Eksplorasi 5 Tempat Wisata Populer dan 7 Wisata Alternatif Danau Toba

Published On: 18/11/2025

Danau Toba adalah sebuah tempat wisata populer di pulau Sumatera, Indonesia. Danau ini merupakan danau vulkanik terbesar di dunia yang terletak di Provinsi Sumatera Utara. Gambaran singkat tentang Danau Toba sebagai tujuan wisata populer di Sumatra adalah sebagai berikut:

Danau Toba dikelilingi oleh pemandangan alam yang menakjubkan, seperti bukit-bukit hijau yang menjulang tinggi dan pegunungan yang menghampar di sekitarnya. Keindahan alam yang luar biasa ini membuat Danau Toba menjadi salah satu destinasi wisata paling terkenal di Indonesia.

Selain keindahan alamnya, Danau Toba juga memiliki sejarah dan budaya yang kaya. Di pulau Samosir yang terletak di tengah Danau Toba, terdapat desa-desa tradisional Batak yang masih menjaga keaslian adat dan budayanya. Wisatawan dapat mengunjungi desa-desa ini untuk menyaksikan upacara adat, pertunjukan tari, dan melihat arsitektur tradisional Batak yang unik.

Legenda dan Sejarah Terbentuknya Danau Toba

Secara teori, Danau Toba terbentuk setelah terjadinya letusan supervulcano sekitar 73.000 – 75.000 tahun lalu. Tim peneliti dari Michigan Technological University, yaitu Bill Rose dan Craig Chesner memperkirakan gunung api tersebut memuntahkan material vulkanik sekitar 2800 km3. Dari letusan ini terbentuklah sebuah cekungan besar yang kemudian terisi air dan kemudian dikenal dengan nama danau Toba. Sedangkan tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menjadi Pulau Samosir.

Selain penjelasan ilmiah mengenai terbentuknya danau Tobadi lingkungan masyarakat sekitar juga mengenal legenda danau ini. Menurut legenda, ada seorang petani yang menemukan ikan ajaib di ladang. Anehnya ikan ini bisa berbicara dan berubah menjadi seorang wanita yang cantik jelita. Kemudian mereka menikah dengan sebuah syarat yang tidak boleh dilanggar oleh sang petani. Dari pernikahan tersebut, lahirlah seorang anak yang diberi nama Samosir. Suatu hari, sang ibu menyuruh anaknya untuk mengantarkan nasi ke sawah untuk ayahnya. Akan tetapi, makanan tersebut dimakan oleh dirinya sendiri. Sang petani yang sedang kelaparan mengetahui hal tersebut menjadi sangat marah dan mengucapkan kata- kata yang tidak boleh diucapkan. Setelah mengucapkan kata- kata tersebut, terjadilah hujan deras dan banyak air menggenang di cekungan diantara dua bukit. Sang petani tenggelam dalam air bah itu, sedangkan sang ibu dan anak tersebut menghilang. Air yang mengisi cekungan di antara bukit itulah yang kemudian dikenal dengan nama Danau Toba.

| Baca : Danau Toba Keajaiban Alam Yang Mengagumkan Dunia

5 Tempat Wisata Danau Toba Populer 2025

Air Terjun Situmurun

Air Terjun Situmurun, juga dikenal sebagai Air Terjun Binangalom, adalah salah satu objek wisata yang menarik di Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Air terjun ini dideskripsikan sebagai tempat yang menawarkan keindahan alam yang mempesona dan udara yang segar. Terletak di Desa Jonggi Nihuta, Hatinggian, Air Terjun Situmurun dapat dicapai dengan perjalanan melalui jalur transportasi air di Danau Toba.

Daya tarik utama dari Air Terjun Situmurun adalah panorama alam yang asri dan aliran air yang jernih. Wisatawan dapat menikmati keindahan alam sekitarnya, termasuk hutan hijau yang mengelilingi air terjun dan suasana yang menenangkan.

