Bayangkan sebuah tempat di mana waktu seolah melambat, terperangkap di antara kabut tipis pegunungan dan permukaan air yang tenang bak cermin raksasa. Di sinilah, di ujung barat daya Pulau Sumatera, bumi menceritakan kisah purbanya yang paling dramatis. Ini bukan sekadar tentang air yang berkumpul di cekungan tanah; ini adalah Danau Ranau, sebuah mahakarya geologis yang lahir dari amarah gunung berapi puluhan ribu tahun silam, kini menjelma menjadi suaka kedamaian yang membelah dua tanah leluhur: Sumatera Selatan dan Lampung.
Menjejakkan kaki di Ranau adalah sebuah perjalanan spiritual dan visual. Udara sejuk langsung menyergap, membawa aroma tanah basah dan samar-samar bau belerang yang terbawa angin dari kaki Gunung Seminung. Bagi para pencari ketenangan (healing) maupun pemburu adrenalin, Danau Ranau menawarkan panggung alam yang lengkap—mulai dari legenda naga penjaga, hangatnya air belerang, hingga gagahnya puncak gunung yang menembus awan.
Mari kita telusuri setiap inci keajaiban di perbatasan ini.
Ringkasan Cepat (Quick Facts)
| Kategori | Detail Informasi |
| Lokasi Administratif | Perbatasan Kab. OKU Selatan (Sumsel) & Kab. Lampung Barat (Lampung) |
| Tipe Destinasi | Danau Vulkanik-Tektonik (Kaldera) & Pegunungan |
| Luas Permukaan | ± 125,9 km² (Danau terbesar kedua di Sumatera) |
| Kedalaman Maksimum | 229 Meter |
| Elevasi | 540 Meter di Atas Permukaan Laut (mdpl) |
| Ikon Utama | Gunung Seminung (1.881 mdpl) & Pulau Marisa |
| Suhu Rata-rata | 20°C – 26°C (Sejuk) |
| Waktu Terbaik | Mei – September (Musim Kemarau & Cuaca Cerah) |
| Estimasi Biaya | Sangat Terjangkau (Tiket Masuk ~Rp10.000) |
Gema Masa Lalu (Sejarah Geologis & Legenda)
Kisah Danau Ranau terukir dalam dua versi yang hidup berdampingan: catatan sains yang dingin dan tutur lisan yang magis.
Jejak Vulkanik Purba
Secara geologis, danau ini adalah saksi bisu dari kataklisme dahsyat yang terjadi pada zaman Pleistosen akhir, sekitar 33.000 hingga 55.000 tahun yang lalu. Sebuah letusan mahadahsyat dari Gunung Berapi Ranau Purba meruntuhkan atap dapur magma, menciptakan kaldera raksasa seluas ratusan kilometer persegi. Cekungan menganga ini kemudian perlahan terisi air hujan dan aliran sungai purba, membentuk danau yang kita lihat hari ini. Namun, alam tidak berhenti di sana. Di sisi selatan kaldera, aktivitas magmatik yang tersisa melahirkan Gunung Seminung, anak gunung api yang kini berdiri gagah seolah menjaga induknya.
Legenda Naga dan Si Pahit Lidah
Namun, jika Anda duduk berbincang dengan tetua di Banding Agung atau Lumbok, mereka akan menuturkan kisah yang berbeda. Legenda menyebutkan bahwa danau ini tercipta dari pertarungan dua tokoh sakti: Si Pahit Lidah (Serunting Sakti) dan Si Mata Empat.
Konon, di kaki Gunung Seminung dahulu terdapat pohon aren yang dijaga oleh sepasang naga emas. Perselisihan untuk memperebutkan wilayah dan kesaktian memicu pertarungan hebat. Kematian naga jantan yang kalah dan menghilang menembus bumi meninggalkan lubang besar yang memancarkan air panas, menenggelamkan lembah menjadi danau. Hingga kini, fenomena upwelling atau naiknya gas belerang ke permukaan danau (yang kadang mematikan ikan secara massal) sering dikaitkan dengan “nafas” sang naga yang masih bersemayam di dasar danau.
Simfoni Alam (Daya Tarik Utama)
Daya tarik Danau Ranau tidak terletak pada satu objek saja, melainkan pada harmoni antara air, gunung, dan pulau.
