“Menelusuri Jejak Konservasi di Atas Lahan Gambut Purba: Dari Luka Eksploitasi Menjadi Paru-Paru Kota Palangka Raya.”
Bayangkan Anda melangkah masuk ke dalam sebuah “katedral” alami. Bukan pilar beton yang menyambut Anda, melainkan batang-batang pohon Ramin dan Meranti raksasa yang menjulang menembus langit. Di bawah kaki, bukan lantai keramik, melainkan titian kayu ulin yang melayang di atas air hitam pekat—sebuah cermin abadi yang memantulkan wajah hutan hujan tropis.
Selamat datang di Arboretum Nyaru Menteng. Di sini, setiap hembusan angin membawa aroma humus yang khas, dan setiap sudut hutannya menyimpan kisah tentang perjuangan alam untuk pulih kembali. Ini bukan sekadar tempat wisata; ini adalah benteng terakhir biodiversitas di pinggiran Palangka Raya.
Ringkasan Cepat (Quick Facts)
Untuk pemahaman instan mengenai destinasi ini:
| Kategori | Detail Informasi |
| Nama Resmi | Arboretum Nyaru Menteng. |
| Lokasi Administratif | Kel. Tumbang Tahai, Kec. Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. |
| Koordinat Geografis | 113° 46′ – 113° 48′ BT dan 2° 0′ – 2° 02′ LS. |
| Luas Wilayah | 65,2 Hektar (Termasuk hutan konservasi & fasilitas). |
| Ketinggian | ± 20 – 25 Meter di atas permukaan laut (MDPL) (Dataran Rendah). |
| Topografi | Datar dengan kelerengan 0% – 2%. |
| Ekosistem | Hutan Rawa Gambut (Peat Swamp Forest) Tropika Dataran Rendah. |
| Jam Operasional | 08.00 – 16.00 WIB (Buka Setiap Hari). |
| Tiket Masuk | Rp 5.000 / orang (Sangat Terjangkau). |
| Ikon Utama | Pusat Rehabilitasi Orangutan (BOSF) & Titian Kayu 2,4 km. |
| Pengelola | BKSDA Kalimantan Tengah & Dinas Kehutanan Prov. Kalteng. |
Profil Geografis & Ekosistem: Membedah Fisik Lahan Basah
Bagian ini membahas aspek teknis lingkungan yang membentuk karakter unik Nyaru Menteng, yang jarang dibahas di artikel wisata biasa.
1. Topografi & Ketinggian
Kawasan ini terletak di dataran rendah yang landai. Dengan ketinggian hanya berkisar 20 hingga 25 meter di atas permukaan laut (MDPL), area ini merupakan hamparan floodplain (dataran banjir) alami yang sangat vital bagi penyerapan air di wilayah Bukit Batu. Topografinya yang nyaris rata (slope 0-2%) membuat air bergerak lambat, menciptakan ekosistem rawa yang tenang.
2. Karakteristik Tanah & Geologi
Tanah di Arboretum Nyaru Menteng bukanlah tanah biasa. Struktur geologinya tersusun dari lapisan kuarter miosen atas (intrusif dan flutonik). Secara spesifik, jenis tanahnya terdiri dari campuran kompleks:
Organosol (Gambut): Lapisan dominan dengan ketebalan gambut mencapai 1 hingga 2 meter. Ini adalah “spons” raksasa penyimpan karbon.
Tanah Aluvial: Endapan subur yang terbawa air sungai.
Pasir Kuarsa: Sering ditemukan di lapisan bawah atau tepian.
Humus Aluvial & Regosol: Terbentuk dari batuan induk aluvial.
3. Hidrologi (Tata Air)
Sistem drainase di sini bersifat tergenang (stagnant), khas hutan rawa. Air tanahnya memiliki tingkat keasaman tinggi (pH 3,3 s.d. 5,8). Warna air yang “hitam” (seperti air teh pekat atau blackwater) disebabkan oleh tingginya kandungan tannin dari pelapukan bahan organik gambut dan akar pepohonan. Meskipun terlihat gelap, air ini sangat jernih dan minim sedimen lumpur.
Sejarah: Dari HPH Menjadi Suaka Alam

Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng – Palangka Raya, Kalimantan Tengah | Google Map/Kontributor Arliansyah
Nyaru Menteng adalah saksi bisu sejarah pengelolaan hutan di Indonesia.
1974 – 1988 (Era Eksploitasi): Kawasan ini awalnya adalah area operasional Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Pohon-pohon besar ditebang untuk industri kayu, meninggalkan luka pada kanopi hutan.
1988 (Titik Balik): Penebangan dihentikan. Kawasan ini ditetapkan sebagai lokasi Perkemahan Pramuka. Alam mulai diberi kesempatan bernapas.