Selain itu, Air Terjun Situmurun juga menawarkan beberapa aktivitas yang dapat dilakukan, seperti naik kapal, berenang, memancing, dan menjelajahi spot ikonis di sekitarnya. Jam operasional wisata di Air Terjun Situmurun adalah pukul 08:30 hingga 14:00 WIB.

Lokasinya yang berdekatan dengan Danau Toba menjadikan Air Terjun Situmurun menjadi salah satu destinasi populer bagi wisatawan yang mengunjungi Tempat Wisata Danau Toba. Pengunjung disarankan untuk datang pada cuaca yang bagus untuk mendapatkan pengalaman terbaik.

Bukit Holbung

Bukit Holbung, atau juga dikenal sebagai Bukit Indah Simarjarunjung, merupakan salah satu destinasi wisata menarik di daerah Simarjarunjung, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Indonesia. Terletak di ketinggian sekitar 1.220 meter di atas permukaan laut, Bukit Holbung menawarkan pemandangan yang mengagumkan dan udara yang segar.

Daya tarik utama dari Bukit Holbung adalah panorama alam yang menakjubkan. Dari atas bukit, pengunjung dapat menikmati pemandangan yang memukau, termasuk Danau Toba yang luas, kota Parapat yang terletak di tepi danau, serta gunung dan perbukitan yang mengelilingi daerah tersebut. Pemandangan matahari terbit dan matahari terbenam di Bukit Holbung juga sangat mempesona, sering kali menarik minat fotografer dan para pecinta alam.

Selain panorama alam yang luar biasa, Bukit Holbung juga menawarkan beberapa aktivitas yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah berfoto-foto di spot yang disediakan dengan latar belakang panorama indah. Ada juga area piknik yang nyaman di bukit ini, tempat pengunjung dapat bersantai sambil menikmati pemandangan dan udara segar.

Lokasi Bukit Holbung cukup strategis, mudah dijangkau dari Parapat atau kota lainnya di sekitar tempat wisata Danau Toba. Untuk mencapai puncak bukit, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau juga menggunakan ojek. Tiket masuk ke Bukit Holbung terjangkau, dan pengunjung dapat menikmati keindahan alam selama berjam-jam tanpa harus terburu-buru.

Bukit Holbung merupakan tempat yang populer dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara yang mengunjungi tempat wisata Danau Toba. Keindahan alamnya yang menakjubkan dan suasana yang tenang menjadikan Bukit Holbung sebagai tempat yang ideal untuk bersantai dan menikmati keindahan alam Sumatera Utara.

Menara Pandang Tele

Menara Pandang Tele adalah salah satu tempat wisata Danau Toba yang populer di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Terletak di Desa Parbalangan, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, menara ini menawarkan pemandangan spektakuler dari atas ketinggian.

Menara Pandang Tele memiliki ketinggian sekitar 30 meter dengan lantai pengamatan setinggi 20 meter. Dari atas menara, pengunjung dapat menikmati pemandangan yang memukau, termasuk Danau Toba yang luas, Pulau Samosir, dan pegunungan yang mengelilingi kawasan tersebut. Pengunjung juga dapat melihat panorama perkebunan kopi dan kebun teh yang terhampar di sekitar menara.

Aktivitas yang dapat dilakukan di Menara Pandang Tele antara lain dengan menikmati pemandangan yang menakjubkan dari atas menara, berfoto-foto, dan membeli oleh-oleh di sekitar area menara. Ada juga fasilitas restoran dan kafe di sekitar menara, tempat pengunjung dapat bersantai dan menikmati kuliner lokal sambil menikmati keindahan alam.

Untuk mencapai Menara Pandang Tele, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan angkutan umum dari kota Pematang Siantar atau Parapat. Tiket masuk ke Menara Pandang Tele terjangkau dan pengunjung dapat menikmati pemandangan indah dari atas menara selama berjam-jam tanpa harus terburu-buru.

Menara Pandang Tele merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Keindahan alamnya yang menakjubkan dan suasana yang tenang menjadikan Menara Pandang Tele sebagai tempat yang ideal untuk bersantai dan menikmati keindahan alam Sumatera Utara.

