Wisata Kebun Teh Kayu Aro: Sejarah, Rute, dan 6 Penginapan Terbaik

Published On: 10/01/2026

Bayangkan Anda berdiri di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut. Udara dingin yang menusuk kulit seketika terasa hangat saat mata Anda disuguhi hamparan permadani hijau yang tak berujung, memeluk erat kaki Gunung Kerinci yang menjulang megah. Ini bukan sekadar perkebunan; ini adalah Kebun Teh Kayu Aro, sebuah mahakarya agrikultur yang telah bernapas selama satu abad.

Bagi para pencinta teh dan pemburu lanskap dramatis, Kayu Aro bukan sekadar destinasi. Ia adalah monumen hidup—yang tertua di Nusantara dan tertinggi kedua di dunia setelah Himalaya—menyimpan cerita tentang kolonialisme, dedikasi para pemetik, dan aroma teh yang pernah tersaji di meja para Ratu Eropa.


Ringkasan Cepat (Quick Facts)

KategoriDetail Informasi
LokasiKecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi
Ketinggian1.600 mdpl (Tertinggi ke-2 di dunia setelah Darjeeling, India)
Luas Area± 2.500 – 3.020 Hektare
Tahun Berdiri1925 (Oleh Perusahaan Belanda NV HVA)
Jenis TehTeh Hitam (Orthodox Black Tea) Grade 1
StatusDikelola oleh PTPN IV PalmCo (Regional 4 / PTPN VI)
Suhu Udara17-23°C (Siang) hingga 5°C (Malam)
Harga TiketRp 5.000 per orang (Area Umum)
Jam Operasional08.00 – 17.00 WIB (Setiap Hari)

Seabad Warisan Kolonial (Heritage)

Kisah Kayu Aro dimulai jauh sebelum Indonesia merdeka. Pada tahun 1925, sebuah perusahaan Belanda bernama Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA) melihat potensi emas di tanah vulkanis Kerinci. Mereka mengubah hutan belantara menjadi perkebunan teh yang masif, lengkap dengan pabrik pengolahan yang hingga kini masih berdiri kokoh dan beroperasi.

Sejarah sosial di sini sangat unik. Pada masa pembukaannya, Belanda mendatangkan ribuan pekerja dari Pulau Jawa karena penduduk lokal Kerinci saat itu lebih memilih bertani mandiri. Para pekerja ini ditempatkan dalam barak-barak yang disebut “Bedeng”. Hingga hari ini, jika Anda berkunjung ke sana, Anda akan merasakan kentalnya budaya Jawa di tengah tanah Sumatera, sebuah asimilasi budaya yang telah berlangsung turun-temurun.

Setelah kemerdekaan, tepatnya pada tahun 1959, perkebunan ini dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia dan kini berada di bawah bendera PTPN VI (bagian dari PTPN IV PalmCo). Memasuki usia satu abad (1925-2025), Kayu Aro bukan hanya aset bisnis, melainkan identitas daerah dan saksi bisu perjalanan bangsa.

Aroma yang Memikat Ratu Dunia

Kebun Teh Kayu Aro Kerinci Jambi

Kebun Teh Kayu Aro Kerinci Jambi | Instagram  @herlina_agstna

Apa yang membuat teh Kayu Aro begitu istimewa hingga disejajarkan dengan teh Darjeeling di Himalaya? Jawabannya terletak pada kualitas tanah dan prosesnya yang murni.

1. Kualitas Grade 1

Kebun ini memproduksi rata-rata 5.500 ton teh hitam per tahun. Teh yang dihasilkan adalah jenis Orthodox atau teh hitam kualitas ekspor (Grade 1). Kualitasnya begitu premium sehingga konon menjadi minuman kegemaran Ratu Wilhelmina, Ratu Juliana, hingga Ratu Inggris.

2. Proses Tanpa Kosmetik

Ada satu aturan unik yang dipegang teguh di pabrik pengolahan Kayu Aro: Larangan penggunaan kosmetik bagi pekerja. Hal ini dilakukan untuk menjaga kemurnian aroma teh agar tidak terkontaminasi bau-bauan asing.

3. Pengolahan Tradisional & Modern

Proses produksi dimulai dari pemetikan pucuk daun segar, pelayuan (withering) selama 16-20 jam, penggilingan, fermentasi, hingga pengeringan. Sebagian teh juga diolah dengan metode CTC (Crush, Tear, Curl) yang menghasilkan butiran menyerupai kristal. Teh ini bebas bahan kimia dan kaya akan antioksidan polifenol.