1994 (Formalisasi Konservasi): Pengelolaan dialihkan dari Kanwil Kehutanan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Statusnya berubah menjadi Arboretum—sebuah museum pohon hidup.
1999 (Era Penyelamatan): Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival Foundation) mendirikan pusat rehabilitasi di sini, menjadikan nama “Nyaru Menteng” mendunia sebagai pusat penyelamatan primata terbesar.
Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas)
Hutan ini adalah perpustakaan genetika yang hidup.
A. Flora: Sang Penopang Kehidupan
Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat 139 jenis pohon yang tergolong dalam 43 famili. Vegetasi di sini terbagi menjadi dua kategori:
Tanaman Asli Hutan Rawa Gambut:
Kayu Komersial Bernilai Tinggi: Ramin (Gonystylus bancanus), Meranti Rawa (Shorea spp), dan Jelutung (Dyera costulata).
Pohon Langka & Eksotik: Terentang, Mentibu, Bintangur, Agathis, dan Tumih (Combretocarpus rotundatus).
Tumbuhan Bawah: Kantong Semar (Nepenthes)—tanaman karnivora yang tumbuh liar (teridentifikasi 4 spesies: N. rafflesiana, N. maxima, N. ampullaria, N. gracilis).
- Tanaman Introduksi (Ditanam):Di area arboretum juga ditanam spesies luar untuk koleksi, seperti Pohon Galam (Melaleuca leucadendra), Sungkai, Akasia, hingga pohon buah seperti Cempedak dan Durian.
B. Fauna: Penghuni Rimba
Avifauna (Burung): Surga bagi pengamat burung dengan 89 jenis teridentifikasi. Termasuk Cucak Rowo (Pycnonotus zeylanicus), Beo (Gracula religiosa), dan Tiong Batu Kalimantan yang endemik.
Mamalia & Primata: Selain menjadi pusat rehabilitasi Orangutan (Pongo pygmaeus), hutan ini dihuni liar oleh Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Beruk, Owa-owa, dan Bajing Kerdil Telinga Hitam.
Reptil: Hati-hati dengan ular Pit Viper (Tropidolaemus subannulatus) yang sering berkamuflase di dahan, serta Biawak dan Buaya Sinyulong di perairan dalam.
Panduan Wisata: Daya Tarik & Aktivitas
Apa yang bisa Anda lakukan di sini? Berikut adalah pembedahan aktivitasnya:
1. Jungle Trekking di Boardwalk (Titian Kayu)
Jalur kayu sepanjang kurang lebih 2,4 km dibangun memutar menembus jantung hutan.
Pengalaman: Anda bisa berjalan santai tanpa takut kotor. Suasana sangat teduh karena tajuk pohon (kanopi) yang rapat menutupi langit.
Highlight: Golden Hour di sore hari menciptakan efek cahaya dramatis (ray of light) yang menembus celah daun.
2. Edukasi Konservasi Orangutan (BOSF)
Meski pengunjung dilarang masuk ke area karantina/sekolah hutan, terdapat Pusat Informasi.
Aktivitas: Menonton film dokumenter penyelamatan orangutan, melihat pameran foto, dan memahami proses rehabilitasi dari “bayi” hingga siap lepas liar.
Catatan: Ini adalah wisata edukasi moral, bukan sirkus satwa.
3. Interaksi Rusa Sambar

Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng – Palangka Raya, Kalimantan Tengah | Google Map/Kontributor Jalan Ninja
Di area depan (dekat pos jaga), terdapat penangkaran semi-alami Rusa Sambar.
Aktivitas: Pengunjung bisa membeli seikat kangkung (Rp 5.000) dan memberi makan rusa secara langsung. Rusa-rusa ini jinak dan terbiasa dengan manusia.
4. Wisata Mistis & Kesehatan: Mata Air Danum Batuah
Terdapat sumber mata air alami bernama “Danum Batuah Berkah”.
Fakta: Air ini telah diuji oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan dinyatakan aman/higienis.
Mitos/Kepercayaan: Warga lokal percaya meminum atau membasuh muka dengan air ini membawa keberkahan dan awet muda.
Informasi Praktis & Logistik
Alamat & Peta Lokasi
Alamat: Jalan Tjilik Riwut Km 28, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya.
Aksesibilitas: Jalan beraspal mulus (Jalan Nasional Trans Kalimantan). Dapat dilalui motor, mobil, hingga bus besar.
Rute & Transportasi
Dari Pusat Kota (Bundaran Besar): Ambil arah ke Tangkiling. Lurus terus di Jl. Tjilik Riwut sejauh ±28 km. Waktu tempuh 30-40 menit. Lokasi ada di sebelah kanan jalan (ada gerbang besar).
Transportasi Publik: Sangat minim/jarang.
Rekomendasi: Gunakan kendaraan pribadi (Sewa Mobil/Motor). Jika naik Taksi Online (Gocar/Grab), pastikan menyewa untuk Pulang-Pergi karena driver sulit ditemukan di lokasi untuk arah pulang.