Harga tiket masuk Menara Pandang Tele di Danau Toba adalah sebagai berikut:

Rp7.000 per orang untuk tiket masuk reguler

Bukit Gibeon

Bukit Gibeon adalah salah satu tempat wisata yang berada di Desa Sibisa, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Tempat ini merupakan destinasi wisata alam dan religi yang menawarkan pesona air terjun yang indah. Desa Sibisa sendiri terletak di dekat Parapat dan terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan. Bukit Gibeon menjadi tempat wisata populer danau toba bagi wisatawan yang ingin merasakan kedamaian dan keindahan alam sekaligus melakukan wisata rohani bagi umat Kristiani.

Di Bukit Gibeon, pengunjung dapat menemukan beberapa bangunan yang digunakan untuk beribadah. Tempat ibadah ini menambah daya tarik wisata religi di Bukit Gibeon. Selain itu, tempat ini juga dilengkapi dengan kolam renang yang menawarkan pengalaman rekreasi yang menyenangkan.

Bukit Gibeon menawarkan pemandangan alam yang indah dan air terjun yang menakjubkan. Kombinasi keindahan alam dan suasana rohani membuat Bukit Gibeon menjadi tempat yang cocok untuk bersantai, beribadah, dan menikmati keindahan alam sekitarnya.

Bukit Indah

Bukit Indah Danau Toba merupakan destinasi wisata yang terletak di Simarjarunjung, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Bukit Indah Danau Toba menawarkan pemandangan indah dan spektakuler dari ketinggian. Dari puncak Bukit Indah, pengunjung dapat melihat pemandangan Danau Toba berbentuk hati, hamparan sawah hijau, dan perkebunan teh yang menakjubkan. Keindahan alam Bukit Indah Danau Toba semakin bertambah dengan udara pegunungan yang sejuk dan segar.

Wisatawan dapat menikmati keindahan alam Bukit Indah Danau Toba dengan berbagai cara, salah satunya dengan menikmati panorama alam sekitarnya dari ketinggian melalui Skywalk Bukit Indah. Selain itu, wisatawan juga dapat mengeksplorasi area sekitar dengan berjalan kaki melalui jalur hiking yang telah disediakan.

Tak hanya menawarkan pemandangan indah, Bukit Indah Danau Toba juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti restoran dengan menu khas Indonesia dan area parkir yang luas.

| Baca : 6 Bangunan Mempesona Sebagai Wujud Keragaman Budaya Sekaligus Ikon Di Kota Medan

7 Tempat Wisata Alternatif di Danau Toba 2025

Patung Sigale-gale

Patung Sigale-gale adalah salah satu tempat Wisata Danau Toba yang terletak di Desa Tomok, Pulau Samosir, Sumatera Utara. Patung ini merupakan simbol kebudayaan Batak Toba yang memiliki makna dan cerita yang unik.

Patung Sigale-gale menggambarkan sosok boneka kayu atau patung jerami berukuran besar yang dapat bergerak dan menari. Patung ini dihubungkan dengan tradisi adat Batak Toba yang disebut “Ritual Sigale-gale”. Sigale-gale adalah istilah yang digunakan untuk menyebut boneka kayu atau jerami yang dihidupkan oleh penari melalui tali yang terhubung dengan tangan dan kaki boneka tersebut.

Menurut legenda Batak Toba, Sigale-gale pertama kali diciptakan oleh seorang raja bernama Sidabutar. Raja ini sangat bersedih dan merindukan anaknya yang telah meninggal. Oleh karena itu, Sigale-gale dibuat sebagai pengganti anaknya yang telah tiada. Patung ini diyakini dapat menghibur raja dan mengusir kesedihannya.

Ritual Sigale-gale biasanya dilakukan dalam acara adat seperti perayaan kematian, pernikahan, atau upacara adat lainnya. Para penari akan menggerakkan patung Sigale-gale dengan keahlian yang luar biasa, sehingga patung tersebut terlihat seolah-olah hidup dan menari dengan mengikuti alunan musik tradisional Batak.