1. Gunung Seminung: Sang Penjaga Setia
Gunung Seminung adalah jangkar visual dari seluruh kawasan ini. Dengan ketinggian 1.881 mdpl, gunung ini unik karena kakinya langsung menyentuh air danau. Pemandangan ini menciptakan siluet dramatis, terutama saat matahari terbit, di mana bayangan gunung tercermin sempurna di permukaan air yang tenang. Bagi pendaki, puncak Seminung menawarkan hadiah langka: Panorama Dua Alam. Dari puncaknya, Anda bisa melihat Danau Ranau yang biru di satu sisi, dan garis Samudra Hindia (Pesisir Barat Lampung) yang berkilau di kejauhan pada sisi lainnya.
2. Pulau Marisa: Kesunyian di Tengah Air
Tepat di tengah danau, menyembul sebuah pulau bernama Pulau Marisa. Pulau ini bukan sekadar gundukan tanah, melainkan memiliki sumber air panas (hot springs) tersendiri. Pulau ini ditumbuhi pohon kelapa dan vegetasi liar, menawarkan suasana isolasi total. Mengunjunginya serasa terdampar di pulau pribadi yang sunyi, jauh dari hiruk-pikuk peradaban.
3. Pantai di Pegunungan
Siapa sangka di dataran tinggi pegunungan Anda bisa menemukan pantai? Topografi tepian Danau Ranau yang landai menciptakan beberapa titik wisata unik:
Pantai Bidadari: Memiliki pasir putih yang lembut, tempat wisatawan bisa bermain air layaknya di laut.
Pantai Pelangi: Sebuah area yang ditata apik dengan tanggul berwarna-warni, menjadi spot favorit untuk menikmati senja tanpa harus kotor terkena pasir.
4. Pemandian Air Panas (Hot Springs)
Di kaki Gunung Seminung, alam menyediakan spa natural. Sumber air panas yang mengandung belerang mengalir langsung dari perut bumi ke kolam-kolam pemandian. Sensasi berendam di air panas sambil merasakan hembusan angin danau yang dingin adalah terapi terbaik untuk merelaksasi otot yang tegang.
Menikmati Ranau (Aktivitas Wisata)

Penginapan Danau Ranau – Kab. OKU Selatan (Sumsel) & Kab. Lampung Barat (Lampung) | Google Map/Kontributor Nata Tri Wardani
Ranau bukan tempat untuk terburu-buru. Ini adalah tempat untuk meresapi momen. Berikut adalah ragam aktivitas yang dapat Anda lakukan:
Jelajah Perahu & Island Hopping: Sewalah perahu motor (ketek) dari dermaga Banding Agung atau Wisma Pusri. Mintalah nelayan membawa Anda membelah danau menuju Pulau Marisa, lalu lanjut ke kaki Gunung Seminung untuk mandi air panas. Perjalanan di atas air ini menyajikan perspektif lanskap 360 derajat yang memukau.
Mendaki Gunung Seminung: Bagi jiwa petualang, pendakian ke puncak Seminung adalah agenda wajib. Jalurnya menantang, melewati perkebunan kopi dan hutan tropis yang rimbun. Di puncak, Anda akan disambut oleh padang Bunga Edelweiss yang abadi.
Wisata Kuliner (Ikan Bakar): Jangan lewatkan mencicipi Ikan Mujair Kumbang bakar. Ikan endemik danau ini dikenal memiliki daging yang manis dan gurih. Disantap dengan sambal mentah (sambal terasi segar) dan nasi hangat di tepi danau, rasanya tak tertandingi.
Trekking ke Air Terjun Subik Tuha: Tersembunyi di dekat pemandian air panas, air terjun setinggi 25 meter ini menawarkan kesegaran air pegunungan yang murni. Jalurnya mudah diakses dan sangat asri.
Hunting Foto: Setiap sudut Ranau adalah postcard. Mulai dari dermaga ikonik Wisma Pusri, latar Gunung Seminung, hingga persawahan berundak di sekitar danau, semuanya adalah surga bagi fotografer.
Panduan Praktis (Fasilitas, Tiket, & Jam Buka)
Pemerintah setempat (Baik Pemkab OKU Selatan maupun Lampung Barat) terus membenahi fasilitas untuk kenyamanan wisatawan.
Fasilitas Umum:
Area Parkir Luas: Tersedia di titik-titik utama seperti Pantai Pelangi dan Dermaga Banding Agung.