Menikmati “Negeri di Atas Awan” (Wisata & Aktivitas)

Bagi wisatawan, Kayu Aro menawarkan pengalaman sensorik yang lengkap. Terletak di ketinggian 1.600 mdpl, tempat ini memiliki suhu yang bisa turun hingga 5 derajat Celcius di malam hari, menuntut pengunjung untuk selalu membawa jaket tebal.

Aktivitas Unggulan:

  • Tea Walk & Fotografi: Menyusuri lorong-lorong tanaman teh yang rapi adalah aktivitas paling populer. Latar belakang Gunung Kerinci yang sering tertutup “topi awan” menjadikan setiap sudutnya instagramable.

  • Wisata Petik Teh: Anda bisa berinteraksi langsung dengan para pemetik teh yang ramah, belajar cara memetik pucuk terbaik langsung dari pohonnya.

  • Sport Tourism di Bukit Cinta: Di kawasan Pesona Bukit Cinta, wisatawan bisa memacu adrenalin dengan bermain ATV, Flying Fox, atau bersepeda gunung di tengah perkebunan.

  • Wisata Edukasi Pabrik: Melihat langsung mesin-mesin tua peninggalan Belanda yang masih menderu mengolah daun teh menjadi bubuk emas hitam.

Ekosistem Pendukung & Akomodasi

Kayu Aro tidak berdiri sendiri. Ia dikelilingi oleh destinasi pendukung yang memperkaya perjalanan Anda.

  • Aroma Pecco: Sebuah danau kecil eksotis yang terletak di tengah-tengah perkebunan teh, tempat yang sempurna untuk menenangkan diri.

  • Air Terjun Telun Berasap: Sering menjadi satu paket kunjungan bagi wisatawan yang datang ke Kayu Aro.

Akomodasi

Bagi yang ingin bermalam, tersedia berbagai pilihan mulai dari Homestay milik warga (seperti Homestay Pak Subandi) hingga konsep Glamping (Glamour Camping) di area Bukit Cinta dengan tarif sekitar Rp 600.000. Untuk hotel berbintang, wisatawan biasanya menginap di Kota Sungai Penuh yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan.

1. Swarga Lodge and Homestay

Pilihan terbaik bagi Anda yang mencari pengalaman menginap otentik dengan suasana kayu yang hangat dan mewah di tengah dinginnya udara Kayu Aro.

  • Alamat: Desa Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi.

  • Jarak ke Kebun Teh: ± 2,1 km (sekitar 7 menit berkendara).

  • Fasilitas:

    • Bangunan kayu estetik (rumah panggung).

    • Restoran & Kafe di tempat.

    • Teras & Taman dengan pemandangan Gunung Kerinci.

    • Air panas (water heater) & WiFi gratis.

    • Layanan antar-jemput bandara (berbayar).

  • Kisaran Harga: Rp 1.000.000 – Rp 1.400.000 per malam.

  • Review Pengunjung:

    “Luar biasa! Pengalaman menginap yang sangat otentik. Bangunan kayunya cantik, sarapannya enak, dan pemandangan Gunung Kerinci dari sini benar-benar juara. Hanya saja, udara malam sangat dingin, jadi siapkan baju hangat.” — Rating 4.8/5.

2. The Hills Kerinci

Resor yang menawarkan konsep private villa dengan pemandangan langsung ke hamparan kebun teh dan gunung. Lokasinya berada di dalam kawasan wisata Pesona Bukit Cinta.

  • Alamat: Kawasan Destinasi Wisata Pesona Bukit Cinta, Desa Mekar Sari, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci.

  • Jarak ke Kebun Teh: ± 7,1 km (sekitar 17 menit berkendara, lokasi agak masuk ke area bukit).

  • Fasilitas:

    • Kamar tipe Bungalow/Cottage dengan balkon pribadi.

    • Restoran (Family Khasta Cafe) dengan menu andalan brownies.

    • Resepsionis 24 jam & Area BBQ.

    • Taman luas & WiFi gratis.

  • Kisaran Harga: Rp 765.000 – Rp 1.000.000+ per malam.

  • Review Pengunjung:

    “Seperti villa pribadi. Pelayanannya sangat ramah dan cepat tanggap. Sarapannya enak, terutama brownies-nya. View dari balkon kamar langsung menghadap gunung, sangat menenangkan.” — Rating 5.0/5.