Fasilitas Pendukung
Area Parkir: Luas (bisa untuk bus), namun saat musim liburan (High Season) bisa meluber ke jalan.
Toilet & MCK: Tersedia, cukup bersih.
Mushola: Tersedia sarana ibadah sederhana.
Gazebo: Tersebar di jalur trekking untuk istirahat.
Warung: Penjual makanan ringan/minuman ada di area parkir depan.
Akomodasi (Penginapan)
Rungan Sari Resort: (± 3 km dari lokasi). Opsi terbaik dan terdekat, menawarkan suasana resort hutan yang tenang.
Hotel di Palangka Raya: (± 28 km). Pilihan beragam seperti Swiss-Belhotel, Aquarius, dll.
Ulasan Pengunjung
Sintesis dari ratusan ulasan riil dari Google Map Review, platform review dan media sosial:
Sentimen Positif:
“Best Healing Spot“: Pengunjung menyukai ketenangan dan udara segar yang kontras dengan panasnya kota Palangka Raya.
“Budget Friendly”: Tiket Rp 5.000 dianggap sangat murah (value for money) untuk fasilitas yang didapat.
“Photogenic”: Jembatan kayu di tengah hutan menjadi spot foto favorit Instagram.
Keluhan (Pain Points):
Nyamuk: Keluhan nomor satu. Karena ekosistem rawa, nyamuk sangat ganas terutama sore hari.
Fasilitas Tua: Beberapa bagian gazebo atau toilet kadang terlihat kurang terawat (meski ada perbaikan berkala).
Akses Kursi Roda: Jalur titian kayu memiliki celah dan undakan yang menyulitkan pengguna kursi roda tanpa bantuan.
FAQ (People Also Ask)
Q: Apakah aman membawa anak kecil ke Arboretum Nyaru Menteng?
A: Sangat aman. Jalur trekking sudah dipagar kayu. Anak-anak juga sangat menyukai aktivitas memberi makan rusa. Namun, pengawasan orang tua tetap wajib karena di bawah jembatan adalah rawa berair dalam.
Q: Bolehkah memancing di area rawa Nyaru Menteng?
A: Tidak disarankan/Dilarang di area utama wisata/konservasi karena dapat mengganggu ekosistem dan satwa. Namun, ada spot-spot tertentu di luar area inti (milik warga sekitar) yang mungkin memperbolehkan, tapi bukan di dalam Arboretum resmi.
Q: Apa yang harus dibawa saat berkunjung ke sini?
A:
Lotion Anti-Nyamuk (Wajib!).
Air minum (tumbler) untuk hidrasi saat trekking.
Kamera/HP dengan baterai penuh.
Topi/Payung (untuk area terbuka).
Uang tunai (cash) pecahan kecil untuk tiket dan parkir (sinyal EDC/QRIS mungkin tidak stabil).
Q: Apakah ada Orangutan liar yang menyerang pengunjung?
A: Tidak. Orangutan yang direhabilitasi berada di pulau-pulau pra-pelepasliaran atau kandang karantina yang jauh dari jalur pengunjung umum. Satwa liar yang mungkin ditemui di jalur trekking adalah monyet ekor panjang, yang umumnya menghindar jika tidak diganggu.
Artikel Terbaru
Nyaru Menteng : Rumah Bagi Kelangsungan Hidup Orang Utan Borneo
Terletak di kaki Gunung Merbabu yang menawan, Kebun Inggit Strawberry di Magelang membuka pintu bagi para pengunjung untuk merasakan kesegaran buah langsung dari pohonnya dan menikmati keindahan alam yang mendampingi. Objek wisata ini tidak hanya [...]
Kidzania Jakarta, bagian dari franchise edutainment asal Meksiko, adalah taman rekreasi unik berbasis pengalaman belajar melalui permainan peran yang dirancang untuk anak-anak berusia 2-16 tahun. Anak-anak dapat menjelajah dan mencoba berbagai profesi dalam lingkungan replika [...]
Pantai Sagara Kebumen, juga dikenal dengan nama "Sagara View of Karangbolong", merupakan sebuah magnet wisata yang menjanjikan pengalaman liburan bertaraf internasional di Kabupaten Kebumen. Terletak di Kecamatan Buayan, pantai eksotis ini merepresentasikan keindahan alam yang [...]
Floating Market Lembang merupakan salah satu destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Bandung. Terletak di kawasan Lembang yang sejuk, pasar ini menawarkan keseruan berbelanja sambil mengapung di atas perahu. Konsep [...]
Pantai Labobo, terletak di Desa Balobone, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, merupakan salah satu destinasi wisata yang menyimpan keindahan alam yang memukau. Keberadaannya yang belum terlalu terjamah oleh aktivitas wisata massal membuat [...]