Pusat Kuliner: Deretan warung makan dan food court yang menjajakan makanan khas dan oleh-oleh.
Ibadah & Sanitasi: Masjid dan musala yang bersih serta toilet umum tersedia di hampir setiap objek wisata.
Wahana Air: Penyewaan Jet Ski, Banana Boat, dan perahu bebek tersedia di area Pantai Pelangi.
Jam Buka:
Kawasan wisata alam Danau Ranau pada dasarnya buka 24 Jam. Namun, untuk wahana, penyewaan perahu, dan pos retribusi, jam operasional efektif adalah pukul 08.00 – 17.00 WIB.
Harga Tiket Masuk (Januari 2026):
Tiket Masuk Kawasan: Rp10.000 – Rp20.000 per orang (tergantung titik masuk dan kendaraan).
Sewa Perahu (Carter): Rp300.000 – Rp450.000 per kapal (kapasitas 5-10 orang, rute keliling danau & air panas).
Tiket Masuk Air Panas: Rp5.000 – Rp10.000.
Parkir Kendaraan: Motor (Rp5.000), Mobil (Rp10.000).
Menuju Ke Sana (Rute & Transportasi)
Perjalanan menuju Danau Ranau adalah sebuah petualangan tersendiri. Lokasinya yang terpencil menjamin keasrian yang terjaga, namun menuntut usaha lebih untuk mencapainya.
Alamat:
Secara umum, titik pusat wisata berada di Kecamatan Banding Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan dan Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, Lampung.
Opsi Transportasi:
Sangat disarankan menggunakan kendaraan pribadi (Mobil/Motor) atau Sewa Mobil (Travel) karena transportasi umum angkutan kota di lokasi wisata sangat terbatas.
Rute 1: Via Bandar Lampung (Waktu Tempuh: ± 6-7 Jam)
Ini adalah rute favorit bagi mereka yang menyukai pemandangan pegunungan.
Jalur: Bandar Lampung $\rightarrow$ Bandar Jaya $\rightarrow$ Kotabumi $\rightarrow$ Bukit Kemuning $\rightarrow$ Liwa (Lampung Barat) $\rightarrow$ Kota Batu $\rightarrow$ Danau Ranau.
Kelebihan: Anda akan melewati Kota Liwa yang sejuk dan indah. Jalanan didominasi aspal mulus berkelok.
Rute 2: Via Palembang (Waktu Tempuh: ± 7-8 Jam)
Rute ini lebih banyak melintasi dataran rendah dan perkebunan.
Jalur: Palembang $\rightarrow$ Indralaya $\rightarrow$ Prabumulih $\rightarrow$ Baturaja $\rightarrow$ Muaradua $\rightarrow$ Banding Agung (Danau Ranau).
Kelebihan: Akses jalan relatif lebar. Anda bisa mampir di Kota Baturaja.
Rumah di Tepi Danau (Akomodasi)
Bermalam di Danau Ranau adalah cara terbaik untuk merasakan magisnya matahari terbit. Berikut beberapa opsi penginapan:
Wisma Varita Pusri (Sumsel): Akomodasi paling legendaris dan ikonik. Terletak tepat di tepi danau dengan fasilitas setara hotel bintang, lengkap dengan dermaga pribadi dan cottage yang menghadap langsung ke Gunung Seminung.
Seminung Lumbok Resort (Lampung): Pilihan tepat bagi yang menginginkan privasi dan kemewahan nuansa kayu. Resor ini menawarkan vibes yang tenang dengan arsitektur yang menyatu dengan alam.
Homestay & Penginapan Melati: Tersebar di sepanjang jalan Banding Agung dan Desa Kota Batu. Harga sangat terjangkau (Rp200.000 – Rp350.000/malam), cocok untuk backpacker atau rombongan keluarga besar yang ingin berhemat.
Ulasan Pengunjung
Ulasan Pengujung yang telah datang k Danau Rinau dari Google Map Review, platform review dan media sosial
⭐⭐⭐⭐⭐ Rian Adventure (Local Guide): “Viewnya gokil! Naik ke puncak Gunung Seminung butuh effort lumayan, terutama di Tanjakan 45, tapi pas sampai atas terbayar lunas. Bisa lihat Danau Ranau full 360 derajat dan laut di kejauhan. Wajib bawa jaket tebal kalau mau camping karena angin cukup kencang.”