Seiring dengan perkembangan pariwisata di Pulau Samosir, Patung Sigale-gale juga menjadi daya tarik wisata yang menarik minat wisatawan. Wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan Sigale-gale dan menikmati kekayaan budaya Batak Toba yang terwujud dalam patung unik ini. Patung Sigale-gale di Desa Tomok juga dikelilingi oleh beberapa bangunan tradisional Batak, sehingga pengunjung dapat mempelajari lebih lanjut tentang budaya dan sejarah Batak Toba saat mengunjungi lokasi ini.

Pemakaman Raja-Raja Kuno Batak

Selain memiliki nilai adat dan sejarah yang tinggi, Pemakaman Raja-raja kuno Batak juga menjadi daya tarik wisata yang menarik bagi pengunjung yang tertarik untuk menjelajahi kekayaan budaya dan sejarah Batak Toba. Tempat-tempat pemakaman tersebut sering kali menjadi objek wisata yang populer, di mana wisatawan bisa melihat langsung makam-makam yang megah dan peti mati yang indah dengan ukiran tradisional yang rumit.

Salah satu tempat yang terkenal adalah kompleks pemakaman di desa Simanindo, Pulau Samosir. Di tempat ini terdapat beberapa makam raja-raja kuno yang memiliki arsitektur yang khas dan megah. Bagi pengunjung, melihat langsung makam-makam ini memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Batak Toba.

Selain itu, pemakaman raja-raja kuno Batak juga sering menjadi lokasi wisata budaya yang menawarkan pertunjukan adat dan kultur Batak Toba. Ada pertunjukan tarian tradisional dan kesenian Batak yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Pengunjung dapat menyaksikan suguhan musik gondang sabangunan yang menghiasi prosesi pemakaman adat ini.

Tak hanya itu, lokasi pemakaman raja-raja kuno Batak sering diapit oleh pemandangan alam yang indah. Pulau Samosir, tempat di mana beberapa pemakaman raja berada, terletak di tengah Danau Toba yang merupakan danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara. Keindahan alam danau yang dikelilingi oleh perbukitan dan gunung-gunung menjadikan kunjungan ke pemakaman raja-raja kuno Batak menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Melalui kunjungan ke Pemakaman Raja-raja kuno Batak, pengunjung memiliki kesempatan untuk mempelajari sejarah, kebudayaan, dan keindahan alam yang terkait dengan suku Batak Toba. Ini adalah pengalaman wisata yang menyeluruh dan memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai warisan budaya yang berharga dari masyarakat Batak Toba.

| Baca : Desa Bakkara Tempat Bersejarah Yang Penuh Pesona Di Sekitar Danau Toba

Bakkara

Bakkara adalah sebuah desa yang terletak di Tapanuli, Sumatera Utara. Desa ini terkenal dengan keindahan alamnya yang memukau dan sejarahnya yang kaya. Bakkara adalah situs Warisan Dunia UNESCO dan menjadi tempat perlindungan bagi banyak artefak sejarah dan budaya. Salah satu daya tarik utama Bakkara adalah lanskap berbatunya yang terbentuk akibat letusan gunung berapi Toba jutaan tahun yang lalu.

Desa ini menawarkan berbagai atraksi alam yang menakjubkan. Terdapat air terjun yang indah seperti Air Terjun Janji dan Air Terjun Si Poltak Holda, serta gua-gua yang bisa dijelajahi. Bakkara juga dikelilingi oleh ladang pertanian yang subur, termasuk sawah padi dan perkebunan bawang, yang memberikan pemandangan yang hidup dan berwarna.

Pada tahun 2019, Bakkara diakui sebagai salah satu situs sejarah paling populer di Indonesia oleh Kementerian Pariwisata. Tempat ini dapat dicapai dalam waktu sekitar 50 menit dari Bandara Internasional Silangit di Siborongborong, sehingga sangat mudah diakses oleh para wisatawan. Bakkara dapat diakses dari tiga arah, yaitu Dolok Sanggul, Paranginan, atau Muara di Tapanuli Utara.