3. Penginapan Royal Nusantara Biru (PTPN VI)

Penginapan bersejarah milik PTPN VI (perusahaan pengelola kebun teh) yang menawarkan akses sangat dekat dengan area perkebunan dan kaki Gunung Kerinci.

  • Alamat: Bedeng Delapan, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci.

  • Jarak ke Kebun Teh: ± 5,7 km (sekitar 10 menit berkendara).

  • Fasilitas:

    • Area parkir sangat luas (cocok untuk rombongan).

    • Kamar mandi dalam/luar (tergantung tipe).

    • Suasana asri khas perkebunan.

    • Tersedia area untuk mendirikan tenda (sewa tempat).

  • Kisaran Harga: Rp 275.000 – Rp 700.000 per malam.

  • Review Pengunjung:

    “Pilihan terbaik karena lokasinya strategis dekat kaki Gunung Kerinci. Harganya stabil dan tidak naik gila-gilaan meski saat musim liburan Lebaran. Suasananya tenang dan damai.”

4. Labora Kerinci Homestay & Cafe

Homestay favorit para pendaki dan backpacker yang menawarkan rooftop cafe untuk menikmati teh sambil memandang Gunung Kerinci.

  • Alamat: Jalan Raya Pasar Kersik Tua, Batang Sangir, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci.

  • Jarak ke Kebun Teh: ± 2,1 km (sekitar 4 menit berkendara).

  • Fasilitas:

    • Rooftop Cafe dengan pemandangan 360 derajat.

    • Sarapan (Nasi Goreng/Soto).

    • Kamar dengan balkon & TV layar datar.

    • Lokasi dekat dengan kuliner lokal (Cobek Bakar).

  • Kisaran Harga: Estimasi Rp 250.000 – Rp 400.000 per malam.

  • Review Pengunjung:

    “View-nya bagus banget dari rooftop, bisa ngeteh sambil lihat gunung. Lokasinya strategis dekat pasar dan tempat makan. Sangat direkomendasikan untuk transit sebelum atau sesudah mendaki.” — Rating 4.2/5.

5. Family Homestay & Resort

Penginapan sederhana yang nyaman dan sangat dekat dengan jalan utama perkebunan, cocok untuk liburan keluarga dengan budget terjangkau.

  • Alamat: Jl. Raya Kerinci, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci.

  • Jarak ke Kebun Teh: ± 1,0 km (Hanya 2 menit berkendara atau bisa jalan kaki).

  • Fasilitas:

    • Taman & Area santai.

    • Akses mudah ke jalur trekking.

    • Suasana homey (seperti rumah sendiri).

  • Kisaran Harga: Estimasi Rp 200.000 – Rp 350.000 per malam.

  • Review Pengunjung:

    “Pengalaman menginap yang luar biasa. Udaranya sangat sejuk dan lokasinya benar-benar dekat dengan kebun teh. Cocok untuk keluarga yang ingin mencari ketenangan.” — Rating 4.6/5.

6. Homestay Subandi

Penginapan legendaris yang sangat populer di kalangan pendaki Gunung Kerinci dan wisatawan backpacker. Tempat ini terkenal dengan keramahtamahan pemiliknya (Pak Subandi) dan sering dianggap sebagai “Basecamp Kedua” bagi para petualang.

  • Alamat: Jl. Raya Kerinci – Padang, Desa Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi.

  • Jarak ke Kebun Teh: ± 1,5 km (Hanya sekitar 3-5 menit berkendara atau bisa ditempuh dengan berjalan kaki santai sambil menikmati pemandangan).

  • Fasilitas:

    • Kamar tidur nyaman dengan selimut tebal (sangat penting di suhu dingin Kayu Aro).

    • Kamar mandi dengan air panas (water heater).

    • Sarapan & Makan Malam (masakan rumahan yang terkenal enak).

    • Jasa pengurusan izin pendakian (Simaksi), guide, dan porter Gunung Kerinci.

    • Layanan antar-jemput (transportasi lokal).

    • Ruang tamu hangat untuk berkumpul.

  • Kisaran Harga: Estimasi Rp 150.000 – Rp 300.000 per malam (tergantung jenis kamar dan paket makan).

  • Review Pengunjung:

    “Serasa pulang ke rumah nenek. Pak Subandi dan keluarga sangat ramah dan membantu semua kebutuhan, mulai dari jemputan travel sampai urusan mendaki. Makanannya enak dan air panasnya stabil. Sangat direkomendasikan untuk pendaki maupun wisatawan biasa.” — Rating rata-rata 4.9/5 di berbagai platform.