⭐⭐⭐⭐⭐ Sarah Amelia: “Tempat healing terbaik di perbatasan Sumsel-Lampung. Menginap di Wisma Pusri view-nya langsung danau dan gunung. Pagi-pagi udaranya segar banget. Jangan lupa cobain mandi air panas di kaki gunung, badannya langsung enteng. Ikan bakarnya juga juara!”
⭐⭐⭐⭐ Budi Santoso: “Akses jalan dari Liwa sudah cukup bagus, meski banyak tikungan tajam jadi harus hati-hati. Danau Ranau bersih, airnya jernih. Sayangnya kalau weekend agak ramai di area Pantai Pelangi. Tapi kalau mau sepi, nyeberang aja ke Pulau Marisa. Recommended buat liburan keluarga.”
FAQ (SEO) – Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q: Dimana lokasi Danau Ranau dan Gunung Seminung?
A: Danau Ranau dan Gunung Seminung terletak di perbatasan Provinsi Sumatera Selatan (Kabupaten OKU Selatan) dan Provinsi Lampung (Kabupaten Lampung Barat).
Q: Berapa harga tiket masuk ke Wisata Danau Ranau?
A: Harga tiket masuk kawasan wisata Danau Ranau sangat terjangkau, rata-rata Rp10.000 hingga Rp20.000 per orang. Biaya tambahan berlaku untuk sewa perahu (sekitar Rp300rb-Rp400rb per kapal untuk rombongan) atau masuk ke area pemandian air panas.
Q: Apakah pendaki pemula bisa mendaki Gunung Seminung?
A: Ya, Gunung Seminung dengan ketinggian 1.881 mdpl relatif cocok untuk pendaki pemula dengan waktu tempuh 3-5 jam. Namun, tetap diperlukan persiapan fisik karena terdapat jalur terjal (Tanjakan 45) mendekati puncak.
Q: Apa saja aktivitas yang bisa dilakukan di Danau Ranau?
A: Wisatawan bisa berkeliling danau dengan perahu, mengunjungi Pulau Marisa, mandi di pemandian air panas alami (hot springs), mendaki gunung, bermain jet ski, trekking ke Air Terjun Subik Tuha, atau menikmati kuliner ikan bakar.
Q: Kapan waktu terbaik mengunjungi Danau Ranau?
A: Waktu terbaik adalah saat musim kemarau (Mei – Agustus) untuk mendapatkan pemandangan langit biru yang cerah dan danau yang jernih. Bulan Juli-Agustus juga merupakan momen mekarnya Bunga Edelweiss di puncak Seminung.
Danau Ranau bukan sekadar destinasi liburan akhir pekan; ia adalah sebuah pengalaman yang merasuk ke dalam jiwa. Di sini, di antara debur ombak danau dan gagahnya Gunung Seminung, kita diingatkan kembali pada kebesaran alam yang membentuk nusantara. Apakah Anda datang untuk menaklukkan puncak gunung, atau sekadar duduk diam memandangi air biru yang tenang, Ranau akan menyambut Anda dengan tangan terbuka.
Kemas barang Anda, siapkan kendaraan, dan biarkan Danau Ranau menceritakan kisahnya langsung kepada Anda.
Artikel Terbaru
Gunung Seminung : Pemandangan Danau yang Mempesona dari atas Gunung di Lampung
Tempat Wisata Semarang Hits terus tumbuh seiring berjalannya waktu, kini Semarang telah menjadi salah satu kota tujuan wisatawan. Di akhir pekan atau libur panjang, berbagai hotel, terutama di kawasan Simpang Lima pun penuh dengan [...]
Informasi harga tiket, penginapan, hotel, kuliner, jam buka dan fasilitas tempat wisata
Kota lama Semarang adalah sebutan untuk sebuah kawasan di Semarang yang berdasarkan sejarahnya, pada sekitar abad 18 menjadi pusat perdagangan. Kawasan tersebut dulu disebut juga Outstadt. Luas kawasan ini sekitar 31 Hektar.Kawasan ini tampak seperti [...]
Jika membahas wisata yang ada di Kabupaten dan Kota Kediri memang tidak ada habisnya, cuma pantai saja wisata yang tidak dimiliki Kabupaten dan Kota Kediri,
Pantai Klayar adalah sebuah pantai yang berada di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Rasanya belum afdol jika kita membahas wisata yang ada di kabupaten Pacitan