Pengunjung yang datang ke Bakkara bisa mengharapkan peningkatan ekonomi lokal di wilayah Kecamatan Baktiraja melalui potensi pariwisatanya. Desa ini tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang indah, tetapi juga menyimpan banyak warisan sejarah dan budaya. Bakkara adalah tempat kelahiran Raja Sisingamangaraja, seorang pahlawan nasional, dan wisatawan bisa mengunjungi makam dan istananya serta belajar tentang cerita luar biasa tentang keberanian dan perjuangannya.

Desa-desa di sekitar Bakkara juga memiliki situs warisan Batak seperti makam batu Kuno Marga Purba dan Marga Nababan di Desa Banjar Dolok. Penggunaan batu dalam ritual dan praktik budaya juga merupakan aspek unik dari komunitas lokal.

Sistem pertanian tradisional di pegunungan Bakkara juga menarik perhatian. Tanaman seperti padi, bawang, dan kopi tumbuh di antara batu-batu di lereng bukit, menciptakan paduan yang menarik antara pertanian dan alam.

Daya tarik lainnya di Bakkara adalah air terjun yang mengalir ke Danau Toba. Air Terjun Janji atau Binanga Sampuran Janji Bakkara dapat dicapai dalam 20 menit berkendara dari Doloksanggul. Ada juga Air Terjun Si Poltak Hoda atau Sigota-gota yang terletak di Desa Tipang, menawarkan pengalaman trekking yang unik dan menantang melalui bukit dan batu-batu besar.

Bakkara juga dikenal dengan sungai-sungainya yang bersih, seperti Aek Sipangolu di Desa Simangulampe. Orang-orang setempat meyakini bahwa air jernih Aek Sipangolu mempunyai sifat penyembuhan, dan pengunjung dapat melibatkan diri dalam ritual seperti mencuci muka atau mandi di sungai untuk mendapatkan manfaat yang diyakini.

Selain keajaiban alam tempat wisata danau toba, Bakkara juga diakui karena warisan geologinya. Letusan gunung berapi Toba jutaan tahun yang lalu menyebabkan pembentukan batu-batuan berharga. Bakkara adalah salah satu Geosites yang diusulkan di area Danau Toba, dan dikenal sebagai geopark dengan lanskap alam yang luar biasa, situs sejarah, dan artefak budaya.

Untuk mengakomodasi para wisatawan, pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan telah mengembangkan beberapa homestay di Bakkara. Pengunjung juga dapat menjelajahi situs-situs sejarah lainnya di desa ini, seperti Tombak Sulu Sulu, sebuah gua tempat ibu Sisingamangaraja berdoa kepada Ompu Mulajadi Na Bolon (Pencipta yang Maha Tinggi). Ketika mengunjungi situs-situs ini, pengunjung diminta melepas alas kaki dan mengenakan kain tradisional yang disebut ulos Sibolang sebagai tanda penghormatan.

Secara keseluruhan, desa Bakkara di Tapanuli menawarkan perpaduan warisan budaya, keindahan alam, dan signifikansi sejarah. Mulai dari air terjun dan gua-gua hingga lanskap pertanian yang subur dan keajaiban geologi, Bakkara memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para wisatawan yang ingin menjelajahi sejarah yang kaya dan keindahan alam di Sumatera Utara.

Air Terjun Efrata

Air Terjun Efrata adalah sebuah tempat wisata alam danau toba yang terletak di Desa Laukmana, Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Air Terjun Efrata dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau. Terdiri dari 3 tier dengan ketinggian total sekitar 50 meter, air terjun ini merupakan salah satu daya tarik wisata utama di wilayah tersebut.

Air Terjun Efrata menjadi spot favorit para pecinta alam dan fotografer karena keindahannya yang luar biasa. Di sana pengunjung dapat menikmati aliran air terjun yang jernih dan segar yang berasal dari Gunung Pusuk Buhit.