Rute dan Transportasi

Berikut adalah panduan lengkap mengenai akses dan transportasi menuju Kebun Teh Kayu Aro dari tiga titik keberangkatan utama: Jambi, Padang, dan Sungai Penuh.

1. Rute dari Kota Jambi (Ibukota Provinsi)

Ini adalah rute utama bagi wisatawan yang mendarat di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (DJB), Jambi. Meskipun berada di provinsi yang sama, perjalanan ini memakan waktu cukup lama karena melintasi lintas tengah Sumatera.

  • Jarak & Waktu Tempuh: ± 434 – 500 km (9 – 10 jam perjalanan).

  • Jalur Rute: Kota Jambi ➔ Muara Bulian ➔ Sarolangun ➔ Bangko (Merangin) ➔ Muara Emat ➔ Danau Kerinci ➔ Sungai Penuh ➔ Kayu Aro.

  • Transportasi Umum (Travel/Bus):

    • Operator: Tersedia layanan travel (minibus seperti Toyota Hiace/Innova) dan bus. Beberapa operator populer antara lain PO. Gunung Kerinci Wisata, Sinar Alam Transport, Ratu Intan, dan Express Kerinci Trans.

    • Titik Keberangkatan: Biasanya dari loket masing-masing di sekitar Kota Jambi atau Terminal Simpang Rimbo dan Terminal Alam Barajo.

    • Estimasi Biaya: Berkisar antara Rp 170.000 – Rp 210.000 per orang (harga dapat berubah sewaktu-waktu).

    • Jadwal: Umumnya tersedia jadwal keberangkatan pagi (sekitar 09.00-10.00) dan malam (sekitar 19.00-20.00).

2. Rute dari Padang, Sumatera Barat

Rute ini sering dianggap lebih favorit oleh wisatawan luar pulau karena waktu tempuhnya lebih singkat dibandingkan dari Jambi, serta pemandangannya yang spektakuler.

  • Jarak & Waktu Tempuh: ± 300 km (5 – 7 jam perjalanan).

  • Jalur Rute: Padang ➔ Sitinjau Lauik (Tanjakan Ekstrem) ➔ Solok ➔ Alahan Panjang ➔ Muara Labuh (Solok Selatan) ➔ Letter W ➔ Kayu Aro.

  • Kondisi Jalan: Anda akan melewati jalur Sitinjau Lauik yang terkenal dengan tanjakan dan tikungan tajamnya, serta pemandangan Danau Diatas dan Danau Dibawah di Alahan Panjang.

  • Transportasi Umum (Travel):

    • Operator: Tersedia banyak layanan travel lintas provinsi (Padang-Kerinci), seperti Ayu Transport (salah satu yang populer), Big Family Kerinci Travel, dan travel PT lainnya.

    • Jadwal: Biasanya berangkat pagi (09.00) dan malam (19.00).

    • Estimasi Biaya: Sekitar Rp 130.000 – Rp 180.000 per orang.

3. Rute dari Kota Sungai Penuh (Pusat Kota Terdekat)

Sungai Penuh adalah kota terdekat dan pusat akomodasi utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Kerinci.

  • Jarak & Waktu Tempuh: ± 43 km (sekitar 1 jam – 1 jam 30 menit).

  • Jalur Rute: Jalan utama Sungai Penuh – Padang Aro. Aksesnya mudah diikuti karena hanya ada satu jalan poros utama menuju kaki Gunung Kerinci.

  • Transportasi:

    • Kendaraan Pribadi/Sewa: Ini adalah opsi terbaik untuk fleksibilitas. Anda bisa menyewa motor atau mobil di Sungai Penuh.

    • Angkutan Desa (Angdes): Tersedia angkutan umum lokal tipe minibus (van) yang melayani rute Sungai Penuh – Kayu Aro – Kersik Tuo, beroperasi dari pagi hingga sore.

Menatap Abad Kedua

Memasuki tahun 2026, Kebun Teh Kayu Aro sedang melakukan transformasi besar. Di bawah manajemen PTPN IV PalmCo, dilakukan rebranding produk dengan kemasan baru yang lebih modern untuk menarik pasar milenial, tanpa meninggalkan nilai historisnya.

Pemerintah Kabupaten Kerinci pun terus mendorong sinergi agar kejayaan Kayu Aro berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat lokal. Kayu Aro kini diposisikan sebagai model agrowisata berkelanjutan yang memadukan produktivitas ekonomi, konservasi alam, dan edukasi sejarah.

