sri Deli, atau menjelajahi wisata kuliner khas Medan yang terkenal.

Mengunjungi Tjong A Fie Mansion merupakan peluang yang menarik untuk memahami sejarah dan budaya Medan, serta menghargai sumbangan seorang tokoh penting dalam perkembangan kota ini. Nikmati keindahan arsitektur, hiasan-hiasan artistik, dan cerita-cerita menarik yang disajikan di dalam mansion ini.

Mengunjungi rumah ini akan membuat Anda merasa segera dibawa kembali dalam sejarah. Setiap furnitur dan aksesori di rumah ini diatur persis seperti mansion yang masih dihuni oleh pemiliknya. Terletak di pusat kota Medan, bangunan ini memiliki kombinasi pengaruh Cina, Melayu dan Art Deco. Rumah besar ini terus terpelihara dengan baik di antara struktur modern di sekitarnya. Tjong A Fie adalah seorang pedagang Cina yang berusaha menemukan nasib lebih baik di kota yang saat ini dikenalnya sebagai Kota Medan. Dia bangkit untuk menjadi seorang pengusaha kaya, seorang pemimpin dan dermawan yang dihormati. Dengan ukiran, ornamen, barang antik dan karya seni yang indah, rumah ini didedikasikan untuk istri tercintanya. Inilah fakta yang menyenangkan: Tjong A Fie termasuk di antara tiga orang yang membiayai pembangunan Masjid Agung Al Mashun.

Alamat: Jln. A. Yani 105, Medan 20111

| Baca :Pantai Parbaba Samosir Pantai Pasir Putih Yang Paling Terkenal Di Sekitar Danau Toba

4. Graha Maria Annai Velangkanni

Graha Maria Annai Velangkanni Medan Sumatera Utara

Graha Maria Annai Velangkanni Medan Sumatera Utara | Instagram @triyudhaichwan

Struktur megah dengan bagian luar yang rumit, Kuil Maria di Graha Maria Annai Velangkanni didedikasikan untuk Bunda Maria yang diberkati. Dibangun pada tahun 2001-2005. Anda mungkin salah mengartikannya sebagai kuil Hindu atau mungkin sebuah masjid karena ornamen dan kubahnya. Pastor James Barathaputra, SJ adalah penggagas gagasan untuk membangun Gereja Katolik satu-satunya ini. Visinya adalah untuk menjadikannya tempat perlindungan bagi orang-orang yang mencari kedamaian, penghiburan, penyembuhan dan keilahian.

Alamat: Jl. Sakura III No. 10 Tanjung Selamat, Medan, Indonesia

| Baca : [Terbaru] Taman Mini Indonesia Indah Menjelajahi Indonesia Dalam Satu Hari

5. Kuil Sri Mariamman

Kuil Sri Mariamman Medan Sumatera Utara

Kuil Sri Mariamman Medan Sumatera Utara | Instagram @zuhri_saragih

Kuil ini dibangun pada tahun 1884 oleh para pendeta muda Tamil yakni Sami Rangga Naiher dan Gurdhuara Sahib. Berada di daerah Kampung Madras (juga dikenal sebagai Medan Little India), kuil ini adalah kuil Hindu tertua di Medan. Dibangun untuk menyembah Dewi Mariamman serta di peruntukkan khusus untuk dewa Hindu Murugan dan dewa Ganesha. Gaya arsitekturalnya diambil dari kuil Hindu yang ditemukan di India Selatan dan Sri Lanka. Kuil ini dihiasi dengan warna yang hidup, patung dan ukiran yang indah. Ruang sembahyang ditutup pada hari Sabtu, namun halamannya selalu buka setiap hari.

Silahkan kunjungi Kuil Sri mariamman di kota medan jalan  Teuku Umar no. 18

| Baca : Masjid Agung Jawa Tengah Juga Dikonsep Sebagai Tempat Wisata

6. Maha Vihara Maitreya

Maha Vihara Maitreya Medan Sumatera Utara

Maha Vihara Maitreya Medan Sumatera Utara | Instagram @jyap189

Sebagai Vihara Budha terbesar di Medan, vihara ini memiliki slogan “One World One Family”. Dibangun pada tahun 1991 di atas sebidang tanah seluas 4,5 hektar, diresmikan pada tahun 2008. Anda dapat menemukan patung-patung besar di seputar premis tersebut, namun sayangnya dilarang untuk memotret sebagian. Interiornya anggun dan sederhana, didedikasikan untuk para pemuja yang melakukan pemujaan dalam suasanan diam dan sunyi, mengikuti ajaran Buddha Maitreya. Vihara ini juga memiliki taman bermain untuk anak-anak bermain dan toko suvenir. Lokasinya yang strategis terletak di kompleks perumahan di mana Anda setelah seharian menjelajahi kota dapat memilih minuman menyegarkan dan banyak pilihan menu makanan untuk memanjakan lidah

Alamat: Jl. Cemara Boulevard Utara no. 8, Kompleks Cemara Asri, Desa Sampali Percut Sei Tuan, Medan, 20371

Leave A Comment