Untuk mencapai lokasi Air Terjun Efrata, pengunjung harus melakukan perjalanan darat sekitar 2 jam dari kota Padang Sidempuan. Wilayah sekitar air terjun juga terkenal dengan tanaman kopi yang tumbuh subur.

Pengunjung juga bisa menikmati danau buatan di sekitar Air Terjun Efrata dan mengambil waktu untuk bersantai dan menikmati pemandangan alam yang indah. Tidak hanya itu, di sekitar air terjun juga terdapat beberapa warung makan dan penginapan yang dapat digunakan oleh pengunjung.

Ada beberapa pengunjung yang mencari tantangan dan merencanakan pendakian gunung untuk mencapai lokasi Air Terjun Efrata, namun perlu diingat bahwa pendakian gunung ini bukanlah untuk pemula dan memerlukan peralatan dan kesiapan yang tepat.

Untuk wisatawan yang ingin mengunjungi Air Terjun Efrata, disarankan membawa pakaian ganti dan alas kaki ekstra mengingat suhu udara yang dingin dan aliran air yang cukup deras.

Secara keseluruhan, Air Terjun Efrata adalah tempat wisata danau toba yang menarik di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Dengan keindahan alam yang tiada duanya, pengalaman mendaki gunung dan berkemah di sekitar air terjun ini akan membuat liburan Anda menjadi berkesan dan menakjubkan.

| Baca : Pantai Parbaba Samosir Pantai Pasir Putih Yang Paling Terkenal Di Sekitar Danau Toba

Simarjarunjung

Bukit Simarjarunjung (Bahasa Batak: Dolok Simarjarunjung) adalah sebuah tempat wisata alam Danau Toba yang terletak di Sumatera Utara, Kabupaten Simalungun – Nagori Parik Sabungan, wilayah Kecamatan Dolok Pardamean, , . Bukit ini menawarkan pemandangan yang memukau dengan latar belakang Danau Toba dan Pulau Samosir. Berada pada ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl), Bukit Simarjarunjung memberikan pengunjung kesempatan untuk menikmati panorama indah sepanjang perjalanan menuju puncaknya.

Seiring perjalanan ke puncak, terdapat beberapa lokasi dengan pemandangan menakjubkan yang dapat diabadikan dalam foto-foto:

  1. Bukit Indah Simarjarunjung (BIS): Di sini, pengunjung dapat menemukan spot foto buatan seperti flying fox, sepeda gantung, patung King Kong, dan rumah pohon. Setiap pengunjung membayar Rp. 5.000,- untuk berfoto di spot ini.
  2. Bukit Indah Simarjarunjung (BIS) Annex: Lokasi tambahan dengan pemandangan yang tak kalah menarik.
  3. Panorama Indah Sipintu Angin: Menawarkan pemandangan yang memukau.
  4. Pinus Hill Simarjarunjung: Spot yang cocok untuk berfoto dengan latar belakang pepohonan pinus.
  5. Salsabila Hills: Tempat lain yang menarik untuk berfoto.
  6. Pesona Indah Simarjarunjung: Menawarkan pemandangan yang memukau sepanjang perjalanan menuju puncak.

Beberapa fasilitas yang tersedia di sekitar Bukit Simarjarunjung meliputi tempat makan, musala, toko oleh-oleh, penginapan, pondok-pondok istirahat, toilet, dan tempat parkir yang cukup luas. Ada beberapa rute alternatif yang dapat ditempuh untuk menuju ke Bukit Simarjarunjung, seperti dari Kota Wisata Parapat yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam, dari Kota Pematangsiantar yang memakan waktu sekitar 1,5 jam melalui jalur simpang raya atau dari Sidamanik, atau dari Kota Berastagi yang memakan waktu sekitar 2 jam melalui Tiga Runggu.

Danau Sidihoni

Leave A Comment

Artikel Terbaru

Pilihan Editor