Apa Kata Pengujung

Disusun berdasarkan sentimen positif dari berbagai sumber yang telah dianalisis.

  • ⭐⭐⭐⭐⭐ Budi Santoso (Local Guide): “Pemandangannya juara! Salah satu kebun teh terluas yang pernah saya kunjungi. Udaranya sangat dingin, wajib bawa jaket tebal. Jangan lupa mampir ke Homestay Subandi, pak Subandi ramah sekali. Teh Kayu Aro-nya juga enak banget buat oleh-oleh.”

  • ⭐⭐⭐⭐⭐ Sarah Wijaya: “Sangat worth it meski perjalanan dari Jambi cukup jauh (9 jam). Pemandangan Gunung Kerinci-nya megah banget kalau cuaca cerah. Tiket masuk murah, fasilitas toilet dan mushola ada. Cocok buat healing dari keramaian kota.”

  • ⭐⭐⭐⭐ Rian Pratama: “Trek tea walk-nya asik. Kalau mau foto bagus, saran saya datang pagi jam 7-9 saat kabut mulai hilang dan Gunung Kerinci terlihat jelas. Sayangnya kalau hujan jalanan agak licin, jadi pakai sepatu yang nyaman ya.”

 


FAQ – Pertanyaan Populer Wisatawan

Q: Dimana lokasi tepatnya Kebun Teh Kayu Aro?

A: Kebun Teh Kayu Aro terletak di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, tepat di kaki Gunung Kerinci.

Q: Kebun Teh Kayu Aro tertinggi ke berapa di dunia?

A: Kebun Teh Kayu Aro adalah perkebunan teh tertinggi kedua di dunia (1.600 mdpl) setelah Perkebunan Teh Darjeeling di Himalaya, India (4.000 mdpl).

Q: Berapa harga tiket masuk ke Kebun Teh Kayu Aro?

A: Tiket masuk ke area wisata umum Kebun Teh Kayu Aro sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp 5.000 per orang.

Q: Apa penginapan terdekat dari Kebun Teh Kayu Aro?

A: Beberapa penginapan terdekat antara lain Family Homestay (1 km), Homestay Subandi (1,5 km), Labora Homestay (2 km), dan Swarga Lodge (2 km).

Q: Apa keistimewaan Teh Kayu Aro?

A: Teh Kayu Aro merupakan teh hitam (orthodox) Grade 1 yang diproses tanpa bahan kimia/kosmetik pekerja, memiliki aroma khas, dan konon merupakan teh favorit Ratu Belanda dan Ratu Inggris.


 

Kebun Teh Kayu Aro adalah bukti bahwa alam dan sejarah dapat berpadu menciptakan keindahan yang abadi. Mengunjungi tempat ini bukan hanya tentang menikmati secangkir teh terbaik dunia di tempat asalnya, tetapi juga tentang menghargai warisan panjang yang telah diukir oleh ribuan tangan manusia selama seratus tahun. Bagi siapa pun yang mencari ketenangan di atap Sumatera, Kayu Aro adalah jawabannya.

Apakah Anda sedang mencari tempat yang tenang di tengah-tengah pegunungan dengan udara segar, angin sejuk, dan alam sekitarnya untuk menenangkan pikiran dan tubuh Anda? Kayu Aro mungkin lokasi yang sempurna. Berjalan melalui hamparan teh yang luas atau bahkan membantu para pekerja memilih tunas yang siap untuk diolah

Sejak tahun 1925, pabrik-pabrik yang dibangun selama pembuatan perkebunan tidak banyak berubah, dan proses manajemennya juga tidak banyak berubah. Anda dapat melihat setiap langkah proses pembuatan teh di sini.

Pertama, tentu saja, adalah menjaga tanaman. Kemudian, dengan hati-hati, petik daun teh. Proses pelayuan, yang merupakan salah satu langkah yang paling penting dalam produksi teh, memanfaatkan aliran udara, suhu, dan kelembaban untuk mengurangi kelembaban daun ke tingkat yang diinginkan. Pelayuan dilakukan untuk memungkinkan pertumbuhan senyawa rasa teh sambil mengurangi bau berumput. Ini adalah proses manufaktur terpanjang di Kayu Aro, yang membutuhkan waktu antara 18 dan 22 jam. Teh diangkut ke truk untuk dibawa ke pabrik setelah layu agar kering. Proses fermentasi adalah langkah berikutnya. Kualitas teh kemudian dinilai dan dipisahkan ke dalam berbagai batch.

Leave A Comment

Artikel Terbaru

Pilihan Editor